
Cahaya menatap Arsen dengan tatapan Iba.
"Jangan menatapku seperti itu. saya tidak suka ditatap dengan rasa kasihan. Bukankah nasib kita hampir sama, cuma saya sudah lama putus sedangkan kamu baru putus dengan pacarmu" Ucapnya tersenyum getir.
"Bukan putus. Tapi, suamiku berselingkuh dengan sahabatku. Bahkan hubungan mereka sudah jauh." Cahaya tersenyum getir dan menyiratkan luka yang tak berdarah.
""Apa kamu tidak ingin balas dendam kepada suamimu."
Cahaya menoleh kearah Arsen dan menatapnya yang sulit diartikan.
"Caranya.... "
"Kita pura-pura jadi pasangan kekasih? "
Cahaya Melototkan matanya. seakan tak percaya apa yang diucapkan Arsen.
"Jangan bercanda"
Saya serius dengan ucapanku, saya bisa membantumu untuk membalaskan rasa sakit hatimu dengan suamimu."
"Terima kasih, tapi saya tidak bisa."
"Kenapa? "
"Apa bedanya saya dengan dia, walaupun kita pura-pura pasangan kekasih tapi itu tetap namanya berselingkuh. saya benci itu. dan saya akan tetap setia padanya sampai ketuk palu dipengadilan."
"Emeng kamu sudah mengajukan gugatan cerai." Kepo Arsen.
__ADS_1
"Ya saya sudah mengajukan gugatan cerai di pengadilan, mungkin sebentar lagi akan ada panggilan."
"Jadi, lo calon Janda?"
Hati Cahaya kian dongkol. Dia memeng Calon janda, tapi tidak usah perjelas dengan statusnya. mungkin hanya sebuah tidak keberuntungannya saja.
"Kadang, jarang terkena masalah membuat kita down saat pertama kali kena masalah. beda dengan orang yang tiap harinya terkena masalah, sudah tahan banting. " Ujar Arsen sambil menatap lurus kedepan. Bibirnya mengulum senyum getir. seolah menceritakan diri sendiri.
Cahaya mendelik kearah Arsen.
"Apa ada salah dengan ucapanku."
"Tidak ada, cuma dari ucapanmu tersiratkan ada kepedihan."
"Kamu benar, Orang yang selalu tersenyum itu hanya menyembunyikan lukanya."
Cahaya tertegun mendengar ucapan Arsen
"Dari kecil saya sudah merasakan rasa sakit, saya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuaku. mereka hanya menganggapku anak pembawa sial. sampai akhirnya saya meninggalkan rumah dari umur 10 Tahun. saya bisa bersekolah karena otakku yang pintar dan mendapatkan beasiswa."
"Lalu, dari umur 10 tahun apa yang kamu lakukan untuk bertahan hidup." Cahaya melupakan kesedihannya, ketika dia mendengar cerita Arsen.
"Apapun saya kerjakan yang penting bisa menghasilkan uang, seperti mencopet atau jadi kuli dipasar." Ujar Arsen dengan tersenyum getir.
"Ternyata saya lebih beruntung ketimbang kamu,
apakah kamu tidak pernah pulang kerumah orang tuamu." Tanya Cahaya hati-hati.
__ADS_1
"Buat apa pulang, saya sukses dengan usahaku sendiri, Bahkan saya sanggup menafkahi kamu kalau kita menikah calon janda." Ucap Arsen Terkekeh.
Cahaya mendengus mendengar perkataan Arsen. yang menurutnya tidak berarti sama sekali.
"Kenapa? Bukankah janda lebih pengalaman?" Ucap Arsen menggoda Cahaya.
"Ciii nggak jelas." Cibir Cahaya.
"Jangan kamu berpikir janda itu akhir dari segalanya. Malahan sekarang banyak lo orang mengejar janda.
Cahaya bersedih mendengar ucapan Arsen.
" Karena Janda itu sudah tau statusnya. Tapi gadis dia belum tentu gadis." Bisiknya dekat telinga Cahaya.
"Sok Tau... "
"Kalau nggak percaya juga nggak apa-apa" Ucapnya.
"Ayo... " Arsen berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Cahaya. Dia hanya menatap ukuran tangan Arsen tanpa minat membalasnya.
"Jangan berfikir Macam-macam, saya cuma mau mengantarmu pulang. tidak baik kalau seorang perempuan jalan sendirian ditengah malam."
"Tidak usah, Terima kasih. Saya bisa pulang sendiri. " Ucapnya berdiri tanpa menerima uluran tangannya.
Arsen hanya menatap kepergian Cahaya yang kian menjauh dari pandangannya.
"Kamu harus jadi milikku, karena kamu sudah membuatku jatuh cinta pandangan pertama dan saya akan menunggu jandamu" Ucapnya yang terus menatap Punggung Cahaya yang sudah menjauh dari pandangannya.
__ADS_1
...***Bersambung***...
Jangan lupa Follow, like, Coment dan Vote.