Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Ular Tangga


__ADS_3

Hai guys, jumpa lagi nih. Sebelumnya terima kasih karena sudah mau membaca novel ini. Btw aku mau minta tolong boleh nggak ya. Tolong gulir novel ini dari bab 1 supaya levelku nggak makin turun dan aku tetap nulis disini. Tolongin ya 🤧


Karena kalau pembaca baca lompat-lompat bab, maka level otomatis akan turun. Terima kasih 🙏


Beberapa tahun kemudian.


Si kembar sudah tumbuh besar. Kini mereka sudah mulai memasuki dunia pendidikan yakni Sekolah Dasar tepatnya di kelas satu. Setiap hari, Haira akan mengantar William dan Harry ke sekolah mereka.


Seperti pagi ini, Haira dapat melihat jelas kebahagiaan di wajah Harry karena ini merupakan hari pertama mereka sekolah di SD setelah sebelumnya mereka sekolah di Taman kanak-kanak.


"Sepertinya kau senang sekali, sayang?" tanya Haira sambil terus tersenyum memperhatikan Harry yang tertawa riang sepanjang perjalanan.


"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan teman-teman baruku, Bu!" serunya.


"Wah, bagus, sayang. Dan William, kenapa sejak tadi hanya diam saja?" Haira beralih ke William yang tampak diam sambil memandangi ke luar jendela mobil itu.


"Bagaimana dia tidak diam saja, Bu. Dia sedih berpisah dari temab-temannya!" seru Harry.


William melirik Harry agar ia kembali diam.

__ADS_1


"Lihatlah, Bu. Dia melirikku seakan aku baru saja membuka aibnya." Harry mengadu pada Haira.


Haira hanya tertawa melihat mereka berdua. Wajah sama, namun sifat sangat jauh berbeda. Semakin bertumbuh besar, maka semakin pula perbedaan itu terlihat.


"Sudahlah, Harry. Jangan ganggu kakakmu. Dan kenapa sampai sekarang kau tidak mau memanggilnya dengan sebutan kakak?"


"Tidak ah, Bu. Kami kami seumuran. Hanya berjarak beberapa detik saja," sahut Harry.


"Ya tapi tetap saja dia itu kakakmu."


"Tidak, Bu. Aku tidak ingin dipanggil kakak. Rasanya aneh sekelas dengan adik sendiri. Aku tidak mau dipanggil kakak. Biarlah Harry memanggilku dengan nama saja. Aku tidak keberatan." Akhirnya William membuka suara.


"Iya, ibuku yang cantik. Aku akan menjaga sikap ku dan menahan diri untuk tidak mengganggu saudara ku yang menyebalkan ini." Melirik ekspresi William. Namun, William hanya diam saja.


"William, kenapa diam saja, Nak. Apa kau masih marah dengan Harry soal kejadian kemarin?"


"Sudahlah, Bu. Jangan diingat-ingat. Kejadian itu sangat memalukan." William berdecak kesal.


"Oh, jadi kau masih marah."

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak marah, Bu. Dia membuatku minum air bekas ikan di akuarium dan membuatku menjadi umpan ikan-ikan di kolam belakang."


"Sayang, bukannya kau sudah memaafkan Harry?"


"Sudah, tapi aku masih kesal kesal karena akibat kejadian kemarin. Aku harus mandi berkali bahkan dengan banyak bunga seperti anak perempuan."


"Mau bagaimana lagi, sayang. Kita harus menghilangkan bau amis pada tubuhmu."


"Dan ini semua karena dia." William menatap Harry dengan kesal.


Flashback On


William dan Harry sedang main ular tangga melalui ponsel dan ternyata dimenangkan oleh Harry. Sebagai kesepakatan, yang menang boleh melakukan apa saja pada yang kalah, maka Harry,,,


"Wah, kau kalah! Ayo ikut aku!" Harry langsung menarik tangan William menuju sebuah akuarium yang lumayan besar. Disana, ia menenggelamkan kepada William ke dalam akuarium yang terdapat banyak ikan hias hingga seekor ikan hias kecil masuk ke dalam mulutnya.


Saat Harry melepaskan tangannya dari kepala William, William langsung menarik kepalanya dari dalam akuarium dan tanpa sengaja menyemprotkan air beserta ikanny ke wajah Harry.


Harry sangat marah. Ia pun menarik William ke kolam belakang rumah mereka. Kolam itu tak terlalu besar, namun ikan di dalamnya lumayan banyak dan berukuran sedang.

__ADS_1


Dengan cepat, Harry langsung mendorong William ke kolam tersebut lalu melemparinya dengan makanan ikan. Dalam beberapa detik, tubuh William langsung dikeroyok ikan-ikan yang ingin makan itu. Kini tubuhnya kotor dan bau amis.


__ADS_2