Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Pesta


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Malam itu, Haira dan Aiden telah bersiap untuk pergi ke pesta Naumi.


Haira tampak cantik dengan gaun yang membalut tubuhnya. Sedangkan Aiden terlihat tampan dengan balutas kaos dan jasnya.


Si kembar tidak diperkenankan ikut karena pesta itu hanya akan membuat mereka tidak nyaman. Maka dari itu, Resya dan Dean yang akan menjaga mereka bersama orang tua Resya.


Sesampainya di gedung tempat pesta, ternyata sudah banyak media yang akan meliput pesta itu secara langsung dari berbagai stasiun televisi.


Aiden dan Haira diminta berpose bersama di depan pintu menuju masuk gedung itu oleh para awak media.


Tentu saja Haira berpose dengan gaya sesuka hatinya. Ia mengangkat tangan kirinya dengan dua jari tengah dan telunjuk yang berdiri. Sedangkan Aiden hanya berfokus pada kamera tanpa membuat banyak tingkah. Karena pada dasarnya, Aiden adalah tipe orang yang tidak suka difoto kecuali dipaksa Haira.



Setelah berfoto, mereka pun masuk ke dalam gedung pesta tersebut. Suasana begitu ramai dan meriah. Dekorasi begitu mewah dan sangat elegan.


Aiden dan Haira dihampiri Naumi yang berbalut gaun seksi dengan dandanan yang sangat berlebihan menurut Haira.


'Cih lihat lah dandanannya yang seperti ondel ondel itu.' Batin Haira.

__ADS_1


"Selamat ya, Naumi." Aiden menjabat tangan Naumi.


"Terima kasih, Aiden. Senang bisa melihatmu datang ke pesta ku. Tadinya aku kira kau tidak akan datang." Naumi menatap Aiden dengan penuh rasa senang.


"Ah tidak juga. Sebenarnya kami punya acara lain, tetapi istriku ingin agar kami ke sini dulu. Aku memang tidak pernah bisa membantah keinginannya." Aiden memeluk pinggang Haira dengan mesra.


"Eh, maaf aku lupa ada Haira. Terima kasih ya, sudah datang."


'Dia kira aku apa? Batu?' gerutu Haira dalam hati.


"Selamat ya sekarang kau sudah menjadi seorang CEO. Aku yakin kau adalah pemimpin yang bijaksana dan profesional dalam bekerja." Haira menorehkan senyuman.


"Hei, Aiden." Sapa seorang pria yang ternyata adalah Reyza. Ia bersama istrinya, David, dan Sevina.


"Reyza, David, hai." Aiden menjabat tangan mereka satu persatu.


"Kenapa disini. Ayo kita kesana. Ada Papa dan Opa ku disana." Reyza menunjuk sudut ruangan tempat Sean dan Rangga yang merupakan ayah dan kakeknya.


"Oh ya? Aku sangat ingin menemui Opamu. Ayo kesana. Haira, tetaplah disini bersama Alea dan Sevina ya. Ayo David." Aiden terlihat sangat bersemangat. Tidak sia-sia dia datang ke pesta itu. Meskipun awalnya ia menolak, namun ajakan Haira untuk bersikap profesional membuatnya datang dan bertemu dengan idolanya yang merupakan kakek Reyza.

__ADS_1


Tinggallah Haira, Sevina, Alea, dan Naumi.


"Naumi, selamat ya." Alea menjabat tangan Naumi.


"Iya, Selamat ya." Sevina juga menjabat tangan Naumi.


"Terima kasih ya. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan keluarga Armadja dan Prasetya di sini. Kalian berasal dari keluarga terpandang. Itulah yang membuat kalian terlihat seperti wanita terhormat. Punya keluarga yang lengkap juga terpandang cukup baik," ucap Naumi sambil melirik Haira. Ia dapat melihat ekspresi wajah Haira yang berubah menjadi sedih.


Tentu saja, disaat Naumi mengatakan keluarga yang lengkap, Haira langsung teringat dengan tragedi yang terjadi di keluarganya. Orang tuanya hidup susah dan dibunuh oleh Harsya dan Laras sejak ia bayi. Bahkan kasih sayang yang mereka berikan adalah palsu. Seketika rasa sakit menghujam hatinya. Ia hendak pergi, namun Sevina menahan tangannya. Haira menoleh ke Sevina yang tengah menatapnya dengan serius sambil menggeleng yang artinya tidak memperbolehkan Haira pergi.


*****


Hayo siapa yang nggak sabar lihat Sevina ngamuk tanpa otot. Nantikan episode selanjutnya besok ya 😊


Yuk sembari menunggu, baca novel dibawah ini :



__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan 😊


__ADS_2