Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Nama


__ADS_3

Haira dan Aiden sudah sampai di rumah sakit. Mereka mendapat kabar gembira kalau Resya sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.


Semua yang ada di sana mengucap syukur atas kelahiran bayi Resya. Mereka bersuka cita atas lahirnya penerus keluarga Ellordi.


"Ya Allah terima kasih." Dean melakukan sujud syukur saat itu juga.


"Dean, aku...." Haira ingin mengatakan sesuatu pada Dean namun Aiden memegang bahunya dan mengisyaratkan untuk diam.


"Jangan rusak momen haru ini dengan permintaan nama untuk anak mereka." Aiden berbisik pada Haira.


Haira mencubit pinggang Aiden. Membuat Aiden meringis.


"Dan jangan rusak mood ku dengan ucapanmu." Haira menatap dengan sinis.


Resya pun dipindahkan ke ruang rawat dan Dean langsung mengadzankan putranya. Air mata membasahi pipinya saat adzan selesai. Ia mencium putranya. "Terima kasih telah lahir ke dunia ini, sayang."


"Lihatlah bagaimana Dean menikmati setiap momen. Dulu waktu aku melahirkan, apa yang kau lakukan?" bisik Haira.


"Aku? Tidak ada. Maaf ya, kalau begitu hamillah lagi. Dan ketika kau melahirkan aku akan melakukan seperti yang Dean lakukan." Aiden tersenyum.


"Enak saja. Memangnya hamil itu enak?"


"Makanya jangan iri pada orang lain."


"Resya, Dean. Siapa nama anak kalian?" tanya ibu Resya.


"Anu, bagaimana kalau,,,," Haira menggantung kalimatnya saat semua menatap dan menggeleng kepadanya.

__ADS_1


"Kakak, lahirkan anak lagi dan beri nama yang kau ingin." Resya tersenyum pada Haira.


"Tidak, ya sudah siapa nama anakmu?"


"Bagaimana kalau Mike Ellordi," ujar ayah Resya.


"Itu nama yang bagus, Ayah. Seperti nama ayahnya." Resya menatap Dean meminta persetujuan.


"Tentu saja. Itu nama yang bagus." Dean mengangguk dan tersenyum.


'Padahal aku sudah menyiapkan nama Muhammad Zean Ellordi. Tapi ya sudahlah Mike juga bagus' Batin Dean.


"Padahal aku sudah menyiapkan nama Rhoma Nazarudin untuknya." Haira menghela nafas pasrah.


Semua menahan tawa mendengarnya.


"Ya sudah. Yang penting saat pesta nanti undang penyayi dangdut, titik. Dan kau harus bernyanyi denganku!" Melirik Aiden dengan tajam.


Aiden diam tak bergeming. Ia menelan ludah lalu mengangguk.


'Kenapa setelah punya anak, Hairaku semakin galak.' Batin Aiden.


Yang lain hanya tersenyum sambil menggeleng melihat kelakuan pasangan suami istri itu. Haira sangat beruntung mempunyai Aiden yang sabar dan baik. Sedangkan Aiden lebih beruntung lagi mempunyai Haira yang selalu merepotkan dan keras kepala.


Setelah cukup lama mereka mengobrol, Haira dan Aiden pamit pulang.


Di perjalanan, mereka terus mengobrol soal pesta penamaan anak Resya. Haira bahkan sudah memesan pakaian untuk mereka kenakan kepada desainer terkenal yaitu Alena Wijaya.

__ADS_1


"Kenapa kau yang berambisi. Yang menggelar pesta siapa yang rempong siapa." Aiden mengusap kepala Haira yang kini sedang cemberut.


"Oh ya, mana ponsel yang aku titipkan di tasmu tadi?" tanya Aiden.


"Ponsel?" Haira mengingat ingat.


"Iya saat aku ke toilet." Aiden kembali mengingatkan.


"Supir, putar balik!" titah Haira.


"Kemana lagi ponselku kau buang?" Aiden mengusap kening Haira.


"Ke,,,,"


"Tempat sampah?"


Haira menggeleng.


"Lalu?"


"Ke,,,,, parit dekat rumah sakit. Tadi aku membuang bungkus cemilan si kembar. Dan sedikit berat. Aku kira,,,,"


"Batu? Ya sudahlah. Tidak ada data penting di sana. Supir, ayo pulang." Aiden menghela nafas pelan.


"Maafkan aku."


"Aku mencintaimu." Aiden mencium kening Haira meski hatinya kini sedang dongkol. Jika setiap hari ia menitipkan ponsel pada Haira, maka dalam beberapa tahun, akan ada ribuan orang mendapat ponsel gratis di tempat yang tidak terduga.

__ADS_1


NB : Maaf aku hanya mampu nulis segini aja. Aku juga belom bisa crazy up karena sibuk di real life. Mohon pengertiannya ya readerku tersayang 😊


__ADS_2