Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Episode Spesial - Kemana dia?


__ADS_3

"Haira! Haira!!" Aiden berteriak mencari keberadaan Haira yang entah berada di mana. Sejak pulang dari bekerja, ia tak menemukan keberadaan Haira.


Bahkan, kedua anaknya tidak ia jemput saat pulang bersekolah. Para pelayan dan pengawal tidak melihat keberadaan Haira yang seperti menghilang dengan pintu ajaib. Tidak ada jejak, kecuali,,,,,,


Mata Aiden terbelalak saat melihat sebuah pintu yang selama ini tak pernah terbuka, kini malah terbuka lebar. Cepat-cepat ia masuk ke dalam ruangan yang mempunyai ruang rahasia dibalik dinding yang ada di dalamnya.


Saat memasuki ruangan tersebut, ia mendengar suara isak tangis yang berasal dari dalam ruang rahasianya. Ia menekan sebuah tombol yang ada dibalik lukisan dalam ruangan tersebut. Dinding yang semula diam, kini bergeser dan memberikan celah yang sangat besar. Ia pun masuk ke dalam dan mencari sumber suara isak tangis tersebut.


Ternyata memang benar, itu adalah suara Haira yang sedang menangis sambil membaca sebuah buku milik Aiden yang merupakan sebuah buku agenda kegiatannya. Ia begitu terluka dengan tulisan dan juga foto yang tertempel di dalamnya.

__ADS_1


Aiden berjalan perlahan menghampiri Haira. Ia menatap istrinya dengan tatapan penuh penyesalan karena telah menyembunyikan rahasia itu dari Haira selama ini.


"Haira, aku,,,," Aiden tak mampu berkata-kata lagi. Lehernya terasa tercekat ketika ingin menuntaskan kalimatnya. Ia melihat sebuah foto yang dipandangi Haira dengan penuh luka.


"Bagaimana bisa kau menyembunyikan semua ini dariku."


"Sayang, aku minta maaf, aku bukannya ingin menyembunyikan rahasia ini darimu, tetapi, semua ini hanya akan membuatmu terluka lebih dari ketika mengetahui kejahatan paman Harsya dan bibi Laras."


"Keadaannya akan membuatmu semakin sedih, Sayang." Aiden mencoba memberi pengertian pada Haira.

__ADS_1


"Sejak kapan kau mengetahui hal ini?" tanya Haira yang kini berdiri berhadapan dengan Aiden.


"Sejak Harsya dan Laras tertangkap. Saat aku memberikan keterangan, Harsya memberitahu bahwa dia masih hidup namun dengan kondisi memprihatinkan. Seluruh tubuhnya lumpuh sejak kecil, ia didiagnosa menderita penyakit leukimia saat itu. Selama ini dia bertahan karena seorang dokter membiayai pengobatannya. Dan aku melanjutkan sampai sekarang. Sedangkan foto itu diambil setiap tahun oleh dokter yang merawatnya.


"Apakah aku tidak boleh bertemu dengannya? Bagaimana pun juga dia adalah kakakku! Kenapa kau tidak memberitahu ku soal ini! Aku harusnya tahu bahwa aku mempunyai seorang saudara kembar!" Haira menatap Aiden dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Maafkan, aku. Aku hanya tidak ingin membuatmu bersedih karena kenyataan ini."


"Kau bukan tidak ingin membuat ku bersedih. Tetapi kau tidak ingin dia menjadi beban hidupmu, bukan?"

__ADS_1


"Haira, bukan begitu. Aku tidak berpikiran seperti itu."


"Jelas sekali kau tidak ingin dia mengusik ketenangan mu, bukan? Kau tidak ingin dia menjadi pengganggu di rumah kita. Apakah aku tidak bisa berada di sisinya meskipun itu disaat-saat terakhirnya? Apa tidak bisa aku memberikan kebahagiaan di hidupnya meski hanya sebentar? Tidak bisakah dia menikmati saat terakhir bersamaku? Apakah tidak bisa?" Haira memukul-mukul dada Aiden. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Aiden tega menyimpan rahasia bahwa sebenarnya ia mempunyai saudara kembar yang sengaja dibuang Harsya dan Laras setelah membunuh orang tuanya.


__ADS_2