
"Sayang." Aiden membuyarkan lamunan Haira.
"Eh iya sayang."
"Aku pergi dulu ya."
"Sayang, tunggu." Haira menarik tangan Aiden agar lebih dekat dengannya.
"Kenapa sayang?" Aiden terlihat heran.
"Cium aku." Haira menyentuh pipinya.
Aiden dengan cepat mencium pipi Haira.
'Aku harap kau terlindung dari godaan syaiton yang terkutuk." Batin Haira dengan tatapan serius.
Setelah itu, Aiden mendaratkan ciuman ke bibir Haira.
Ia hanya tidak tau saja kalau Haira sebenarnya ingin menjaganya dari Naumi. Padahal tidak dijaga pun Aiden akan tetap setia pada Haira. Terbukti dari setiap pertemuan kerjasama mereka selama ini, Aiden tidak pernah berbicara banyak dengan Naumi. Bahkan ia sering membicarakan Haira di depan Naumi dan rekan kerjanya yang lain. Jadi, ambisi Naumi adalah karena merasa iri melihat Haira yang beruntung mempunyai suami seperti Aiden.
Seperti saat meeting beberapa bulan yang lalu.
Flashback On
__ADS_1
Setelah rapat selesai, Aiden dan para rekan kerjanya seperti David Pramudya, Reyza Armadja dan Naumi mengobrol sebentar.
"Aiden, bagaimana kabar anak-anakmu?" tanya Reyza.
"Mereka baik. William yang kalem dan Harry yang super aktif." William mengambil gelas dan meminum isinya.
"Wah, ternyata anak kembarmu sama seperti anak kembarku. Yang satu pendiam dan yang satu super aktif, bahkan terkesan kuat dan tangguh," sahut Reyza.
"Siapa?" tanya Aiden.
"Alezha, anak perempuanku."
"Wah dia mengingatkan aku pada seseorang." Aiden melirik David.
"Apa? Kau mau bilang kalau anak Reyza mirip dengan istriku? Sevina sudah tidak segalak dulu," gerutu David.
"Hah, mama Viana itu juga ibu Sevina."
"Hahaha, kau sensitif sekali." Aiden tertawa diikuti dengan Reyza dan David.
Sedangkan Naumi hanya menjaga nyamuk mendengarkan cerita rumah tangga mereka. Padahal tadi mereka sudah mempersilakan Naumi untuk pergi duluan, namun Naumi masih ingin di sana. Bersama tiga papa muda yang tampan-tampan itu.
"Kau tau? Haira ku sampai kewalahan menjaga Harry karena tidak bisa diam. Dulu aku menyarankan untuk menggunakan jasa babysitter Tetapi dia tidak mau titik namun sekarang akhirnya dia mengalah dan mau menggunakan jasa babysitter karena anak-anak semakin besar dan semakin aktif."
"Sayang sekali ya Tuan Aiden, seharusnya sebagai ibu, Haira bisa menjaga kedua anaknya tanpa harus menggunakan jasa babysitter. Kalau aku menjadi seorang ibu aku ingin menjaga anakku dengan kedua tanganku sendiri tanpa bantuan siapapun," celetuk Naumi.
__ADS_1
Reyza dan David hanya bisa saling pandang.
"Aku tidak masalah dengan semua itu. Lagipula dia sering menemani anak-anak bermain bersama babysitter nya. Itu wajarkan Jika dia menggunakan jasa babysitter Karena kelelahan. Bukan satu yang dijaga tetapi dua anak." Aiden seperti tidak suka dengan ucapan Naumi.
"Haira itu wanita yang sangat baik, ramah dan mudah berbaur. Istriku saja sangat suka padanya," ucap David.
"Ya mereka cocok. Haira ku memang sangat istimewa. Dia tidak pernah melakukan hal yang tidak aku suka. Dia selalu melakukan kewajiban nya sebagai isti dengan baik."
(Saat ini Aiden mencoba melupakan kejadian perihal laptop yang dicuci dan ponselnya yang terbakar)
"Sepertinya kau sangat mencintai istrimu ya." Reyza menambahkan.
"Tentu saja, dia adalah wanita paling sempurna di dunia ini." Aiden tersenyum bangga.
Merasa tidak senang dan tidak nyaman Naumi pun pamit kepada mereka. "Maaf aku permisi dulu. Aku baru ingat ada pekerjaan yang harus diselesaikan."
"Huhh, akhirnya pergi juga." Aiden menghela nafas pelan.
"Sepertinya kau merasa terganggu dengan nya ya," ucap Reyza.
"Aku paling tidak suka dengan orang yang membanding-bandingkan istriku dengannya. Apalagi sampai terkesan ingin menjelek-jelekkan begitu. Aku masih membutuhkan kerjasama dengannya. Kalau saja kerjasama kami tidak penting, aku pasti sudah mengusirnya sejak tadi." Aiden menatap kesal.
"Hahaha ya, aku juga tidak suka jika istriku dijelek-jelekkan." Reyza menimpali.
"Kalau aku tidak perlu khawatir karena tidak akan ada yang berani menjelekkan Sevina."
__ADS_1
Sontak ucapan David membuat Reyza dan Aiden tertawa.
Flashback Off