Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Episode Spesial - Kania 2


__ADS_3

Mobil mereka telah sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat asri. Rumah itu hanya berlantai satu. Memiliki banyak pepohonan dan bunga-bunga yang indah.


"Ini rumahnya?" tanya Haira.


Aiden menganggukkan kepalanya.


"Benar? Tidak salah kan?" tanya Haira lagi ingin meyakinkan.


"Benar."


"Kau duluan. Aku tidak ingin salah lagi."


Aiden mengangguk, lalu turun dari mobil. Haira pun mengikuti langkahnya menuju pekarangan rumah tersebut.


"Oh ya, bagaimana penampilan ku?"


Aiden menoleh dan menatap Haira. "Matamu masih sembab karena tadi habis menangis."


"Kalau begitu pergilah duluan. Aku ingin memoles wajahku dengan make up."


Aiden menghela napas pelan, lalu mengangguk. Ia pun segera masuk ke dalam.


Haira kembali ke mobil dan memoles wajahnya tepatnya di bagian mata dengan make up agar tidak kelihatan habis menangis. Seperti kata Aiden, ia tidak ingin Kania bersedih karena ia menangisinya.


Selesai memoles wajahnya, Haira pun keluar mobil. Namun karena kurang hati-hati, ia terjatuh dengan bokong yang mendarat duluan, beruntung halaman itu beralaskan rumput, jadi tidak terlalu sakit.


"Aduh, sakit sekali." Haira mengusap bokongnya yang sakit.


"Perlu bantuan?" Seorang wanita yang memakai kursi roda tiba-tiba sudah berada di belakang Haira.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih." Haira berdiri sendiri. Tidak mungkin ia meminta tolong pada orang yang memakai kursi roda.


"Ada perlu apa kemari?" tanya wanita itu.


"Aku ingin bertemu dengan penghuni rumah ini."


"Oh ya? Kau siapanya?"


"Aku saudara kembar dari wanita yang sedang sakit di rumah ini. Apa kau mengenalnya?"


Wanita itu tersenyum. "Apa kau sudah pernah bertemu dengannya?"


"Belum, aku hanya melihat fotonya saja, makanya aku ke sini agar bisa bertemu dengannya."


"Oh, mari aku antar ke dalam. Aku juga ingin bertemu dengan Bu Rika."


"Baiklah, terima kasih." Haira pun mendorong kursi roda wanita itu dan mendorongnya ke dalam.


"Aku berpisah darinya sejak kecil. Dan suamiku baru memberitahu ku kemarin. Itupun karena aku mengetahui tempat persembunyian rahasia miliknya."


"Oh, berarti kalian terpisah sudah lama sekali."


"Hmm, aku sangat merindukannya."


"Apa benar kau mengenali wajahnya?"


"Ya, dia seperti orang sakit pada umumnya. Oh ya, kau sakit apa? Dimana orang yang menjagamu?"


"Aku sakit kanker, orang yang menjagaku tak jauh dari sini."

__ADS_1


"Aku turut sedih." Haira memasang wajah sedih.


Obrolan berakhir ketika mereka sampai di dalam. Tidak ada siapapun di sana. Haira celingak celinguk mencari keberadaan Aiden.


"Dia kemana, ya?"


"Mungkin ada di kamar. Letaknya ada di sebelah kanan dekat ruang tamu itu." Wanita itu menunjuk sebuah pintu.


"Terima kasih ya. Oh ya, siapa namamu?" tanya Haira.


"Namaku Kania."


"Terima kasih, ya, Kania, aku masuk dulu. Nanti aku akan panggilkan Bu Rika."


Kania mengangguk.


Haira mulai melangkah. Namun, beberapa detik kemudian, ia menyadari sesuatu. Ia pun berbalik, dan sepersekian detik, ia langsung memeluk Kania dan menangis.


"Kania! Ini kau? Maafkan aku!" Haira menangis di dalam pelukan Kania yang kini hanya bisa tersenyum geli.


"Kania, kau di sini? Aduh, Ibu dan Aiden lelah mencari mu. Kau memutar dari belakang, ya?" Seorang wanita paruh baya datang dan menghampiri mereka bersama Aiden.


"Kalian sudah bertemu?" Aiden menambahkan.


Haira berdiri dan menatap kesal pada Aiden. "Kenapa kau tidak bilang kalau penyakit sejak lahir Kania sudah sembuh. Aku seperti orang bodoh saat mencari keberadaannya yang jelas-jelas sejak tadi bersama ku."


"Iya, maaf, aku lupa memberitahu mu. Bahwa dokter yang aku bawa dari luar negeri memberikan obat yang berhasil membuat tubuh Kania merespon. Dia hanya tidak bisa berjalan saja. Untuk bergerak, dia bisa melakukannya."


"Aku seperti orang bodoh. Harusnya pertemuan pertama kami itu mengharukan, tapi ini malah memalukan. Lihat, Kania tidak berhenti tertawa sejak tadi." Haira menunjuk Kania yang masih cekikikan.

__ADS_1


Memang, saat penyakit lumpuh Kania sembuh, barulah penyakit leukimia itu mulai menyerang tubuh Kania.


__ADS_2