Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Episode Spesial - Kania 3


__ADS_3

"Kenapa kita tidak mirip?" tanya Haira pada Kania.


Saat ini mereka sedang duduk berdua di taman.


"Entahlah, mungkin kita ini jenis kembar non identik," sahut Kania.


"Tapi anakku kembar identik. Nyaris tak bisa dibedakan."


"Jangan mempertanyakan takdir Allah, Haira."


"Kau benar, maaf."


"Jadi bagaimana hidupmu selama ini? Ku dengar orang jahat yang bernama Harsya dan Laras sudah mendapatkan ganjaran."


"Ya, mereka memang pantas mendapatkannya. Mereka tidak hanya membunuh orang tua kita, mereka juga memecah belah dan memisahkan kita." Haira menatap tajam ke sembarang arah.


"Itu semua sudah terjadi. Kemarahan tidak akan mengembalikan semuanya seperti sedia kala." Kania mencoba menenangkan Haira.


"Tapi karena mereka kita berpisah selama puluhan tahun. Dan lebih parahnya, suamiku malah menyembunyikan fakta ini." Air mata Haira mulai jatuh berlinang.

__ADS_1


"Haira, Aiden tidak mengatakan apapun padamu karena aku melarangnya. Melihat kau bahagia saja aku sudah sangat senang. Mana mungkin aku merusak kebahagiaan mu dengan keadaan ku yang seperti ini." Kania mengusap air mata Haira.


"Tapi kenapa kau yang harus menderita seperti ini."


"Aku tidak menderita. Ini semua adalah takdir Allah. DIA masih menyayangiku. Buktinya aku ditemukan oleh Bu Rika dan dia mengadopsi ku. Merawat ku selama puluhan tahun tanpa pernah mengeluh. Hingga saat Aiden menemukan ku, dia langsung mencari dokter terbaik agar aku sembuh. Dan ini hasilnya. Selama setahun ini akhirnya aku bisa duduk dan menggerakkan tanganku."


"Maafkan aku, Kania. Seharusnya aku berada di sisimu saat kau membutuhkan aku." Haira menggenggam erat tangan Kania.


"Terima kasih telah datang. Keinginan terakhir ku memang bertemu denganmu."


"Jangan bicara seperti itu. Hidupmu masih panjang. Masih banyak hal yang belum kita lakukan."


"Oh ya, Kania. Ayo ikut aku ke kota. Kita akan terus bersama-sama. Kau juga belum bertemu dengan sepupu kita, Resya dan juga kedua anak kembar ku." Haira menatap Kania dengan serius.


Kania tersenyum mendengar ucapan Haira. Namun, bulir air mata mulai membanjiri pipinya. Ia mengangguk sambil terus menangis dengan senyuman di wajahnya.


"Kenapa menangis? Kau tidak ingin berpisah dengan Bu Rika? Tenang saja, dia akan aku bawa juga. Kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia." Haira mengusap air mata Kania.


"Iya, sampai kapanpun kita akan selalu bersama."

__ADS_1


"Berjanjilah padaku bahwa kau akan sembuh dan bertahan."


"Aku berjanji." Kania menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Sekarang kau ingin kita melakukan apa?" tanya Haira yang ingin mencairkan suasana sedih ini.


"Aku suka melihat orang melukis."


"Tapi lukisan ku sangat jelek. Aku pernah membuat sketsa wajah Aiden jadi seperti Alien."


Kania sedikit terkekeh. "Tidak apa-apa, aku suka melihat gambar Alien."


"Ya sudah, aku akan mengambil kanvas dan peralatan lainnya." Haira bergegas pergi meninggalkan Kania yang kini malah menangis lagi. Tangisannya sungguh menyesakkan dada. Rasanya hatinya benar-benar terluka jika sampai Haira tahu kenyataan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.


Tapi apa mau dikata, semua adalah takdir. Allah sudah membuat garis hidup Kania seperti itu. Meskipun begitu, ia tetap bersyukur, karena diakhir hidupnya, ia dapat bertemu dengan Haira, saudara kembarnya yang sudah berpisah dengannya sejak bayi.


Dari kejauhan, Dokter Rika dan Aiden yang sejak tadi menyaksikan Haira dan Kania hanya bisa menyeka sudut mata mereka yang basah. Mereka juga tahu akan hal ini. Karenanya, Aiden bilang bahwa mereka ke sini selama satu minggu. Sebab, kata dokter, hidup Kania tidak sampai satu minggu lagi.


*****

__ADS_1


Inilah sebabnya kita nggak bertemu dengan Kania di cerita William dan Harry 😭


__ADS_2