Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Alexander


__ADS_3

Aiden menarik tangan Haira untuk mengikuti nya menuju ke dalam rumah. Namun Haira menahan nya.


"Ada apa sayang? Ayo kita masuk," ajak Aiden.


"Aku tidak MENGERTI!"


"Kau akan mengerti setelah kita masuk ke dalam," terang Aiden.


"Bukan, maksudku aku tidak mengerti kenapa tuan Alexander bisa mengundang kita kemari," ucap Haira.


Gubrak!! Ingin rasanya Aiden pergi ke rumah bu Asih, meminjam TOA nya dan berteriak ke seluruh warga bahwa dia ingin masuk rumah sakit jiwa saja.


Sedangkan Dean, ingin rasanya dia pergi ke galaksi lain dan menjadi Alien.


Aiden mengusap wajahnya dengan kasar. Menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Memegang kedua pundak Haira dan tersenyum lembut padanya.


"Tuan Alexander tidak suka menunggu. Sebaiknya kita masuk ke dalam."


"Ya sudah, ayo!" Haira berjalan menuju pintu rumah itu.


Penjaga yang berdiri di depan pintu langsung membukakan kedua sisi pintu untuk mereka.


"Jangan berlebihan kami hanya tamu yang mungkin tak diundang," celetuk Haira. Para penjaga saling pandang dan terlihat bingung.

__ADS_1


Mereka memasuki ruangan yang sangat luas dengan furniture yang begitu mewah dan elegan, yaitu ruang tamu.


"Mana tuan Alexander?" tanya Haira.


"Sayang, lihat." Aiden menunjuk sebuah pigura besar yang tergantung di dinding ruangan itu. Terlihat jelas bahwa itu adalah foto mereka saat menikah.


Haira terbelalak dan menutup mulut dengan kedua tangan nya.


"Sekarang kau percaya kan?" tanya Aiden.


"Sejak kapan?" tanya Haira.


"Sejak kapan apanya?" tanya balik Aiden.


Aiden diam mematung. "Dean berikan!" ucap Aiden.


Dean memberikan buku nikah juga KTP asli Aiden. "Ini, lihat baik-baik. Setelah ini apalagi yang akan kau katakan? Apa kau akan bilang bahwa aku juga menyuap Kantor Catatan Sipil untuk memalsukan identitas ini?"


Haira memperhatikan berkas itu dengan seksama. Terlihat jelas bahwa nama lengkap Aiden adalah Alexander.


Haira berjalan mendekati Aiden dan menatapnya dengan serius. Dengan gerakan cepat, dia berhasil menjambak rambut Aiden.


Seketika para pengawal dan pelayan panik melihat kejadian itu. Seorang Alexander dijambak oleh seorang wanita yang berstatus dari istrinya. Padahal jangankan menjambak, menyentuh ujung sepatu nya saja. Tidak, menatap wajahnya yang selalu dibalut kacamata dan masker saja mereka tidak berani.

__ADS_1


Dean hampir saja terkena serangan jantung melihat kejadian itu.


"Adudududu Haira lepaskan!!" Aiden memegangi rambutnya yang masih ditarik kuat oleh Haira.


Haira melepaskan jambakan itu dan menatap Aiden dengan kesal.


"Sayang maafkan aku karena berbohong padamu soal identitas ku." Aiden mengusap kepalanya yang sakit karena bekas jambakan nya memang luar biasa sakit. Hampir saja dia botak karenanya.


"Aku kecewa padamu. Padahal dulu aku ingin sekali tau nama mertuaku dan nama lengkapmu. Tapi kau malah menutupinya!" Haira melipat tangan nya di dada.


"Jadi kau marah karena buku nikah yang aku simpan? Bukan karena aku adalah Alexander?" tanya Aiden.


"Alexander? Bukannya kau sudah bilang padaku bahwa kau Alexander saat di rumah sakit," jelas Haira.


"Tapi saat itu kau tidak percaya," ucap Aiden.


"Ya tapi setelah nya aku bertanya pada ayah. Ayah sudah menjelaskan semuanya. Tadinya aku mau marah tapi karena ayah menjelaskan alasan dibalik penyamaranmu ini, aku jadi mengerti. Karena ayah yang bilang, tentu saja aku percaya," tutur Haira.


"Lalu kenapa kau masih pura-pura tidak tau? Bahkan sedari tadi kau membuat ku gemas?" tanya Aiden.


"Itu sebagai hukuman karena kau pernah membuatku kesal saat aku berkunjung ke kantor mu meminta tanda tangan," ucap Haira.


"Astaga." Aiden menepuk keningnya.

__ADS_1


__ADS_2