Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Penculikan


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Pagi ini Resya dan Dean akan melangsungkan akad nikah di rumah yang akan mereka tempati tak jauh dari rumah Aiden.


Para tamu dan penghulu sudah datang ke rumah itu untuk menyaksikan secara langsung akad nikah dari Micheal Dean Ellordi yang merupakan anak dari Allen Ellordi sang pengusaha kaya asal Australia.


Di kamar pengantin. "Kakak, aku deg degan." Resya memegangi dadanya yang terus berdegup kencang.


"Hahaha, begitulah jika kau akan menikah dengan orang yang sangat kau cintai," ucap Haira.


"Kakak, terima kasih ya. Sampai detik ini kau terus bersamaku meski aku pernah menyakitimu." Resya menggenggam tangan Haira lalu memeluknya.


"Kau adikku dan selamanya akan menjadi adikku," ucap Haira di dalam pelukan itu.


"Haira, Resya sudah waktunya. Ayo!" Aiden mengetuk pintu kamar itu.


"Ayo Resya," ajak Haira.

__ADS_1


"Kak, keluar lah duluan. Aku masih gugup. Aku akan menyusulmu lima menit lagi," ucap Resya.


"Baiklah, segera turun dan temui calon suamimu." Haira keluar dan mengajak Aiden turun ke bawah duluan karena Resya masih butuh ruang untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Namun, hingga sepuluh menit berlalu Resya tak kunjung turun. Haira dan Aiden pun menyusulnya ke atas. Saat diketuk Resya tidak menjawab. Karena khawatir, mereka langsung membuka pintu. Alangkah terkejut nya mereka karena Resya tidak ada dan kamar itu terlihat berantakan.


"Pengawal!!!!" Aiden meneriaki para pengawalnya. Dalam hitungan detik, mereka pun datang.


"Cari Resya!!!" titah Aiden dengan suara yang sangat keras.


Seketika suasana dalam rumah itu menjadi kacau karena di duga Resya telah di culik.


Dean yang tadinya panik langsung terdiam. Dia berpikir sejenak lalu pergi ke kamar pengantin tadi.


Dia terlihat mencari-cari sesuatu didalam kamar itu. Aiden bingung melihatnya. Namun kebingungan itu terhenti ketika Dean berhenti dan meraba-raba tengah-tengah ruangan. Dia pun menemukan sebuah layar kamuflase optik berukuran kecil yang dipasang ditengah ruangan. Dean meninju layar itu hingga terjatuh dan ruangan kembali terlihat rapi.


"Dia licik sekali. Sebenarnya saat kalian mengecek kamar ini, Resya masih berada di dalam ruangan ini dan karena layar itu, dia tidak terlihat. Dan saat tuan memerintahkan seluruh pengawal untuk pergi berpencar, dia pun berkesempatan membawa Resya kabur dengan masih menggunakan layar kamuflase optik yang lebih besar sehingga kita masih tidak melihat mereka. Bisa dipastikan mereka sudah pergi," ucap Dean.

__ADS_1


Haira merasa sangat kagum dengan kecerdasan Dean.


"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Aiden.


"Kita jangan pergi kemana pun. Yang dia inginkan kita pergi dari tempat ini dan dia dengan leluasa menyambotase sistem keamanan di rumah ini. Sepertinya dia mengincarku dan Resya," jelas Dean.


"Bagaimana cara kita melacak Resya?" tanya Aiden.


"Nona, apa kalian sempat berpelukan tadi?" tanya Dean.


"Ya, kenapa?" tanya Haira.


"Maafkan saya nona. Bisakah anda mengganti pakaian dan berikan pakaian nona kepada saya? Jauh-jauh Hari saya sudah memesan sebuah alat pelacak yang ditempel di gaun pengantin Resya. Sayangnya tidak bisa dilacak karena mobil yang digunakan mempunyai pemutus pelacak jika jaraknya diatas tiga kilometer. Karena itu kita akan menggunakan nona baju nona Haira untuk melacaknya. Karena jika baju nona dibawa maka ketika jarak semakin dekat, Resya bisa terlacak," jelas Dean.


"Tuan dan nona tetaplah disini dan saya akan mencarinya," ucap Dean.


"Sayang, ganti bajumu," ujar Aiden.

__ADS_1


"Baik, sebentar!" Haira segera ke kamar dan mengganti bajunya. Setelah nya dia menyerahkannya pada Dean.


Dean pun langsung pergi bersama beberapa pengawal yang tersisa. Sedangkan pengawal yang sudah pergi duluan disuruh kembali untuk menjaga Haira dan Aiden.


__ADS_2