Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Selamat tinggal #2


__ADS_3

Suara tembakan terdengar dari dalam ruangan itu diiringi dengan suara teriakan Ziko.


"Aaaarrrggghhhh!" Ziko memegangi kakinya yang berdarah karena terkena tembakan. Dia menoleh ke belakang ternyata ada Dean yang sedang memegangi pistol yang baru saja dia gunakan untuk menembak Ziko.


"Tangkap dia!!" Perintah Dean pada para pengawal. Dean membuka ikatan Resya dan memeluknya.


Ziko memelototi Dean dengan tatapan penuh dendam. "Kau akan mendekam karena menggunakan pistol tanpa izin," ucapnya.


"Ya, kalau begitu kita mungkin akan satu sel," ucap Dean.


Ziko tertawa.


"Jika aku tidak memiliki surat izin!" Dean tersenyum mengejek. Itu membuat tawa Ziko langsung lenyap.

__ADS_1


"Apa?"


"Apa kau pikir aku bodoh? Zen ayahmu yang luar biasa itu ternyata sudah menyuap polisi di daerah kami dan mereka tidak langsung bergerak mencari Resya. Tentu saja aku langsung memakai senjataku sendiri. Memangnya orang sekuat tuan Aiden tidak bisa melakukannya? Dia membekaliku dengan pertahanan diri juga izin memiliki senjata tajam. Jelas orang sepenting dia harus dijaga seaman mungkin. Dan pesuruh bodoh mu yang lain tidak bisa memasuki rumah ku dan merusak sistem keamanan karena layar kamuflase optik yang kau sebar di seluruh rumahku sudah mereka hancurkan. Dan kabar gembiranya orang suruhanmu sudah ditangkap."


"Ziko!" panggil Resya.


Ziko menoleh ke arah Resya. "Jika kau ditanya polisi, bisakah kau katakan bahwa kau menculikku karena dendam padaku. Jangan bawa nama kak Haira. Aku yakin hukuman itu lebih ringan daripada kak Aiden tau apa yang sebenarnya terjadi," pinta Resya.


Ziko terdiam. Dia menatap Resya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, lalu dia pun mengangguk. Dia pun dibawa ke kantor polisi. Zen dan polisi yang bekerja sama dengannya pun juga akan mempertanggung jawabnya perbuatan mereka.


"Aku baik-baik saja. Aku kira aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi," ucap Resya.


"Sudahlah sayang, aku tidak akan pernah membiarkan mu terluka. Dan kenapa kau mengatakan hal itu pada Ziko?" tanya Dean.

__ADS_1


"Aku tidak mau kak Haira merasa bersalah atas kejadian ini. Itu akan membebaninya. Apalagi kalau sampai kak Aiden tau. Dia akan sangat murka," ucap Resya.


"Kau adalah wanita yang baik. Ayo kita pulang." Dean merangkul bahu Resya dan mereka pun pulang ke rumahnya.


Mereka membatalkan pernikahan hari itu karena Resya yang masih syok. Pernikahan ditunda sampai minggu depan.


Di rumah, Haira langsung memeluk Resya dan menangis terharu karena adiknya selamat. Resya tidak membocorkan alasan sebenarnya Ziko menculiknya. Biarlah hanya dia dan Dean saja yang tau. Baginya itu adalah hukuman karena dia pernah berbuat jahat pada Haira.


Namun ternyata pernikahan hari itu tetap terjadi. Namun mempelainya adalah Sarah dan Allen. Karena sebenernya pernikahan mereka akan dilaksanakan seminggu lagi. Namun karena tamu dan penghulu sudah terlanjur datang, maka mereka yang melaksanakan pernikahan itu tanpa resepsi.


*****


Semenjak hari itu, Resya tinggal di rumah Aiden sampai akad nikah dilaksanakan. Mereka tidak mau mengambil risiko lagi.

__ADS_1


Berita peculikan Resya tersebar dan Ziko menepati janjinya. Dia mengatakan bahwa motif penculikan itu karena dendam pada Resya atas kejadian memalukan di pesta ulang tahun Haira. Dengan begitu hukuman untuknya dan ayahnya tidak akan terlalu berat karena Aiden tidak akan ikut campur tangan.


__ADS_2