
30 menit Aditya berkendara akhirnya sampai ke apartemen. Aditya dan Kayla keluar bersama-sama dari dalam mobil menuju kamarnya yang berada di lantai 10.
Keyla dan Aditya sekarang berada didalam apartemen yang lagi duduk berhadapan, ntah apa yang mereka pikirkan.
Hening
"Dit.... " Ucap Kayla mulai membuka obrolan.
"Hmmmm.. "
"Dit, kenapa kamu tidak menceraikan saja Cahaya? Dia juga tidak bisa memberikan kamu anak dit." Tanya Keyla
"Maaf Kay, kalau saya menceraikan Cahaya kita akan hidup susah. Kamu mau hidup susah dan tidak bisa beli barang-barang branded lagi."
"Ya nggaklah dit, tapi dit saya juga pengen memiliki kamu seutuhnya. Bukan malah berbagi sama si mandul itu."
"Sabar ya, saya akan membujuk Cahaya dan mau memaafkanku dan menerimaku kembali. Setelah dia percaya kepadaku, kita akan ambil perusahaannya menjadi milik kita." dusta Aditya
"Baiklah, saya akan mencoba bersabar demi masa depan kita" Jawabnya lesuh dan diangguki Aditya.
...****************...
__ADS_1
Di tempat berbeda, Cahaya baru saja kembali ke hotel setelah seharian menghabiskan waktu mengunjungi mall dan kemudian lanjut bersantai menikmati Pantai Kuta.
Cahaya menatap langit-langit kamarnya dan menghembuakan nafasnya dengan kasar.
"Apa mungkin kamu selalu menghabiskan waktu dengannya ? ketika saya yang meminta jalan-jalan kamu selalu sibuk. apakah karena Kayla mas sehingga kamu tidak punya untukku atau kamu tidak pernah mencintaiku? Dalam Hati Cahaya selalu bertanya-tanya apakh mas Aditya mencintai nya atau tidak. ataukah hanya mencintai uangnya saja.
cahaya tidak bisa tidur dia terus berbalik kiri dan kanan dia tetap tidak bisa tidur. Akhirnya dia lebih memilih bangun dan berjalan keluar mencari angin.
Cahaya berjalan di tepi pantai dengan dress warna pink. dia berjalan sendirian ditengah malam.
Setelah kakinya pegal karena berjalan menyusuri bibir pantai. Cahaya memutuskan untuk duduk sambil membuka kaleng minuman yang sempat dia beli di mini market.
"Sendirian? " Tegur seseorang yang tiba-tiba duduk disebelahnya.
Cahaya hanya melirik dari sudut matanya. tak berniat sama sekali menjawab teguran pria yang menurutnya sok kenal.
"Arsen" Pria mengulurkan tangannya ke arah Cahaya
Cahaya tetap diam tidak menghiraukan pria yang disampingnya yang terus menatapnya.
"Ngemil ya."
__ADS_1
Merasa terganggu dengan kehadiran pria itu, Cahaya berniat untuk berdiri dan mencari tempat duduk lain yang lebih tenang.
"Patah Hati" Tebak pria itu. "Lupain cowok yang udah sia-siain kamu. Hidup itu tidak selamanya lurus-lurus. ada kalahnya kita bahagia atau sedih. itulah kehidupan.
Ucapan pria sok tau itu mengurungkan niatnya untuk beranjak. entahlah, sepertinya dia memeng butuh teman curhat saat ini. Bukankah Curhat dengan orang tidak dikenal akan lebih aman.
"Kamu masih mudah, Kalau putus ya cari yang baru."
Cahaya tergelak mendengar ucapan cowok sok tau itu, Jika memeng hidup sesimpel itu kenapa ada orang yang stres bahkan nekat bunuh diri.
"kamu pernah patah hati?" Akhirnya Cahaya bersuara.
Arsen tergelak. tak menyangka jika cewek disebelahnya akhirnya mengeluarkan suara.
"Pernah, dia orang yang saya cintai, tapi ternyata dia lebih memilih orang lain. Karena orang itu lebih kaya dari saya." Tersenyum getir yang menyiratkan luka yang dalam.
"Kamu ingin tau apa yang saya lakukan untuk melupakannya?" Tanyanya dan diangguki oleh Cahaya.
"saya bekerja siang malam tanpa lelah, yang ada hanya dalam pikiranku saya menghasilkan uang yang banyak. jadi orang sukses dan tidak ada orang yang menghinaku. Walaupun orang tuaku sekalipun"
...***Bersambung***...
__ADS_1