
Setelah Chandrick mendengar cerita Cahaya mengenai kecelakaan dia semakin yakin untuk membantunya.
"Istirahatlah, jangan banyak pikiran." Ujar Chandrick dan menarik selimut Cahaya sebatas dada. Setelah itu dia duduk disofa menyalahkan laptopnya, dia tetap bekerja memeriksa laporan yang dikirim oleh Hanz ke emailnya. Sesekali dia melirik Cahaya yang sudah tertidur karena pengaruh obat yang ia minum.
1 minggu Cahaya dirawat dirumah sakit, Dia diperbolehkan pulang, Namun Cahaya hanya pasrah ikut bersama Chandrick ke mansionnya. Karena ia tidak punya siapa-siapa negara ini.
Sesampainya di mansion Cahaya disambut hangat oleh Maid.
"Selamat datang Nona mudah." Ujar maid dan seluruh pekerja yang berbaris menyambut Nona mudah dan tuan mudanya.
Cahaya hanya menampilkan senyum sedangkan Chandrick hanya berwajah datar dan terus melangkah masuk dengan menggandeng tangan Cahaya masuk.
"Kayaknya itu de akan jadi nyonya di mansion ini, Selama saya kerja disini tuan mudah tidak pernah membawah seorang wanita manapun." Ujar Maid yang sudah lama kerja dimanaion Chandrick.
"Betul, saya senang kalau tuan sudah menemukan pasangan yang baik." Ujar Maid yang lebih tua dari Maid yang lain.
"Tapi Nona sangat cantik dan murah senyum." Timpal Susan yang lebih mudah dari yang lain.
"Apaan si, Saya yakin dia itu jalannya tuan Chandrick, paling sebentar lagi dibuang Jika dia sudah bosan." Ujar Maid yang suka iri dengan orang lain. Maid itu bernama Lisa.
Para Maid itu tidak mengubris ucapan Lisa, dia meninggalkan Lisa sendiri karena malas mendengar ocehan yang tidak ada gunanya.
...****************...
Cahaya sudah sampai dikamar yang akan dia tempati sementara waktu.
__ADS_1
"Terima kasih Ndrik, kamu sudah baik sama saya. Saya tidak tau harus membalasnya bagai mana.?" Ujar Cahaya menunduk.
"Kamu yakin ingin membalas kebaikanku." Ujar Chandrick dengan mengangkat sedikit dagu Cahaya supaya menatapnya.
"Iya." Ujarnya dengan menganggukan kepalanya.
"Menikahlah denganku." Bisik Chandrick dekat telinga Cahaya.
Cup
Chandrick mencium pipi Cahaya yang membuat Cahaya menunduk malu.
"Saya serius, pikirkanlah saya juga tidak memaksamu." Ujar Chandrick dan membuat Cahaya tertegung. Lalu Chandrick keluar dari kamar Cahaya.
"Kamu itu terlalu baik, saya tidak mungkin bisa bersamamu, apa lagi saya tidak bisa memberikanmu keturunan." Gimana Cahaya sedih.
"Bagaimana perusahaanku, apakah Arga bisa mengurusnya. Bagaimana caranya saya bisa menghubunginya." Guman Cahaya bingung untuk menghubungi asisten kepercayaannya.
Dia bangung dari tempat tidurnya untuk menemui Chandrick yang kamarnya bersebelahan.
Di dalam kamar Chandrick.
"Tuan permasalahan kantor semakin rumit dan kita belum bisa menemukan siapa penghianat di kantor." Ujar Hanz menunduk takut karena tidak berhasil menemukan siapa pelakunya
"Hanz kenapa sekarang kerjaanmu sangat lelet ini sudah hampir 2 minggu dari waktu saya tentukan dan kamu belum menemukan orang itu." Ujar Chandrick dengan sedikit membentak.
__ADS_1
"Maaf Tuan, saya akan berusaha lebih keras lagi mencari orang itu." Ujar Hanz dengan menunduk.
"Hanz saya mau secepatnya." Ujar Chandrick dengan memijit pelipisnya, pusing memikirkan perusahaannya yang mengalami kerugian besar.
"Saya bisa membantumu." Ujar Cahaya melangkah masuk kekamar Chandrick.
"Maaf sebelumnya saya mendengar pembicaraan kalian, Karena pintu kamarmu tidak tertutup rapat." Ujar Cahaya menjelaskan agar tidak dianggap sengaja mendengar pembicaraan Chandrick sang pemilik manaion.
Chandrick hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya kearah Cahaya dan dia menerima uluran tangan Chandrick.
Chandrick menarik Cahaya, Seketika Cahaya duduk dipangkuan Chandrick. Sedangkan Hanz jangan ditanya lagi, dia melongoh melihat kelakuan tuanya pertama kali pada seorang perempuan.
"Chandrick, biarkan saya duduk sendiri, saya kurang nyaman duduk di sini." Ujar Cahaya dengan pipi memerah karena malu, apa lagi dikamar bukan hanya dia.
"Jangan gerak terus, kamu akan membangunkan sesuatu. Apa kamu mau tanggung jawab kalau itu ku bangun." Bisik Chandrick tepat ditelingah Cahaya.Cahaya diam Kaku mendengar perkataan Chandrick karena dia paham apa yang dimaksud Chandrick.
"Jadi, bagaimana kamu bisa membantuku sayang." Ujar Chandrick sambil memainkan rambut Cahaya.
"Biarkan saya duduk sendiri, baru saya beritahu rencanaku untuk menangkap tikus yang berkeliaran diperusahaanmu." Ujar Cahaya tegas tak tidak terbantahkan.
"Baiklah." Ujar Chandrick pasrah lalu dia melepaskan tangannya yang melingkar diperuk Cahaya.
Hanz mencoba menahan tawanya, karena baru kali ini ada seseorang yang bisa membantanya.
"Hanz saya potong gajimu berani menertawai saya." Ujar Chandrick menatap tajam asistennya.
__ADS_1
...***Bersambung***...