
Pada malam harinya, Aiden dan Haira sedang mengobrol bersama. Haira terlihat sangat manja dengan menyandar di bahu Aiden sambil memejamkan mata. Katanya rasanya nyaman saat posisi begitu.
"Bagaimana? Kau senang sekarang?" tanya Aiden sambil menoleh ke arah Haira yang masih memejamkan mata.
"Hmm, aku sangat senang, tapiii." Haira membuka matanya.
"Tapi apa?"
"Resya," ucap Haira dengan wajah sedih.
"Kenapa Resya?" tanya Aiden.
"Sebenarnya aku dan dia sudah berbaikan. Namun, kami masih berpura-pura bertengkar demi mengecoh Ziko. Ziko sudah menikah siri dan dia tidak mau menceraikan Resya. Aku kasihan padanya karena mengalami nasib yang malang," tutur Haira.
"Mengapa kau masih peduli dan malah berbaikan? Bukannya dia sudah sangat jahat padamu?"
Haira menegakkan kepalanya dan menatap Aiden dengan serius.
"Mau bagaimana pun dia tetap adikku. Memang dulu aku begitu membencinya, tapi jika dia sedang kesulitan tidak mungkin aku membiarkannya."
Aiden menatapnya sambil tersenyum. Dia mengusap kepala Haira. "Aku bangga padamu, hatimu memang seperti malaikat."
"Maukah kau membantuku membebaskan Resya dari Ziko?" tanya Haira.
"Jika itu permintaan mu tentu aku akan bersedia. Jika tes kesehatannya sudah diketahui kalau dia mandul kenapa mesti bingung?" tanya Aiden.
__ADS_1
"Iya tapi itu akan dibongkar ketika mereka sudah berpisah, kau tau kan kalau....Tunggu! Darimana kau tau tentang hal itu?" Haira terkejut.
"Hanya meramal saja," sahut Aiden.
"Tentu saja, kau kan Alexander. Pasti kau menyuruh si pelakor itu membuntutiku kan?"
"Hahaha kau sangat pintar sayang, memangnya apa yang tidak aku ketahui tentangmu?" Aiden mencubit pipi Haira dengan gemas.
"Ya sudah, jadi bagaimana cara agar Resya bisa bercerai? Maksudku kita harus punya bukti untuk menjatuhkan Ziko. Pernikahan sirinya harus segera dibongkar didepan publik. Jika kita mengambil foto saja, Ziko akan dengan mudah memutar balikkan fakta. Karena nya harus ada bukti langsung ke publik," ucap Haira.
"Tenang saja sayang, aku akan menjebak mereka ke hadapan publik." Aiden menatap Haira dengan penuh kehangatan.
"Benarkah? Kau mau membantu?" tanya Haira ingin meyakinkan.
"Apapun untuk istriku."
"Kenapa?" tanya Aiden.
"Aku ingin mendengar tentang Grandma," sahut Haira.
"Sekarang?" tanya Aiden.
Haira mengangguk.
Aiden pun mulai bercerita.
"Grandma itu adalah nenek terhebat yang pernah aku miliki. Dia sangat menyayngiku melebihi dirinya. Apapun dia lakukan demi melindungi ku termasuk menyembunyikan ku dari publik," jelas Aiden.
__ADS_1
"Pasti dia wanita yang sangat hebat. Seandainya aku bisa bertemu dengannya." Haira berdecak kagum.
"Jika kau bertemu dengan nya pasti kau akan merasa pusing karena dia akan menyuruhmu menghabiskan semua uang yang dia beri. Kau tidak akan diperbolehkan memakai pakaian KW. Semua harus original," jelas Aiden.
"Sampai begitu? Berarti dia sangat memanjakan mu ya," ucap Haira.
"Ya, tapi sekarang dia sudah tenang disana bersama ayah dan ibuku. Seandainya aku bisa bertemu dengan mereka sekali saja dalam mimpi."
Tanpa terasa air mata Aiden jatuh berlinang. Dengan cepat Haira menghapus air mata Aiden. "Kau pasti sangat merindukan mereka. Yang sabar ya."
"Terima kasih."
"Sayang, sudahlah kenapa kau terus menangis?" tanya Haira yang melihat Aiden terus menangis. Bahkan kini air matanya semakin mengalir deras.
"Mataku pedih dan panas, kau habis memegang apa?"
"Ouh maaf, aku tadi habis makan sambal terasi dengan menggunakan tangan. A-aku tidak cuci tangan dengan sabun, hanya air biasa."
"Astaga." Aiden langsung berlari ke kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan air dan sabun. Haira juga mencuci tangannya dengan sabun yang banyak lalu membantu Aiden.
Bahkan malam ini Aiden tidak bisa bersedih dengan baik karena ulah istrinya.
****
Rekomendasi novel yang bagus untukmu. Yuk baca 😊
__ADS_1