Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Pengakuan


__ADS_3

"Apa?? Jadi kau yang sudah menghancurkan Resya?" Haira terlihat murka setelah mendengar pengakuan dari Dean bahwa dialah pria berengsek yang telah merenggut kesucian Resya.


"Maafkan saya nona. Itu diluar kendali saya." Dean masih tertunduk.


Haira yang berang langsung mencengkram kerah Dean. Dengan sekuat tenaga dia mendorong lalu menampar Dean.


"Karena ulahmu adiku jadi menderita begini. Dan dengan seenaknya kau hanya bilang maaf?" Amarah Haira terlihat semakin menjadi.


"Dean!" panggil Haira.


Dean terkesiap. Dia tersadar dari lamunannya. Ternyata yang tadi itu adalah khayalan nya saja. Dia belum mengatakan apapun pada Haira.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Aiden.


"Saya....mau minta maaf. Sebentar tuan." Dean membuka jasnya agar Haira tidak kesulitan memukulnya seperti dalam khayalannya tadi.


"Ada apa?" tanya Haira yang semakin bingung.


"Nona, maukah anda menampar saya dengan sekuat tenaga? Atau tuan saja yang memukul saya," ucap Dean yang masih terduduk di sofa rumah itu.


"Hah? Kau kenapa Dean?" Haira semakin bingung saja melihat tingkah Dean.


"Saya mohon nona. Karena setelah saya mengatakan semua ini, anda pasti akan sangat murka," ucap Dean.


"Katakan Dean, jangan bertele-tele. Kalau tidak sedang emosi mana mungkin kami bisa memukulmu," ucap Aiden tidak sabar.

__ADS_1


Dean menarik nafas panjang lalu mengeluarkan nya perlahan.


"Saya adalah orang....yang.......merenggut


.....ke......sucian.......Resya!" Dean berkata lantang namun wajahnya tetap tertunduk. Kedua tangannya mengepal erat diatas kedua pahanya. Bahkan kini dia menjatuhkan diri ke lantai dan berlutut di depan Haira.


Haira masih diam. Sementara Aiden langsung menarik kerah baju Dean dan memukulnya berulang-ulang.


"Apa kau sadar apa yang kau katakan? Kau sudah menghancurkan kehidupan seorang wanita dengan cara paling murahan!!!" Aiden terlihat sangat murka.


Dean hanya diam menerima pukulan demi pukulan dari Aiden. Rasanya ini belum seberapa dibanding luka batin yang Resya alami.


Setelah Dean babak belur, Aiden kembali berdiri dan menghampiri Haira yang sejak tadi diam mematung.


Haira menatap Dean dengan tatapan serius. Dia berjalan mendekati Dean dan memegang kerah bajunya lalu menariknya supaya ikut berdiri.


Dean sudah berdiri di depan Haira. Dia hanya bisa tertunduk menyesal akan perbuatannya. Dan sekarang dia hanya menunggu Haira memukul dan memakinya.


"Nikahi dia secepatnya!"


"Apa?" Aiden terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan Haira. Bukannya marah, dia malah menyuruh Dean menikahi Resya.


"Aku bilang nikahi dia secepatnya!"


Aiden mendekati Haira dan membimbing nya untuk duduk kemudian memberinya air minum. "Sayang, apa kau baik-baik saja? Apa ucapannya sudah mengacaukan pikiranmu?" tanya Aiden yang terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak gila. Aku bersungguh-sungguh. Dean harus segera menikahi Resya." Berdiri dan memegang tangan Dean sambil menatap nya dengan serius. "Aku mohon Dean, segera nikahi Resya, aku mohon!" Haira mulai menangis.


Aiden terkejut karena tiba-tiba Haira bersikap seperti itu.


"Sayang, ada apa dengan mu? Apa yang terjadi?" tanya Aiden.


"Aku....aku baru mendapatkan ingatanku seluruhnya," ucap Haira.


"Apa? Ingatan? Seluruhnya? Apa itu berarti....."


"Ya, kau benar. Saat kecelakaan waktu itu, aku mengingat kembali ingatan semasa kecilku tapi hanya ingatan saat aku bersamamu dulu. Tapi sekarang aku sudah mengingat semuanya. Pengakuan Dean, langsung membuat aku syok dan seluruh ingatan yang menyakiti hatiku telah kembali. Resya! Dia dia dalam bahaya! Selamatkan dia!"


Haira kembali mengguncang tubuh Dean dan memohon padanya. "Aku mohon Dean, selamatkan dia! Selamatkan dia!!!" Berteriak lalu terhuyung dan pingsan namun langsung ditangkap oleh Aiden.


"Sayang, bangun!" Aiden terlihat sangat panik.


"Dean, siapkan mobil dan bawa nona muda ke rumah sakit," ujar Dean.


"Tidak tuan, jangan bawa nona muda keluar dari rumah ini. Sebaiknya biarkan nona tetap disini. Datangkan dokter saja kesini agar nona bisa diperiksa," ujar Dean.


"Apa maksudmu?" tanya Aiden.


"Sebaiknya kita tunggu nona sadar dulu lalu mendengar penjelasan beliau," ujar Dean.


Aiden mengangguk. Dia pun menelepon dokter keluarga Alexander dan menyuruhnya untuk datang.

__ADS_1


__ADS_2