Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Konferensi Pers


__ADS_3

Aiden sudah sampai di gedung Alexan yang merupakan tempat diadakan nya konferensi pers. Para awak media sudah menunggumu di dalam ruangan itu. Per stasiun televisi hanya diperbolehkan dua orang untuk masuk yakni seorang kameramen dan seorang reporter saja.


Aiden terlebih dahulu menemui Haira di salah satu ruangan.


"Sayang, ayo ganti pakaianmu dengan ini." Haira memberikan sebuah paper bag yang berisi pakaian untuk Aiden.


"Apa? Tapi kenapa?" tanya Aiden.


"Karena aku ingin kau memakainya. Aku hanya ingin kau terlihat sederhana. Tidak wah seperti pengusaha yang sok sempurna jika di depan kamera."


"Apa?"


"Kenapa? Kau tidak mau ya?" Haira menunduk sedih.


"Baiklah, baiklah aku akan mengganti pakaianku."


Setelah mengganti pakaian, Aiden dan Haira memasuki ruangan inti di gedung itu. Mereka terlihat tersenyum pada para awak media. Kini semua tau bahwa Alexander bukan lah orang yang sombong seperti dugaan mereka sebelum nya.


Mereka sudah duduk di kursi yang telah disediakan dengan semua alat perekam suara yang memenuhi meja tempat mereka duduk.


Dean dengan setia berdiri di belakang mereka untuk memastikan keamanan mereka. Ruangan tersebut memang sudah aman karena sistem keamanan yang sudah diperkuat.


MC pun memulai acara tersebut.


"Selamat pagi semua. Seperti yang sudah kita ketahui, berkumpulnya kita di sini untuk mendengarkan tuan Side Alexander memberikan penjelasan mengenai kemunculan beliau dengan wajah asli. Kita mulai pertanyaan dari urutan depan saja dan hanya memiliki satu kesempatan untuk bertanya. Silakan." MC menunjuk seorang reporter di ujung depan sebelah kanan.

__ADS_1


"Terima kasih. Tuan, apakah alasan dibalik penyamaran anda menjadi karyawan biasa dikantor anda?"


"Saya hanya ingin melihat seperti apa kinerja para pekerja di perusahaan saya. Saya hanya tidak ingin ada penghianat dalam perusahaan saya."


"Tuan, apakah nona Haira tau sejak awal tentang penyamaran anda?"


"Tidak, dia juga sama seperti kalian."


"Tuan, apakah ada penghianat dalam perusahaan Alexan?"


"Alhamdulillah, tidak ada."


"Tuan kenapa baru dua tahun ini anda memimpin perusahaan Alexan?"


"Tuan, apakah semua klien tuan tidak ada yang tau siapa anda sebenarnya?"


"Tidak ada. Karena saat meeting dengan klien, saya selalu mengirim si bot..Pak Feri wakil saya."


"Selama penyamaran anda, apakah anda pernah mendapat perlakuan yang buruk dari orang-orang sekitar? Jika pernah, Apakah anda memaafkan mereka?"


"Jika saya jawab tidak tentu itu munafik sekali. Beberapa kali saya pernah dihina dan diejek tapi saya tidak mempermasalahkan nya. Bukan salah mereka jika saya adalah orang miskin yang dihina. Saya memaafkan mereka."


"Beberapa minggu yang lalu anda pernah mengalami kecelakaan. Bisakah anda menjelaskan perihal itu, tuan."


"Itu kecelakaan yang tidak disengaja."

__ADS_1


"Tuan, seperti apa rasa sayang tuan kepada nona Haira? Dan benarkah saat ini nona Haira hamil? Maaf tuan jika saya lancang."


Aiden menoleh ke Haira yang sedang duduk di sampingnya dan tersenyum. Dia menggenggam tangan Haira dan tersenyum lembut.


"Dia adalah hidupku, dia nafasku, dia segalanya untukku. Aku bahkan tidak akan bisa hidup tanpanya. Aku mencintai nya dengan segenap jiwaku. Dan kini dia memang sedang mengandung anakku." Aiden mencium punggung tangan Haira. Seketika ruangan menjadi sedikit berisik karena mereka tidak bisa menahan suara saat melihat adegan manis seorang Aiden Alexander.


Dengan begitu selesai lah pertanyaan dalam konferensi pers hari itu. Haira dan Aiden diminta berpose sebelum meninggalkan ruangan itu. Haira yang pada dasarnya memang sedikit bar bar bergaya dengan bibir yang sedikit dimajukan.



Selesai berfoto, mereka pun pergi ke luar. Rencana nya hari ini mereka akan langsung pulang ke rumah.


Sementara itu.


Dina yang pernah melempar Haira dengan kue saat peresmian rumah barunya, duduk bergetar setelah menyaksikan konferensi pers di televisi. Dia telah melakukan kesalahan fatal pada seorang istri Aelxander. Pantas saja dia miskin dalam semalam setelah berbuat jahat pada Haira.


Bu Lurah yang pernah menghina Aiden saat menjemur pakaian juga tengah gemetaran saat menyaksikan hal itu.


Roby masih menemani Salsa yang masih pingsan di ruang kesehatan di kantor Alexan.


Ziko mengamuk di kantornya karena ternyata Aiden adalah Alexander yang lebih hebat darinya.


Sedangkan Resya tersenyum bahagia saat menonton acara tersebut di rumah bersama sang madu.


'Kakak, kau pantas mendapatkan nya. Aku harap setelah ini kalian bisa menolongku keluar dari rumah laknat ini' Batin Resya.

__ADS_1


__ADS_2