
"Apa kau sadar bahwa kau melamar seorang wanita tepat di hadapan bos mu?" Aiden menatap sinis.
"Maafkan saya tuan," sahut Dean.
"Tapi tidak apalah. Dengan begini Haira tidak akan menganggapmu pelakor atau penyuka sesama jenis," ucap Aiden.
"Astaga Haira, jadi kau menuduh Dean seperti itu?" Grandma mendekati Haira dan mencubit pipinya pelan.
"Mungkin bawaan bayi makanya begitu Grandma," sahut Haira.
"Hahaha kau ini ada ada saja. Oh ya ini sudah bulan ke tujuh kehamilanmu. Apa sudah kelihatan jenis kelaminnya?" tanya Grandma.
"Sudah Grandma. Dokter bilang, mereka kembar laki-laki," sahut Haira.
"Laki-laki? Kembar? Alhamdulillah kau pasti dewi keberuntungan yang diberikan Tuhan pada kami." Grandma memeluk Haira dan mencium keningnya.
Haira tersenyum begitu juga dengan Aiden.
*****
Seminggu telah berlalu. Hari ini Dean akan pulang ke rumah. Hanya menunggu surat rumah sakit keluar.
Di ruangan itu, hanya ada Dean dan Resya yang sedang makan buah dan saling berbincang.
"Apa kau ingat, dulu kau pernah mengataiku di depan teman-teman kak Haira?" tanya Resya.
'Apa semua wanita hanya mengingat kesalahan pria saja? Tidak bisakah dia melupakan itu? Padahal sudah berbulan-bulan lamanya' Batin Dean.
"Aku ingat, tapi kenapa dibahas lagi?" tanya Dean.
__ADS_1
"Asal kau tau saja, aku belum mendengar kata maaf darimu," ucap Resya.
"Benarkah? Kalau begitu maafkan aku," ucap Dean.
Resya tergelak mendengar ucapan Dean.
"Apa yang lucu?" tanya Dean heran.
"Kenapa kau gampang sekali mengalah dan meminta maaf." Resya menarik hidung Dean.
"Entahlah, mungkin karena aku terlalu mencintaimu," sahut Dean sambil menggenggam kedua tangan Resya.
"Sedalam apa?" Resya menatap serius.
"Sedalam lautan." Dean mendekatkan wajahnya ke wajah Resya.
"Lalu." Wajah Resya juga semakin dekat.
"Lalu." Hanya bersisa tiga centi.
"Semuanya tentangmu. Tidak ada hal yang bisa membuat ku melupakanmu." Menekan leher Resya hendak memulai ciuman.
Tiba-tiba.
Terdengar suara pintu terbuka. Seketika Dean dan Resya langsung saling berjauh-jauhan.
"Ya, begitulah kalau jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua," sindir Haira.
"Makanya lekas menikah agar bisa bebas berduaan," imbuh Aiden.
__ADS_1
"Kakak datang menjemput Dean juga?" tanya Resya berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Iya, agar kalian tidak pacaran terus disini," ucap Haira.
Dean dan Resya cengengesan mendengar sindiran Haira.
"Tuan, akan sangat menguntungkan jika ini bisa membantu jalannya persidangan." Dean memberikan sebuah flashdisk kepada Aiden.
"Apa isinya?" tanya Aiden.
"Saat kita pergi ke rumah Harsya, saya memasang cctv di lensa contact yang saya pakai. Sehingga semua kejadian yang saya lihat di dalam rumah itu terekam semua disini," ucap Dean.
"Aku tidak salah menjadikanmu orang Kepercayaan ku. Kau memang bisa diandalkan. Terima kasih. Dengan ini berkas kita sudah lengkap untuk melanjutkan ke persidangan." Aiden menepuk bahu Dean.
"Oh ya Resya. Kami sudah mengadakan konferensi pers. Banyak yang terkejut dengan berita ini, tapi perlahan mereka menerima nya dengan logika. Dan kini namamu juga sudah bersih," ucap Haira.
"Benarkah kak?" tanya Resya tak percaya.
"Benar. Sekarang kau tidak perlu takut menonton berita atau membuka social media," ucap Haira.
"Terima kasih ya kak. Aku menyayangimu." Resya memeluk Haira dengan penuh cinta.
"Oh ya mengenai orang tuamu, kami sudah menemukan mereka di negeri seberang. Alhamdulillah mereka sehat dan baik-baik saja. Mereka akan sampai besok karena butuh waktu mempersiapkan dokumen penting untuk pindah kembali kesini," tutur Haira.
"Benarkah kak? Orang tuaku masih hidup?" Resya terlihat sangat antusias.
"Iya," sahut Haira sambil tersenyum.
"Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Dean kita akan bertemu orang tuaku." Resya refleks memeluk Dean.
__ADS_1
"Sudah ya, belum halal. Jangan sembarangan peluk." Aiden memisah keduanya.
Resya dan Dean tersipu malu. Namun terlihat jelas raut wajah bahagia mereka. Resya bahagia karena akan bertemu orang tua kandungnya. Dan Dean bahagia karena wanita yang dia cintai tengah berbahagia. Benarkan, roda pasti berputar. Tidak selamanya dibawah dan tidak selamanya diatas. Mungkin ke samping kanan atau kiri, hahaha.