Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Aku Tahu


__ADS_3

Sore harinya, Aiden sudah sampai rumah. Ia terlihat sangat letih karena pekerjaan hari ini.


Ia melihat tidak ada suara di ruang bermain. Ia pun bergegas ke kamarnya.


Setelah membuka pintu, Aiden tersenyum saat melihat Haira sedang bermain dengan si kembar.


"Ayah pulang." Aiden membuat pandangan kedua putranya pun teralihkan.


William dan Harry menatap Aiden sambil tertawa dengan tangan yang minta digendong.


"Sabar sayang, Ayah mau mandi dulu." Haira menahan kedua anaknya agar tidak pergi ke tempat Aiden berdiri.


"Sayang, mandilah dulu."


Aiden mengangguk dan berlalu ke kamar mandi.


Selesai mandi, Aiden ikut bergabung bersama William dan Harry. Mereka terlihat sangat senang dengan kedatangan ayah mereka.


"Kalian sangat merindukan ayah ya." Aiden memangku William dan Harry di sisi kanan dan kirinya.


Harry tampak berdiri dan menjambak rambut Aiden, sedangkan William hanya diam saja.


"Sayang, jangan dijambak, kasihan ayah." Haira melepas cengkaraman tangan Harry pada rambut William.


"Sakit sayang?" tanya Haira pada Aiden saat Harry sudah melepas rambutnya.


"Tidak." Aiden tersenyum dan menggeleng.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat lelah." Aiden memperhatikan wajah Haira yang terlihat letih.


"Oh tidak, hanya perasaan mu saja."


"Dimana Suzzy dan Icha?" Aiden menanyakan keberadaan kedua pengasuh anaknya.


"Mereka aku suruh istirahat."


"Jadi sejak tadi siang kau yang menjaga mereka?"


Haira mengangguk.


"Sayang, istirahat lah. Biar aku saja yang menjaga mereka."


"Tidak, biar aku saja." Haira melepas tangan Aiden dari anak-anaknya.


"Kalau aku bilang tidak, ya tidak." Kini nada suara Haira semakin meninggi. Tatapannya begitu kesal dan kecewa.


"Haira, kau kenapa?"


"Maaf, aku tidak apa-apa. Maafkan aku." Haira segera tersadar dengan apa yang ia lakukan barusan.


"Apa semua ini karena Naumi?"


Sontak pertanyaan Aiden membuat Haira terkejut. "Kenapa kau bisa mengatakan hal itu?"


"Sebentar ya." Aiden berjalan keluar pintu dan tak lama kemudian ia masuk bersama Suzzy dan Icha

__ADS_1


"Bawa anak-anak dulu ya," ujar Aiden.


Suzzy dan Icha pun membawa William dan Harry keluar.


Kini tinggallah Aiden dan Haira di dalam kamar itu.


"Aku ini suamimu. Apa yang kau rasakan tentu aku tau. Hal yang membuat kau berubah, kau kira aku tidak tau? Kau cemburu pada Naumi kan?" Aiden menjelaskan.


"Darimana kau tau?" Masih dalam keadaan terkejut.


"Aku masih menduganya sejak awal. Saat pesta penamaan Mike, aku melihat kau dan Naumi berbicara sangat serius dan cukup lama. Aku tau, jika kau mengobrol dengan serius, tentu itu bukan obrolan yang menyenangkan. Sejak saat itu aku mulai meneliti setiap sikapmu."


"Lalu?" Haira tak sabar menunggu kelanjutan cerita Aiden.


"Lalu apa? Sejak pagi kau mulai menunjukkan hal aneh saat aku membicarakan Naumi. Kau bahkan datang dan menemaniku. Padahal selama ini kau selalu beralasan saat aku mengajakmu. Dan saat pembicaraan kalian tadi, aku sudah mengerti bahwa kau cemburu pada Naumi."


"Jika kau sudah tau, kenapa malah diam saja dan tersenyum saat meeting dengan Naumi?"


"Aku hanya ingin melihat istriku marah dan mengusir wanita pengganggu itu. Tetapi ternyata kau masih bertahan dengan sikap eleganmu itu."


"Jadi kau sengaja melakukannya?" Haira terkejut mendengar ucapan Aiden.


"Maafkan aku sayang. Tapi asal kau tau, cintaku, hidupku, matiku hanya untukmu. Kau adalah cinta pertamaku dan sampai kapanpun akan menjadi cinta sejatiku." Aiden menggenggam tangan Haira lalu menciumnya.


"Maafkan aku karena sempat meragukanmu ya, sayang." Haira menatap Aiden penuh haru.


Dan mereka menutup pembicaraan dengan sebuah pelukan hangat di sore hari itu.

__ADS_1



__ADS_2