Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Jatuh Cinta Padanya


__ADS_3

Sebulan telah berlalu.


Resya dan Dean kerap melakukan jadwal yang telah disusun Dean. Hebatnya, Dean membuat jadwal itu tidak membosankan. Mungkin itu sebabnya Aiden tetap mengampuninya meski terkadang dia melakukan kesalahan.


Pagi itu, Resya habis jogging bersama Dean. Seperti biasa, dia selalu menimbang berat badannya hanya hanya turun 1 kg meski dia sering jogging sebulan belakangan ini.


"Aneh, padahal lemak di perutku sudah tidak tampak lagi kenapa berat badan ku hanya turun sekilo." Resya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak ada yang aneh." Dean menghampirinya dan melepaskan pemberat yang ada dibawah timbangan tersebut.


"Itu apa?" tanya Resya.


"Anak TK juga tau ini pemberat," sahut Dean.


"Bukan, untuk apa benda itu ada dibawah timbangan ini. Apa kau sengaja?" Resya menatapnya curiga.


"Benar sekali nona. Jika saya membiarkan berat badan nona turun, maka nona pasti akan malas berolah raga lagi, bukan."


"Hei, aku bukan orang seperti itu ya."


"Baiklah, sekarang lihat berat badan nona tinggal berapa. Dan apa yang nona ingin lakukan sekarang?"


"Tentu saja aku akan memesan banyak junk food. Kan berat badanku sudah turun. Untuk apa jogging lagi."

__ADS_1


"Lihat kan?" Dean berkacak pinggang dan menggelegkan kepalanya.


"Eh, iya maaf. Tidak, aku hanya bercanda. Sekarang aku ingin ke....." Resya terdiam dan menunduk bersedih.


"Ada apa nona?" tanya Dean.


"Tidak lupakan saja. Sudah lama aku tidak ke mall. Ingin sekali bermain permainan disana tapi rasanya itu tidak mungkin." Resya terduduk di sofa dekat timbangan tadi.


"Kenapa tidak mungkin?" tanya Dean.


"Orang-orang yang melihatku dengan tatapan menghina hanya akan membuat aku tidak nyaman, sudahlah lupakan saja," ucap Resya sambil berusaha tersenyum.


"Tidak ada yang tidak mungkin, nona. Sekarang mandi dan bersiaplah. Kita akan pergi ke mall tanpa melihat tatapan sinis dari semua orang," ucap Dean.


"Ayo bersiaplah nona," ujar Dean.


Resya mengangguk lalu segera pergi ke kamar nya untuk bersiap. Satu jam kemudian, Resya telah bersiap.


Dengan mobil Dean, mereka pun pergi ke mall. Namun sesampainya disana, Resya terkejut karena mall terlihat sepi. Parkiran kosong dan tidak ada tanda-tanda pengunjung di dalam mall tersebut. Dan di depan pintu masuk, tertulis tanda tutup.


"Dean, mall ini tutup. Kenapa kita kesini?" tanya Resya.


"Mall ini buka, ayo masuk," ajak Dean.

__ADS_1


Resya pun mengangguk dan masuk ke dalam bersama Dean. Benar saja, di dalam mall tersebut tidak ada pengunjung. Hanya ada beberapa pekerja di setiap tingkatnya.


Dengan perasaan bingung Resya terus mengikuti langkah Dean yang kini sudah sampai di lantai area permainan.


Disana ada dua pekerja yang tersenyum ramah padanya.


"Dean, bisa kau jelaskan apa maksudnya ini?" tanya Resya yang masih bingung.


"Mall ini milik tuan Aiden. Hari ini beliau meliburkan seluruh pegawai mall ini. Orang-orang yang ada di dalam adalah para pengawal dan beberapa pelayan di rumah beliau," jelas Dean.


Resya terlihat sangat senang hingga tanpa sadar dia memeluk Dean. "Terima kasih, Dean. Ternyata kau tidak seburuk yang aku kira. Kau sangat pengertian dan baik."


Dean yang mendapat pelukan itu hanya bisa tersenyum. "Sama-sama nona," sahut Dean.


Resya tersadar dan melepaskan pelukannya. "Maaf."


"Nona, ayo bermain lah sepuasnya," ucap Dean.


Resya pun langsung mengangguk dan mulai bermain disana. Wajahnya begitu sumringah dan bahagia. Dia tertawa lepas seakan beban di hidupnya tidak ada lagi.


Sedangkan Dean hanya bisa tersenyum melihat Resya yang kembali menemukan semangat hidupnya lagi. Tidak sia-sia dia menemani Resya dan memberinya jadwal rutin seperti Aiden dulu.


Yang perlu Ia lakukan sekarang adalah menunggu saat yang tepat untuk melamar Resya. Karena tanpa sengaja, kebersamaan mereka membuat benih-benih cinta mulai tumbuh di hatinya.

__ADS_1


Namun yang pertama dia lakukan adalah meminta izin dari Haira dan Aiden. Nah, itulah hal yang paling sulit. Apalagi dia memang harus jujur tentang awal mula kehnacuran hidup Resya yang adalah karena ulahnya.


__ADS_2