
Dalam video tersebut, terlihat lah rekaman saat Ziko bermesraan dengan Giska tepat di depan Resya. Begitu juga pembicaraan Ziko dan Giska yang menyakiti Resya. Rekaman juga menunjukkan seluruh pembicaraan Resya dan Giska yang telah dipotong tadi.
Tak sampai disitu, rekaman terakhir juga menunjukkan saat Giska bertemu dengan seorang pria yang adalah ayah dari anaknya. Namun wajah pria itu di blur. Bahkan dalam percakapan mereka, Giska merencanakan akan merebut harta Ziko dengan menggunakan bayinya.
Ziko terlihat syok melihat itu semua. Seketika dia baru menyadari betapa mustahil baginya untuk menjatuhkan Aiden. Dengan perasaan malu, Ziko pergi meninggalkan gedung itu. Sedangkan Giska langsung jatuh lemas setelah melihat itu semua.
Haira menghampirinya dan membantu nya berdiri. "Aku juga sedang hamil, tapi hatiku tidak sekotor hatimu. Tega sekali kau memperalat bayi yang bahkan belum lahir itu sebagai rencana jahatmu. Jika saja kau menuruti Resya pasti semua ini tidak akan terjadi."
"Lim, antar dia keluar," ucap Haira.
Lim, sang kepala pengawal langsung mengantarnya keluar.
"Maaf jika masalah keluarga ini harus menjadi tontonan publik. Tapi memang begini lah cara agar adik kami Resya bisa terbebas dari kekejaman Ziko. Ini bukan trik kotor. Tapi saya hanya tidak mau nama adik kami jelek dimata publik. Karena itulah kami menggunakan cara ini." Aiden menerangkan sejelas-jelasnya.
Semua orang bertepuk tangan untuknya.
"Baiklah, kita lanjutkan acaranya. Sekarang saatnya hiburan. Kalian bisa menikmati semua hidangan yang disediakan, terima kasih."
__ADS_1
Acara musik pun dimulai. Dan tentu saja lantunan lagu dangdut yang terdengar. Haira begitu sangat menikmatinya begitu juga dengan Resya.
"Kakak, terima kasih. Karena kau mau membantu ku." Resya memeluk Haira.
"Aku senang kau bisa bebas dari si brengsek itu," sahut Haira.
"Kenapa kau tidak pernah cerita, nak?" Harsya mengusap kepala Resya lalu memeluk nya.
"Aku tidak punya kesempatan yah. Aku ragu kalau ayah mau menjalin permusuhan dengan tuan Zen," ucap Resya di sela isak tangisnya.
"Tidak nak, lebih baik ayah kehilangan rekan bisnis daripada kehilangan senyuman anak ayah," ucap Harsya.
"Sayang, kenapa kau tidak pernah bilang pada ibu kalau kau dan adikmu sudah baikan," ucap Laras.
"Maafkan aku bu," ucap Haira.
"Terima kasih telah menyelamatkan Resya, nak. Kau memang malaikat ditengah keluarga kita," Laras mencium kening dan memeluk Haira.
__ADS_1
"Iya bu, dia adikku. Selamanya akan jadi adikku," sahut Haira didalam pelukan Laras.
Acara pun semakin meriah saja. Bersamaan dengan itu, kejadian menegangkan tadi mulai beredar di social media. Berita tentang penghianatan Ziko dan kelicikannya pun menjadi topik terhangat malam itu.
Sementara itu....
"Aaaaarrrrgggghhhh. Berengsek!!!" Ziko membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya.
"Kenapa bisa jadi begini!! Resya pergi dariku dan Giska ternyata hanya pel*cur sialan!! Bisa-bisanya aku tertipu olehnya. Giska!! Awas kau. Dan Aiden, aku akan membalas semua ini!!"
Ziko menyuruh semua pelayan mengeluarkan barang-barang Resya dan Giska dan membuangnya ke tempat sampah.
Disisi lain, Giska baru sampai di sebuah rumah sederhana di pinggi kota. Dia ingin menemui ayah sang bayi untuk memintanya bertanggung jawab. Namun sial, pria itu sudah kabur duluan sebelum Giska sampai. Sepertinya dia melihat siaran langsung ulang tahun Haira dan menyaksikan kejahatannya dan Giska terbongkar.
*****
Resya ikut pulang ke rumah orang tuanya saat pesta sudah selesai. Dia akan tinggal disana dan menunggu sampai hakim mengetuk palu tanda perceraiannya dengan Ziko.
__ADS_1
Dean tersenyum puas karena rencana yang dia susun untuk Resya berjalan lancar. Bahkan rencana cadangan saat rencana pertama gagal juga dia yang menyusun. Sekarang yang dia harap hanya satu hal. Sebutan pelakor hilang dari dirinya.