Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Sikap


__ADS_3

Aiden baru saja pulang bekerja.


Ia tak melihat keberadaan Haira di ruang bermain. Hanya ada anak-anaknya dan dua pengasuh bayi. Hah? Dua pengasuh bayi? Harusnya kan ada satu, yaitu Suzzy. Aiden menghampiri mereka.


"Suzzy, siapa dia?" tanya Aiden.


"Perkenalkan Tuan, saya Icha, baby sitter yang baru dipekerjakan Nyonya." Icha memperkenalkan dirinya.


"Oh, baru bekerja hari ini?"


Icha mengangguk.


"Dimana Nyonya?"


"Di kamar, Tuan," sahut Icha.


Aiden pun langsung bergegas ke kamarnya. Setelah membuka pintu kamar, ia terkejut melihat Haira sedang duduk diatas ranjang dengan posisi yang sangat menggoda. Ia bahkan memakai pakaian yang sangat menggoda dan tubuhnya juga sangat wangi seperti habis mandi.


"Haira, kenapa di sini? Kenapa tidak bersama si kembar?"


Haira tersenyum lalu berjalan mendekati Aiden.


"Aku menunggumu, sayang." Haira membelai dada Aiden dengan jari telunjuknya.


"Kenapa kau wangi sekali?" Aiden menghirup wangi tubuh Haira yang saat ini memang tengah menggodanya.


"Tidak apa kan, jika aku bersih dan wangi di depan suamiku." Haira lebih mendekatkan dirinya ke Aiden hingga kini dada mereka bersentuhan.

__ADS_1


"Sayang, kau kenapa? Kok hari ini aneh sekali? Apa ini hari yang spesial?" tanya Aiden.


"Ya, hari ini sangat spesial." Haira membelai wajah Aiden dengan jarinya, lalu mencium pipi Aiden.



Aiden terkejut mendapat ciuman pipi yang tiba-tiba seperti itu. Sungguh, itu membuat hasratnya kian membuncah.


"Mungkin kau lupa sayang. Ulang tahun pernikahan kita kan masih dua bulan lagi." Aiden mengingatkan.


"Siapa yang bilang soal ulang tahun pernikahan?"


"Lalu?" Aiden yang kini sudah sangat menegang berjalan maju dan Haira berjalan mundur hingga kaki Haira mentok di sisi ranjang.


"Aku hanya ingin menjadi istri yang sempurna untukmu." Haira mengalungkan tangannya di leher Aiden lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Aiden.


Tentu saja Aiden tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung mendorong pelan tubuh Haira ke atas ranjang dan perempuaran sore itu pun terjadi.


Namun sebelum itu, Aiden masih memancing Haira untuk mengatakan apa yang menyebabkan sikapnya yang mendadak berubah menjadi sangat manis dan menyenangkan.


"Sayang, apa yang membuatmu jadi begini?" tanya Aiden sambil membantu Haira mengeringkan rambut dengan hairdryer.


"Apa?" teriak Haira karena memang suara hairdryer itu sangat berisik.


"Kenapa kau berubah menjadi seperti iniii?" Aiden juga berteriak agar Haira dengar.


"Apa sih, aku tidak dengar!"

__ADS_1


Aiden mematikan hairdryer lalu berteriak. "Kenapa kau berubah jadi begini?"


"Aduh kenapa teriak sih, kan benda itu sudah mati," gerutu Haira sambil menggosok telinganya.


"Eh, maaf sayang."


"Memangnya kenapa? Kau tidak suka?"


"Suka, sangat suka. Tapi semua pasti ada alasannya kan? Apa kepalamu terbentur sesuatu kemarin?"


"Tidak." Haira menggeleng.


"Apa kau mimpi aneh?"


"Tidak juga." Kembali menggeleng.


"Lalu?"


Haira berdiri lalu menyisir rambutnya yang setengah kering ke depan cermin. Setelah itu ia berjalan ke pintu hendak keluar.


Namun sebelum ia melangkahkan kakinya ke luar, ia berbalik seraya berkata pada Aiden, "Aku hanya ingin melindungi suamiku dari godaan syaiton yang terkutuk." Melanjutkan langkah menuju keluar.


Aiden masih berada di tempatnya dengan wajah yang bingung. Ia masih tidak mengerti apa maksud Haira.


"Apa yang aku lewatkan?" Aiden mencoba mengingat-ingat sesuatu.


"Ah tidak ada yang aneh kok. Aku jadi bingung." Aiden menggaruk belakang kepalanya lalu berjalan keluar menyusul Haira menuju ruang bermain tempat anak-anak mereka.

__ADS_1


*****


Hai buat yang nanya season 2 kok nggak dilanjutin. Udah ada jawabannya ya. Novel itu nggak akan kembali kemari karena sudah betah disana. Kalau penasaran silakan baca kesana. Modalnya nggak sampai 40ribu kok 😊


__ADS_2