Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Kegaduhan


__ADS_3

Setelah selesai makan, Haira pun diminta meniup lilin di atas sebuah kue tart yang lumayan besar.


"Haira, jangan lupa buat permohonan," ujar Sevina.


"Tidak perlu, semua keinginanku sudah terpenuhi." Haira tersenyum pada semua yang ada di sana.


"Tentu saja. Dia sudah punya suami tampan. Apalagi yang kurang?" Aiden menimpali.


"Tentu saja sangat tampan hingga diincar pelakor." Haira mencubit pinggang Aiden hingga Aiden sedikit meringis kesakitan.


Mendengar perkataan Haira, yang lain pun ikut tertawa. Sementara Aiden hanya bisa cengengesan.


Namun, ditengah keasyikan mereka, terdengar suara gaduh dari arah depan. Karena penasaran, Haira dan Aiden pun mendatangi sumber suara yang semakin keras. Sementara yang lain disuruh menunggu.


Saat sudah mencapai halaman rumah, mereka terkejut melihat para penjaga Aiden sedang menahan seorang wanita yang memaksa ingin masuk. Dia adalah Naumi.


"Lepaskan aku! Aku harus bertemu dengan Aiden!" Naumi berteriak histeris seperti orang gila.


"Apa yang terjadi di di sini?" tanya Aiden.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Wanita ini memaksa masuk. Bahkan saat di depan gerbang tadi, ia nekat melewati gerbang," sahut Lim yang merupakan kepala pengawal Aiden.


"Apa? Naumi, apa yang kau lakukan di sini? Aku sudah tidak punya urusan lagi denganmu." Aiden menatap dengan kesal.


"Kau tidak bisa memutuskan kerja sama kita secara sepihak. Aku akan menuntutmu!" Naumi kembali berteriak histeris.


"Silakan, kau hanya akan membuang-buang uang jika berurusan denganku di pengadilan."


"Sombong sekali dirimu. Pokonya aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Ini semua pasti karena istrimu yang sialan itu, 'kan?" Naumi menatap tajam ke arah Haira.


"Tutup mulutmu! Jangan pernah menghina istriku apalagi mengatakan hal buruk tentangnya. Memangnya siapa dirimu yang berhak mengatakan hal itu pada istriku. Bagiku, kau itu tidak penting."


Mendengar ucapan Aiden, Naumi semakin panas. Ia berusaha melepaskan pegangan para pengawal Aiden. Ia menggigit dan menendang ************ mereka hingga ia mempunyai celah untuk lepas. Ia pun berlari hendak menyerang Haira dan,,,,


"Aaaahhhh." Naumi mengaduh kesakitan saat merasakan sakit ditubuhnya akibat jatuh terpelanting di atas tanah.


Rupanya, saat Naumi hendak menyerang Haira, Sevina datang dan menendang perut Naumi hingga ia jatuh ke atas tanah.


"Berani sekali kau menyerang Haira." Sevina mendatangi Naumi lalu menarik kerah bajunya. "Jangan pernah bermimpi untuk bisa melukai temanku."

__ADS_1


"Sevina, apa yang kau lakukan di sini? " Naumi terkejut melihat kehadiran Sevina. Bahkan kini ia lebih terkejut lagi saat melihat David, Reyza, dan Alea juga berada di sana menyaksikan kegilaannya.


"Apa yang ku lakukan di sini bukanlah urusanmu." Sevina melepaskan cengkraman nya pada kerah baju Naumi.


Naumi berdiri dengan sedikit terhuyung karena tubuhnya masih sakit.


"Kalian sengaja ya. Kalian berada di sini untuk mempermalukan aku kan?" Naumi menatap tajam ke mereka semua.


"Jadi begini kelakuan CEO ADIJAYA GROUP?" David yang tak biasanya hanya diam, kini membuka suara.


"Ini semua karena kalian! Kalian jahat! Kalian sudah membuat hidupku hancur!" Naumi mengepal erat tangannya menahan geram.


"Semua ini tidak akan terjadi jika kau tidak berusaha mengganggu ketentraman rumah tangga Haira dan Aiden. Wanita murahan, yang berusaha merebut Aiden yang bahkan tidak menggubrismu. Kau ini pelakor jenis apa? Kenapa murahan sekali. Di rumah ini banyak CCTV. Jika kejadian hari ini bocor ke publik, aku yakin semua orang akan menjauhkan suaminya darimu. Atau, apa kau juga tau kemungkinan terburuk lainnya?" Sevina menimpali.


"Aku,,,, aku,,,, aku,,,, " Naumi yang sudah kehabisan kata-kata pun segera pergi dengan wajah memerah karena malu. Mungkin ia juga tidak mau mengambil risiko dengan tetap berada di rumah itu.


Setelah Naumi pergi, mereka kembali ke taman belakang. Menemui Resya dan Dean yang masih di sana.


"Kenapa dia sampai marah juga pada kalian?" tanya Aiden yang masih penasaran.

__ADS_1


"Oh, mungkin karena kami juga memutuskan kontrak kerja sama dengannya, " sahut Reyza yang diikuti anggukan dari David, Sevina, dan Alea.


"Apa???" Haira dan Aiden terkejut begitu pula dengan Resya dan Dean.


__ADS_2