
Beberapa bulan kemudian.
Hari ini adalah sidang putusan perceraian Resya dan Ziko. Seluruh media meliput perceraian tersebut. Perbuatan tidak terpuji Ziko digadang-gadang menjadi pokok utama dalam liputan tersebut. Sedangkan untuk Resya, mereka memberikan dukungan dan semangat agar Resya bersabar dan menerima semua ini.
Tepat setelah palu diketuk oleh Hakim, maka Resya dan Ziko resmi bercerai.
Resya dan keluarga keluar dari gedung pengadilan tersebut. Tampak banyak wartawan yang langsung mewawancarai nya.
"Nona, bagaimana perasaan anda setelah resmi bercerai?" tanya salah seorang wartawan pada Resya.
"Saya merasa sangat lega dan saya rasa ini memang keputusan yang tepat," sahut Resya.
"Kami salut dengan nona yang sangat tabah dalam menghadapi ini semua."
"Untuk apa salut padanya?"
Tiba-tiba Ziko datang menghampiri mereka.
"Tuan, apa maksud anda?" tanya si wartawan.
"Asal kalian semua tau. Ketika saya menikah dengan nya, dia sudah tidak perawan. Apakah begini tingkah laku anak seorang pengusaha?"
__ADS_1
Seketika semua yang ada disitu terkejut. Bahkan keluarga Resya juga terkejut mendengarnya.
"Nona, apakah yang tuan Ziko katakan itu benar?" tanya sang wartawan.
Resya terlihat sangat sedih dan dia pun pergi meninggalkan tempat itu menuju ke mobil.
"Maaf, Resya sedang tidak bisa diganggu," ucap Aiden pada semua wartawan. Mereka pun segera menyusul Resya yang sudah berada di dalam mobil.
Sedangkan Ziko masih berada didalam wawancara tersebut.
"Tuan, apakah itu penyebab anda menikah lagi?" tanya wartawan.
"Ya, saya sangat kecewa dengan nya sehingga saya memilih menikah lagi dengan gadis yang masih perawan. Tapi saya malah di bohongi olehnya," ucap Ziko lirih.
"Tuan Ziko, jika anda berkenan bisakah anda berhenti menjelekkan Resya dan berkaca pada diri anda?" tanya Aiden yang tiba-tiba datang dan tersenyum kepada semua wartawan.
"Tuan, apa maksud anda?" tanya Ziko yang sedang menahan geramnya.
"Harus nya di kondisi tuan saat ini, perbanyak lah bersyukur. Anda beruntung karena wanita secantik Resya mau menjadi istri anda yang ternyata mandul dan tidak akan mempunyai keturunan seumur hidup. Lihat kan, anda malah diperdaya oleh istri siri anda," tutur Aiden.
Ziko mengepalkan kedua tangannya. Jika saat ini tidak ada wartawan, maka dia pasti sudah menghajar Aiden habis-habisan.
__ADS_1
"Mencintai wanita bukan soal perawan atau tidak, tapi tentang bagaimana anda menerima keadaannya dengan lapang dada. Jika anda menjelekkan dirinya, sama saja anda menjelekkan diri anda sendiri. Ibarat sudah tau pahit masih dimakan juga. Sambil menyelam minum air ya."
Ziko yang merasa terpojok langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal yang membuncah.
Aiden tersenyum dan pamit kepada para wartawan.
Mobil pun melesat ke rumah keluarga Harsya. Haira dan Aiden naik mobil sendiri dengan supir dan Dean.
"Aku tidak menyangka Ziko akan membongkar semuanya," ucap Haira.
"Apa Resya pernah bercerita padamu soal ini?" tanya Aiden.
"Tidak, tapi aku ingat betul, sepulang dia dari liburan luar negeri setelah lulus SMA sekitar tiga tahun yang lalu, dia terus murung dan lebih banyak melamun. Saat aku tanya dia tidak pernah mau menjawab," jelas Haira.
"Apa terjadi sesuatu dengan Resya saat berada disana?" tanya Aiden.
"Entahlah aku juga tidak tau," ucap Haira.
"Di negara mana dia liburan?" tanya Aiden.
"Australia," sahut Haira.
__ADS_1
Dan seketika itu juga wajah Dean pun pucat pasi.