Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Tanpa Haira


__ADS_3

Seorang pria tengah memandangi foto sepasang suami istri bersama anak kembarnya. Ia lantas meremas foto berukuran kecil itu dalam satu genggaman. Membiarkan amarah menghancurkan foto kebahagiaan keluarga kecil itu.


"Lihat saja Haira, kau akan jadi milikku. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka aku akan membunuhmu. Dan Aiden, kau akan merasakan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupmu." sorot mata penuh dendam.


*****


"Haira, pelan-pelan makannya." Aiden memperingatkan Haira yang kini sedang makan dengan sangat lahap.


"Makanan ini enak sekali." Haira terus menyantap makanan yang berupa daging steak.


Harry dan William hanya bisa saling pandang melihat ibunya makan seperti orang kesurupan.


"Lapar sekali, ya." Aiden mengusap punggung Haira dan tersenyum.


Haira hanya mengangguk sambil terus memakan makanannya. Beruntung mereka ada di ruangan khusus sehingga pengunjung lain tidak melihat betapa rakusnya Haira makan.


Tiba-tiba telepon Haira berdering. Karena masih fokus dengan makanannya, ia tidak melihat nomor si pemanggil yang ternyata bertuliskan N****omor tak dikenal. Haira pun menggeser tombol hijau dan menaruh ponsel di telinganya.

__ADS_1


Namun, baru saja ia mendengar ucapan si penelpon, matanya terbelalak, ia pun tersedak dengan daging yang hampir memenuhi mulutnya.


Ia batuk-batuk sambil memukul-mukul dadanya dan jatuh ke lantai


"Astaghfirullah! Haira!" Aiden memekik saat melihat Haira jatuh ke lantai dengan wajah merah padam. Haira terus saja batuk-batuk dengan nafas yang mulai sesak.


Aiden langsung membopong Haira ke luar menuju mobil. Pengawal pun dengan sigap membantunya. Sementara itu beberapa pengunjung restoran mulai ribut melihat kejadian itu.


Haira lekas dibawa ke rumah sakit terdekat yang kebetulan hanya berjarak seratus meter saja. Sepanjang jalan Aiden terus menangis melihat Haira yang wajahnya mulai membiru. Sedangkan kedua anak mereka ikut bersama mobil pengawal dan juga dalam kondisi menangis memikirkan ibu mereka.


Mereka sampai di rumah sakit. Para dokter langsung membawa Haira ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan. Tak berselang lama, William dan Harry sampai disana. Mereka langsung menghambur memeluk Aiden sambil terus menangis.


"Ayah! Ibu kenapa!" jerit William sambil menggoyangkan tangan Aiden.


"Ibu, Ibu!" Harry menangis meratap.


"Tenang, sayang. Kita berdoa saja agar ibu tidak apa-apa." Aiden mencoba menenangkan kedua anaknya.

__ADS_1


Setelah menunggu cukup lama, dokter pun keluar. "Kepada keluarga Ibu Haira."


"Dokter, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Aiden penuh harap.


"Maaf, Pak. Kami sudah melakukan semampu kami, tetapi Ibu Haira tidak bisa kami selamatkan. Ia dinyatakan meninggal satu menit yang lalu karena kehabisan nafas," ucap dokter dengan wajah sedih.


"Ibu!!!!!" William dan Harry pun menjerit sambil memanggil nama ibu mereka. Air mata semakin tumpah ruah mendengar orang yang mereka sayangi sudah tiada.


Sedangkan Aiden masih berdiri mematung. Air matanya menetes dengan perlahan. Bibirnya mengatup. Apakah firasatnya benar-benar terjadi?


"Ayah! Ibu!!!" William menjerit sambil menarik-narik tangan Aiden.


Aiden masih diam mematung. Ia masih mencerna apa yang terjadi. Bahkan ia berharap ini adalah mimpi buruk yang bisa ia musnahkan dengan sadar dari tidurnya.


Namun kenyataannya tidak, Haira yang satu jam yang lalu masih bersamanya, kini sudah tiada. Meninggalkan mereka dalam keadaan hancur. Apa artinya rumah tanpa tingkah lucu Haira? Apa artinya keluarga tanpa kasih sayang istri dan ibu yang cerewet, dan apa artinya cinta tanpa Haira.


Bab selanjutnya masih diketik, sabar ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2