
Seminggu kemudian, Aiden dan Haira pun mengadakan pesta ulang tahun Haira. Acara itu diadakan dengan sangat mewah. Mengundang artis papan atas dan menjamu semua tamu undangan dengan masakan koki hotel bintang lima.
Semua terlihat hadir dalam acara itu termasuk Ziko dan Resya. Ziko membawa banyak pengawal. Sepertinya dia ingin menunjukkan bahwa dia juga hebat.
Ziko dan Resya pun memasuki gedung itu dengan bergandengan tangan. Resya mengerti jika Ziko melakukan nya karena ingin dilihat baik oleh semua orang. Apalagi acara ini diliput di beberapa stasiun televisi termasuk milik Harsya.
Aiden dan Haira tampak sangat serasi dengan mengenakan gaun dan jas rancangan dari pemilik Lea Boutique yaitu Alena Prasetya.
"Selamat ulang tahun, Haira." Ziko mengulurkan tangan.
"Terima kasih." Haira membalas jabatan tangan Ziko.
"Selamat ya." Resya juga menjabat tangan Haira namun dengan wajah yang super jutek. Dia bahkan tidak menatap wajah Haira.
"Ini dari kami, maaf ya hanya bisa memberikan hadiah sekecil ini untuk istri seorang Alexander." Ziko menyerahkan kotak kecil kalung emas kepada Haira.
"Terima kasih, harusnya kau tidak repot-repot. Ini pasti berat bagimu untuk membelinya. Istri ku tidak mengenakan benda seperti itu. Dia hanya menggunakan berlian itupun harus yang berharga milyaran, seperti yang dia pakai dileher, telinga, tangan, dan jarinya saat ini. Apalagi dia sedang hamil, jadi semua harus serba sempurna," jelas Aiden yang langsung memegang perut Haira.
__ADS_1
Ziko terlihat geram dan kesal. Sedangkan Resya hanya bisa cekikikan melihat Aiden berhasil mempermalukan Ziko.
Ziko menarik Resya meninggalkan Haira dan Aiden.
"Ada apa?" tanya Resya.
"Kenapa kau diam saja saat dia mempermalukan aku. Biasanya mulutmu yang paling pedas kalau berdebat dengan mereka," gerutu Ziko.
"Yang pertama, mereka lebih kaya dari kita dan yang kedua, omongan kasarku tentang kemiskinan mereka," ucap Resya.
"Ya, bawa saja agar semua orang tau siapa kau sebenarnya."
Ziko merangkul Resya namun dia mencengkram bahu Resya dengan kuat hingga Resya meringis kesakitan.
"Bersyukur lah ini di pesta. Jika ini di rumah, maka saat ini aku pasti sudah menamparmu."
"Tampar saja agar aku punya bukti KDRT yang kau lakukan."
__ADS_1
Ziko semakin mencengkram erat bahu Resya.
"Ah, sakit." Resya semakin meringis.
"Apa kau sudah berani padaku? Sudah tidak bisa memberi anak, kini kau malah menantangku. Apa yang kau harapkan? Kakakmu akan membantu mu? Bermimpi lah. Bahkan sekarang dia sangat membencimu. Cerita mu hanya akan menjadi karangan baginya." Ziko tersenyum menyeringai.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tak lain adalah MC acara tersebut. "Baiklah, sudah saatnya tiup lilin. Nona Haira dipersilakan untuk memulainya."
Lagu ulang tahun pun terdengar dari sang penyanyi. Haira meniup lilin saat dilirik terakhir. Setelah nya, Haira memotong kue dan kue pertama dia berikan pada Aiden. Yang kedua pada ayahnya, lalu ibunya.
Semua bertepuk tangan saat Aiden mencium Haira dan memeluknya serta mengucapkan selamat ulang tahun.
Setelah itu, Aiden mengambil mikrophone dan mengumumkan sesuatu.
"Aku lupa bilang bahwa aku juga mengundang tamu yang sangat istimewa untuk kalian semua."
Terdengar suara langkah kaki memasuki gedung tersebut. Semua orang melihat ke sumber suara dan mereka heran karena tidak pernah melihatnya sebelumnya.
Berbeda dengan Ziko. Wajahnya langsung memucat saat melihat ternyata tamu Aiden adalah....GISKA!!!
__ADS_1