Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Es


__ADS_3

Sore itu, Haira sedang menemani kedua anaknya bermain di ruang khusus bermain yang dibuat spesial untuk mereka.


"Ibu haus. Susi, tolong jaga anak-anak ya," titah Haira pada pengasuh anaknya.


"Maaf Nyonya, nama saya Suzzy, bukan Susi."


"Itu hampir sama. Aku tinggal sebentar ya." Haira bergegas pergi ke dapur untuk minum.


Ia meneguk segelas air putih yang ada di meja dapur.


"Aku bosan minum air putih terus. Sekali-sekali aku ingin minum yang dingin tapi Aiden selalu melarang." Haira melihat ke arah kulkas yang isinya terdapat banyak minuman dingin yang segar.


"Dia tidak disini kan?" Haira berjalan mendekati kulkas. Ia berhenti di depan pintu kulkas sambil melihat ke sana kemari.


"Eeee Nyonya. Apa,,,,,yang,,,,Nyonya lakukan?" tanya seorang pelayan yang berdiri di dekat Haira.


"Astaga, kenapa kau mengagetkan aku." Haira memukul pelan lengan pelayannya.


"Maaf Nyonya. Saya sedang menyiapkan makan malam. Tadi baru dari ruang depan."


"Pergilah dulu. Lima belas menit lagi baru kau boleh kembali."


Pelayan menatap heran pada Haira namun langsung mengangguk dan pergi dari sana.


Haira membuka kulkas yang berisi banyak minuman segar dan dingin. Matanya berbinar-binar melihat minuman yang hampir setahun ini tidak boleh diminum.


Ia mencondongkan kepalanya ke arah minuman itu. "Wah, pasti segar."


"Iya, sangat segar. Mau minum?"


"Tentu saja. Aku sangat........" Haira menghentikan ucapannya setelah menyadari ada seseorang disampingnya.

__ADS_1


"Aiden!" Haira langsung menutup pintu kulkas.


"Itu." Aiden menunjuk minuman yang dipegang Haira.


"Ini untukmu. Aku sengaja mengambilkannya agar kau dapat meminumnya tanpa harus ke dapur." Haira menyodorkan minuman kaleng tersebut ke Aiden. Ia mencoba menutupi rasa gugupnya.


"Terima kasih." Aiden langsung meminum minuman itu.


"Mau?" tawar Aiden.


Haira menggeleng cepat.


"Kau tau kan minuman seperti ini tidak baik dikonsumsi ibu menyusui. Apalagi dalam keadaan dingin. Bahkan air putih pun tidak boleh kau minum dengan es. Kau ingat kan William pasti akan mengalami flu. Mungkin Harry tahan, tapi ingat, William juga meminum Asi mu."


"Iya aku mengerti. Maaf ya."


"Tidak masalah sayang. Bersabarlah, beberapa bulan lagi kan mereka tidak menyusu padamu."


"Mana si kembar?" tanya Aiden.


"Di ruang bermain."


"Aku sangat rindu pada mereka."


"Eh, jangan sentuh anak-anak jika kau belum mandi. Sana mandi dulu."


"Oh iya. Ya sudah aku mandi dulu. Sampaikan ciuman ini ke mereka ya." Aiden mencium pipi Haira.


Saat Aiden hendak berjalan ke kamar, Haira menarik tangannya.


"Ada apa sayang?" tanya Aiden.

__ADS_1


"Kau tidak menitipkan ciuman untukku?"


"Menitipkan untukmu?" Aiden mengernyitkan dahinya.


"Iya, titipkan di sini. Nanti aku akan menyampaikan nya pada diriku sendiri." Haira menunjuk bibirnya.


Aiden bingung dengan permintaan Haira. Namun ia senang jika disuruh mencium bibir istrinya itu.


Cup, sebuah ciuman mendarat di bibir Haira.


"Sudah?" Aiden mengusap lembut pipi Haira.


"Belum." Haira mendekati Aiden dan membelai lembut pipinya.


"Kau yang memulai ya." Aiden langsung menggendong Haira menuju kamar mereka yang kini telah dipindah ke bawah agar Haira tidak kerepotan jika ada barang yang ketinggalan.


Sesudah memasuki kamar mereka pun mulai bertempur.


Selesai dengan itu keduanya kembali mengenakan pakaian dan sedikit mengobrol.


"Aku menyukai Hairaku yang sekarang." Aiden menyilang tangan kirinya ke atas dan menjadikannya alas kepalanya.


"Bukannya aku pelupa?"


"Tidak, bukan bagian itu. Aku suka bagian di mana Haira sering memancing Aiden untuk melakukan olahraga ranjang." Aiden tersenyum menatap langit-langit kamarnya.


"Dasar suami." Haira tersenyum sambil menatap langit-langit kamarnya juga.



Puas mengobrol, mereka pun segera membersihkan diri dan menemui si kembar di ruang bermain lalu ikut bermain bersama.

__ADS_1


NB : Jika tidak suka cukup di skip aja ya, jangan komen yang bikin baper 😊


__ADS_2