Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Sesuatu Dimasa Lalu


__ADS_3

Resya tengah termenung sendirian di kamar orang tuanya.


Sudah seminggu sejak kejadian di pesta ulang tahun Haira. Dia telah mengajukan gugatan ke pengadilan dan hanya tinggal menunggu sidang perceraiannya denga Ziko.


Setelah kejadian itu, Resya tak berani melihat social media ataupun televisi. Pasti saat ini namanya dan Ziko menjadi trending topik.


Resya mengangkat kepalanya ke atas dan mengingat ucapan yang pernah Ziko lontarkan.


"Sudahlah, memangnya kau siapa? Bahkan aku mendapatkan mu dalam keadaan tidak perawan. Kurang baik apa aku padamu. Jika munafik jangan tanggung-tanggung. Kau itu termasuk beruntung karena aku mau menikahi mu dan memberimu uang. Sekarang aku minta, kau diam di rumah dan nikmati semua uangku. Bukan kah yang kau butuhkan hanya harta sehingga kau tega menghianati kakakmu?"


"Munafik katanya." Resya tersenyum didalam tangisannya.


"Jika bukan karena pria berengsek itu, aku tidak akan kehilangan mahkotaku yang berharga."


Flashback On


3 tahun yang lalu.


Selesai merayakan kelulusan, Resya beserta teman-temannya liburan ke luar negeri. Mereka menginap di hotel selama seminggu. Setiap hari mereka pergi jalan-jalan menjelajahi wisata pantai di kota negara itu.

__ADS_1


Naas, saat malam terakhir, mereka mendatangi sebuah bar di dalam hotel tempat mereka menginap. Karena bermain True or Dare, Resya meminum banyak alkohol karena sering kalah.


Saat sudah mabuk berat dia pulang duluan ke kamar hotel.


Namun saat pagi tiba, Resya terkejut karena mendapati dirinya yang tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Dia melihat ada bercak darah dan cairan lengket di pahanya.


Resya tersadar jika malam tadi dia salah kamar. Entah apa yang terjadi namun sepertinya pria itu juga tak sengaja menidurinya.


Flashback Off


Resya mengambil dompetnya dan mengeluarkan secarik kertas yang agak usang dan sebuah kalung. Didalam kertas itu berisi permintaan maaf dari pria yang menidurinya.


Resya memperhatikan kalung itu. Dia melihat inisial MD dibalik kalung itu.


"Apa aku harus memakainya? Tapi untuk apa? Aku bahkan tidak tau dimana dia sekarang. Dan untuk apa aku mengharapkan nya? Sebegitu galau kah aku memikirkan perceraian ku sehingga otakku sedikit eror. Hahaha." Resya tertawa kecil sambil terus memperhatikan kalung itu.


"Sudahlah, aku akan membuangnya nanti." Resya kembali menyimpan kalung dan kertas itu ke dalam dompetnya.


Dering teleponnya berbunyi dan ternyata itu dari Haira. Resya langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo kakak."


"Resya, aku akan ke rumah ayah dan ibu. Kau ingin aku belikan apa?"


"Tidak ada kak. Datanglah, aku menunggumu."


Telepon pun mati.


Resya mengambil handuk dan segera mandi. Kegalauan ini membuatnya menjadi malas mandi. Jika Haira datang dan mencium aroma tubuhnya yang bau asem, pasti Haira akan muntah karena dia sedang hamil dan hidung nya juga lebih sensitif.


Sementara itu.


"Ziko, bagaimana ini? Semua kolega kita membatalkan kerja sama secara sepihak," ucap Zen.


"Ini semua karena Aiden!! Awas saja, aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang. Meski aku tidak bisa menyentuhnya, aku akan menghabisi Resya agar Haira bersedih.


"Apa kau yakin? Ini tindakan kriminal," ucap Zen.


"Aku tidak akan menghabisinya dengan tanganku, ayah. Ayah tenang saja, aku punya cara lain." Ziko tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2