Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Ledakan


__ADS_3

Sevina menatap Naumi dengan tatapan tajam namun tetap memperlihatkan senyumannya. Namun tentu saja senyuman itu agak menakutkan.


"Kau tau apa yang lebih buruk dari orang yang tidak punya keluarga?"


"Apa?" Naumi terlihat tersenyum meladeni ucapan Sevina.


"Seorang wanita murahan yang mencoba menggoda suami orang, apalagi dia tidak berkaca bahwa dia sudah menjadi perawan tua!" Sevina menyunggihkan senyuman liciknya.


Haira terkejut mendengar ucapan Sevina. Bukan soal wanita murahan, melainkan perebut suami orang.


"Se, darimana kau tahu?" Haira berbisik.


"Suamimu itu terlalu jujur pada suamiku yang sama kakunya."

__ADS_1


"Oh, aku kira ada gosip di media."


"Tenang saja, aku akan membungkam mulut perawan tua ini."


Sevina beralih lagi menatap Naumi.


"Oh ya? Menurutku wanita yang paling menyedihkan itu adalah wanita yang mengandalkan kekayaan suaminya. Dan satu lagi, wanita yang kekayaan dan nama besar keluarganya dimanfaatkan oleh suaminya yang merupakan orang dari kalangan biasa." Kini Naumi mulai mengembangkan senyuman liciknya.


"Sabarlah, Kak. Jangan permalukan dirimu. Dia hanya ingin memancing kemarahanmu dan kesedihan Haira." Alea mencoba menenangkan.


"Oh, kau Alea yang dulu sempat dipenjara karena dituduh membunuh temanmu, ya." Naumi menatap Alea dari atas ke bawah dengan maksud merendahkan.


"Iya, darimana kau tahu semua itu Naumi? Apa seorang CEO telah mengorek informasi tentang pribadi seseorang yang bahkan sudah bertahun-tahun lamanya. Astaga, kenapa kau seperti wanita nyinyir yang tak berguna? Aku baru tahu ada CEO seperti ini. Maaf, tapi kau bukan level kami. Kami bukan wanita nyinyir sepertimu. Kita tidak satu server. Hanya wanita terhormat yang bisa berteman dengan anggota keluarga Armadja. Dan Haira jauh lebih terhormat daripada dirimu." Alea menatap Naumi dengan tajam.

__ADS_1


Naumi yang mendengar ucapan Alea seketika wajahnya memerah sangking emosinya. Terang saja, baru kali ini ada yang membuatnya tidak bisa membalas.


Sevina dan Haira terkejut mendengar ucapan Alea yang seketika membuat Naumi skak mat. Mereka menahan tawa melihat reaksi Naumi.


"Sudah lah, ayo kita ke suami kita saja." Sevina mengajak Alea dan Haira menghampiri suami mereka.


Namun sebelum itu, Sevina berhenti tepat di depan Naumi dan menatapnya dengan tajam seraya berkata, "Akan aku pastikan perusahaan Armadja akan membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaanmu jika kau terus mengganggu Haira." Sevina menginjak kaki Naumi hingga ia mengaduh kesakitan.


Setelah Sevina pergi, kini giliran Haira berbicara. "Aiden sangat mencintaiku. Kau tahu? Minggu kemarin aku menghancurkan jam seharga 800 juta miliknya tetapi dia tetap mencintaiku. Dan kau tahu, aku rasa, membatalkan kerja sama denganmu pun sangat mudah untukku mengatakannya pada suamiku. Jika kau berharap aku akan kalah, kau salah besar. Kau akan hancur jika berusaha melukai istri seorang Alexander. Dan satu lagi." Haira menatap Naumi dari atas ke bawah. "Berapa umurmu? Benar kau perawan tua? Kasihan sekali." Haira menatap dengan tatapan mengejek lalu pergi meninggalkan Naumi yang masih meringis kesakitan.


Setelah itu, Alea yang akan menyusul Sevina dan Haira juga berhenti dan berbisik, "Berhenti lah engkau, syaiton yang terkutuk." Lalu pergi meninggalkan Naumi yang menahan amarahnya.


Memang ia salah karena berani melawan wanita-wanita hebat istri para pengusaha hebat.

__ADS_1


__ADS_2