Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Persiapan


__ADS_3

Haira terlihat ketakutan saat pisau yang di pegang Harsya mulai menekan leher nya.


"Lepaskan Harysa. Aku mohon!" Aiden terlihat tak berdaya saat Haira sedang dalam bahaya seperti itu.


"Kau yang membuat pilihan ini menjadi sulit Aiden. Sekarang kau harus merasakan apa yang pantas kau dapatkan!" Harsya melayangkan pisau hendak menusuk perut Haira. Namun pisau tajam itu malah membentur keras dan tidak berhasil melukai Haira.


"Apa ini? Kau memakai baju besi ha?"


"Lebih dari itu, aku membentengi tubuhku dengan kostum khusus yang berharga ratusan juta dan kau pasti ingat siapa yang bisa memberikan itu kepadaku kan?"


Harsya terkejut mendengar pernyataan Haira. Dan tiba-tiba saja seseorang memukul kepala Harsya dari belakang dan membuatnya jatuh tersungkur dengan luka memar di kepalanya.


"Aaaaah." Harsya memegangi kepalanya dan matanya melotot tajam saat melihat siapa yang memukulnya.


"Nyo..Nyonya Cleopatra!!" Harsya terkejut setengah mati. Wanita yang dia ketahui telah lama meninggal ternyata masih hidup dan sehat wal'afiat.


Aiden dan para pengawal pun terkejut melihat Grandma masih hidup. Sedangkan Haira terlihat biasa saja karena dia sudah mengetahui duluan perihal Grandma dan rencana melindungi diri disaat hal sedarurat ini terjadi.

__ADS_1


"Kenapa? Kau terkejut melihatku? Ya aku memang Cleopatra. Orang yang berusaha kau bunuh dengan cara apapun. Dan asal kau tau, yang meninggal dalam kecelakaan itu bukanlah aku, melainkan saudari kembarku. Dan demi melindungiku, dia menyampaikan pesanku kepada Aiden seakan akan itu permintaan terakhirku," jelas Grandma.


"Apa? Tapi kenapa kau tidak...."


"Tidak apa? Menunjukkan kebenaran kepada mu? Setelah kecelakaan itu aku mulai mencurigaimu. Aku terus memantau pergerakanmu. Dan Aiden, aku tidak menampakkan diriku agar dia bisa fokus pada rencananya untuk menangkap pelakunya, yaitu dirimu selagi aku mencari bukti yang kuat. Tapi dasar cucu ku yang pintar ini, dia mengetahuinya dengan cepat," terang Grandma.


"Bawa kedua sampah sialan ini," perintah Grandma pada para polisi.


Harsya dan Laras pun dibawa pergi.


Aiden tak kuasa menahan tangis saat melihat Grandma. Dia pun memeluknya.


"Maaf sayang, aku hanya tidak ingin merusak rencanamu dan aku juga tidak ingin kau merusak rencanaku."


"Dan sejak kapan Grandma mengenalnya?" tanya Aiden.


Grandma melihat kearah Haira.

__ADS_1


"Saat kau pura-pura koma, aku menemui Haira dan mengatakan padanya untuk lebih berhati-hati di rumah orang tuanya. Tadinya dia tidak mengerti maksudku. Namun saat dia mengirim Dean ke rumah Harsya, aku tau dia mengerti akan ucapanku." Grandma tersenyum pada Haira yang juga tersenyum padanya.


"Aku hampir pingsan saat melihat Grandma tiba-tiba muncul. Lalu kenapa aku tidak mengetahui tentang saudari kembar Grandma?" tanya Aiden.


"Karena kami sempat terpisah sejak bayi dan bertemu lagi saat kami sudah tua. Namun saat dia pergi menggantikan aku, dia kecelakaan. Sejak itulah aku tau ada yang mengincar nyawaku. Karena itu aku bersembunyi sampai kebenaran ini terungkap," tutur Grandma.


"Lalu bagaimana dengan bukti kecelakaan ayah dan ibu, Grandma?" tanya Aiden.


"Ada Sarah," ucap Grandma.


"Tapi dia sakit jiwa, Grandma," ucap Aiden.


"Kita lihat saja nanti," ucap Grandma.


"Lalu tentang percakapan mereka? Apa Haira saja sudah cukup sebagai bukti?" tanya Aiden.


"Aku menyimpan sebuah kartu memori yang berisi percakapan mereka. Saat aku mendengarkan percakapan mereka, aku merekamnya di ponselku. Dan saat aku mengingatmu, aku mengambi kartu memori ponsel yang aku simpan dibalik fotoku. Saat itu aku mengingat hanya ada foto kenangan kita. Tapi aku baru ingat bahwa ada percakapan mereka didalam file perekam suara," ucap Haira.

__ADS_1


"Kerja bagus sayang. Bukti sudah terkumpul. Sekarang kita harus menemui Sarah di rumah sakit," ucap Grandma.


Aiden dan Haira mengangguk. Mereka pun berangkat bersama menemui Dean, Resya dan Sarah di rumah sakit. Ada banyak hal yang harus diselesaikan malam itu. Terlebih lagi mereka sudah mendapat telepon dari rumah sakit bahwa Dean tidak apa-apa.


__ADS_2