Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Selamat tinggal


__ADS_3

Di sebuah gudang kosong dipinggir kota.


"Lepaskan!!!!" teriak Resya yang tangannya sedang diikat dan matanya ditutup dengan sebuah kain hitam. Dia baru saja sadar dari pingsannya.


"Hahaha, apa kau yakin ingin dilepaskan olehku?"


"Kau!!! Berengsek!! Kenapa kau melakukan ini!!!"


"Kenapa ya? Mungkin karena aku ingin menghancurkan hidupmu!!!"


"Apa kau tidak lelah Ziko!!! Kau sendiri yang sudah mencampakkanku! Kau yang berselingkuh dan kau yang sudah mencoreng namaku!!"


Ziko mendekati Resya dan membuka kain hitam yang menutup matanya. Terlihat Ziko sedang memegang sebuah pistol.


"Apa! Apa yang akan kau lakukan!"


"Apa? Tentu saja untuk menghilangkan nyawamu!"


"Kenapa kau melakukan ini? Apa salahku?" tanya Resya.


"Salahmu adalah karena kau saudara Haira. Aku tidak bisa menyentuhnya karena dia istri Aiden. Karena itu aku akan memanfaatkan dirimu agar dia hancur. Dengan membunuhmu, maka dia akan hancur!!"

__ADS_1


"Kenapa kau begitu membenci kak Haira?" tanya Resya.


"Karena peristiwa waktu itu!" (Lihat di Episode 18)


Flashback On


Di perusahaan Ziko.


Meeting telah selesai. Haira bersiap untuk pulang.


"Haira." Sebuah panggilan menghentikan langkah kaki Haira. Dia pun menoleh ke sumber suara dan ternyata itu adalah Ziko.


"Aku...ingin minta maaf," ucap Ziko dengan gugup.


"Sudah lah, memori otakku tidak menyimpan apapun tentangmu."


"Aku tau selama ini aku sudah salah padamu. Aku meninggalkanmu tepat di hari pernikahan kita dan menghianatimu."


"Sudahlah, aku tidak mau mengingat nya lagi. Bagiku kau itu hanya masa lalu yang tidak perlu aku ingat lagi. Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, aku punya pekerjaan yang lebih penting. Selamat siang." Haira berbalik dan berjalan meninggalkan Ziko dengan perasaan kesal.


Namun yang terjadi di luar dugaan. Ziko menarik tangan Haira menuju ruangannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!" Haira mencoba melepaskan tangannya namun Ziko malah mendorongnya ke atas sofa dan menindihnya. Berkali-kali Ziko ingin mencium bibir Haira namun Haira terus menghindar hingga dia melayangkan sebuah cakaran di leher Ziko.


Ziko memegangi lehernya dengan kedua tangannya. Haira menggunakan kesempatan itu untuk menendang bagian sel*ngkangan Ziko dan membebaskan diri.


Ziko terlihat memegangi leher dan sel*ngkangannya. Haira membenahi pakaian dan rambutnya. Sebelum pergi, dia menoleh ke arah Ziko dengan tatapan sinis.


"Aku tidak akan memperpanjang masalah ini. Lupakan yang terjadi hari ini. Jika kau ingin perpanjang, bukti cakaran itu akan menjadi tombak untukmu. Dan asal kau tau, kau lebih buruk dari sampah yang menjijikkan. Aku bersyukur tidak jadi menikah dengan laki-laki pecundang seperti dirimu. Memalukan!" Haira pun pergi keluar dari ruangan itu. Hingga sekarang pun Haira masih merahasiakan kejadian itu. Apalagi sekarang Side adalah Alexander. Dia tidak mau menambah daftar kejadian kontroversial atau skandal apalah itu.


Flashback Off


"Cih, kau sangat menjijikkan. Kau pantas mendapat apa yang kau dapatkan!" Resya menatap sinis ke arah Ziko.


Ziko mendekatinya dan menarik rambut Resya hingga dia meringis kesakitan. "Dengar ya wanita murahan. Kau itu bukan apa-apa. Kau hanya seorang pel*cur sialan yang muncul di hidupku!!" Dia melepaskan jambahkan tersebut.


"Sudahlah aku ingin mempercepat ini. Hei wanita jal*ng, selamat tinggal." Ziko berdiri dan menarik pelatuk pada pistol itu lalu mengarahkannya ke Resya yang masih duduk terikat.


Resya memejamkan matanya dengan air mata yang mengalir. Dia hanya mengingat masa-masa saat bersama Dean. "Maafkan aku Dean, aku tidak bisa bersamamu lagi."


Dooorrr!!!!


Dan suara tembakan pun terdengar dari dalam gudang itu.

__ADS_1


__ADS_2