
Dua bulan telah berlalu. Kini Resya telah dinyatakan hamil. Semua begitu senang mendengar nya. Seakan kebahagiaan keluarga mereka sudah lengkap.
Kini Dean telah menjadi pimpinan di perusahaan ayahnya yang ada di indonesia. Aiden tetap memimpin Alexan group dan dia mengangkat asisten yang baru.
Stasiun televisi milik Harsya kini resmi menjadi milik orang tua Resya.
Haira masih ingin fokus merawat kedua buah hati kembar nya. Grandma dan dua orang baby sitter ikut membantu menjaga William dan Harry yang semakin menggemaskan.
Ziko dan Zen mendekam di penjara untuk waktu yang lama.
Malam ini mereka sedang makan malam di sebuah restoran yang sudah di reservasi untuk merayakan kehamilan Resya. Sedangkan Sarah dan Allen tidak bisa hadir karena sedang berada di Australia.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Aiden.
"Sangat sulit menjadi pemimpin, tuan," sahut Dean.
"Kenapa kau masih memanggilku tuan. Panggil saja Aiden," ucap Aiden.
"Maaf, aku tidak bisa. Bagaimana kalau kakak ipar saja," ucap Dean.
"Jangan, geli sekali mendengar nya. Resya ajari dia untuk memanggil namaku," ucap Aiden.
"Siap, kak!" Resya mengangkat tangannya dan memberi hormat.
"Oh ya paman, bagaimana dengan stasiun televisi milik paman?" tanya Aiden pada ayah Resya.
"Luar biasa. Semakin banyak yang produser yang mengajak paman kerja sama. Sepertinya namamu telah menaikkan pamor stasiun televisi itu," sahut ayah Resya.
"Wah selamat ya paman. Itu karena kerja keras paman, bukan karena aku," ucap Aiden.
"Resya, apa yang kau inginkan?" tanya Haira.
"Aku ingin pergi ke pulau milik kalian," ucap Resya.
__ADS_1
Seketika semua menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Resya.
"Sayang, apa kau lupa pulau itu sudah dijadikan tempat penangkaran buaya," ucap Dean.
"Ya aku tau makanya aku ingin kesana. Aku ingin sekali melihat buaya bergigi tajam. Aku ingin menyentuh giginya," sahut Resya.
"Tidak boleh!" seru Dean.
"Tapi aku ngidam itu," gerutu Resya.
Semua yang ada disitu tampak tegang. Jika tidak dituruti bisa berdampak kurang bagus untuk ke depannya.
"Resya kau bisa meminta apapun tapi jangan yang itu!" Haira menatapnya dengan serius.
"Aku ngidam!" Resya melipat tangannya dan membuang muka.
"Sayang jangan lakukan ini," pinta Dean.
"Kakak sudah bertanya. Harus dikabulkan!"
"Sayang," Dean memelas.
"Apa kau membawa yang ku pesan?" tanya Resya.
Dean mengangguk.
"Mana?" Resya menadahkan tangannya.
Dean mengambil sebuah paper bag yang ada di bawah meja lalu menyerahkan nya pada Resya.
Resya mengambil sesuatu di dalam paper bag. Ternyata itu adalah miniatur buaya yang terbuat dari kayu. Kemudian dengan perlahan dia menyentuh gigi buaya itu.
__ADS_1
"Sudah, ayo makan lagi." Resya meletakkan kembali miniatur itu ke dalam paper bag.
"Apanya yang sudah?" tanya Haira.
"Sudah ngidamnya," ucap Resya.
Semua menatapnya dengan kesal.
"Apa? Memang nya kalian mau mengantar ku ke pulau itu?" tanya Resya.
Semua terdiam.
"Dean, sebelumnya apa saja permintaan nya?" tanya Haira.
"Beberapa hari lalu dia membuat ku berenang di empang karena ingin memakan ikan mas yang ditangkap dengan tangan di dalam empang. Kemarin dia juga membuatku memanjat pohon mangga karena ingin makan mangga yang dipetik langsung. Dan tadi malam dia memintaku memakan semua mangga muda itu," jelas Dean dengan wajah pasrah.
Bukannya kasihan, semua malah tertawa mendengarnya.
"Ngidam mu lebih menantang dibanding Haira dulu. Jelas sekali ayahnya cerdas, maka anaknya juga cerdas," ucap Aiden.
"Dan aku yakin ngidam mu kali untuk melihat wajah bingung kami kan?" tanya Haira.
Resya tergelak dan itu membuat mereka semua menggelengkan kepalanya. Rupanya calon anaknya sangat pintar mengerjai orang.
"Dean, nikmati lah masa-masa ini. Tinggal delapan bulan lagi kok," ejek Haira.
"Ya tertawa lah sepuasnya."
Resya semakin tertawa keras hingga tanpa sengaja mendorong Dean hingga dia jatuh ke bawah. Dean berdiri dengan wajah kesal. Dia menarik nafas dan mengeluarkan nya perlahan. "Tertawalah," ucapnya dengan wajah datar.
Seketika semua yang ada disana pun tertawa. Ya, memang benar. Tertawa lah, karena dengan tertawa akan sedikit mengurangi beban hidupmu. Selama ini mereka sudah melewati begitu banyak masalah dan hari ini mereka memang pantas tertawa.
*TAMAT*
__ADS_1
INFO NOVEL SELANJUTNYA ADA DI EPISODE BERIKUTNYA.