
"Sayang teman kamu dimana?" Tanya Chandrick pada Cahaya, ketika ia tinggal, ia masih ngobrol dengan temannya.
"Udah pulang Hubby, katanya ia masih punya urusan." Jawab Cahaya lalu menatap suaminya dengan tersenyum.
Cahaya merentangkan tangannya agar suaminya menggendongnya. Dengan senang hati Chandrick langsung menggendong Cahaya alah bridal style.
Malam harinya.
"Ayo kita turun makan, biar aku yang gendong tari."
"Baiklah sayang."
Merekapun keluar kamar mereka menuju Lift untuk turung keruang makan.
"Non biar aku yang gendong nona kecil, agar nona dan tuan bisa makan." Ucap bibi pelayan yang ada dirumah di kediaman drick.
Cahaya memberikan Bayinya pada bibi itu yang bekerja dirumahnya. Untung anaknya tidak rewel ketika digendong oleh bibi pelayan itu.
Cahaya tersenyum melihat putri kecilnya yang masih tertidur pulas.
"Cup" Cahaya mencium pipi putri kecilnya yang sudah berada di gendongan bibi pelayan itu.
Cahaya dan Chandrick sudah duduk dimeja makan dan saling berhadapan.
__ADS_1
"Hubby mau yang mana?" Tanya Cahaya yang sudah memegang piring untuk mengambilkan makanan suaminya.
"Apa saja sayang." Jawab Chandrick.
Setelah selesai mengambilkan makanan Chandrick iapun mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Skip
mereka sudah selesai makan dan mereka sudah berada di ruang keluarga menonton TV sedangkan putri kecilnya sedang asik menyusu di ibunya sehingga Chandrick yang melihatnya cemberut karena ia tidak dapat bagian gara-gara putri kecilnya.
"Hubby, jelek tau cemberut begitu." Godah Cahaya sambil mencolek dagu suaminya.
"Sayang, aku juga mau, masa cuma tari doang dikasih nutrisi." Rengek Chandrick seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
Setelah mengucapkan itu, Cahaya berdiri meninggalkan Chandrick yang masih cemberut.
"Sayang mau kemana?" Teriak Chandrick ketika melihat Cahaya sudah melangkah pergi meninggalkannya diruang keluarga.
"Tidur Hubby" Cahaya kembali melanjutkan langkahnya menuju lift menuju kekamarnya. Dengan cepat Chandrick berlari menyusul Cahaya yang masuk kedalam Lift.
"Hos hos hos"
Cahaya terkekeh. "Hubby ngapain lari, aku tidak akan kemana-mana. apa lagi kita masih satu rumah. aku cuma ingin kekamar membaringkan Tari." Ucap Cahaya menggelengkan kepalanya bingung melihat kelakuan suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Chandrick hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengegesan memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.
...****************...
Sedangkan sebuah Cafe Risa sedang duduk seorang diri sambil memunum Americano. Risa duduk dicafe yang langsung tertuju arah luar.
Namun pandangan Risa tertuju pada seseorang laki-laki yang sangat memprihatinkan. Sekujur tubuhnya penuh luka-luka dan bahkan orang yang berada di kafe mengusir dan menendangnya.
"Bukankah dia mirip..." Mata Risa membola ketika melihat jelas muka pria itu.
Risa cepat berdiri menghampiri laki-laki itu yang sudah tergeletak ditanah.
"Cukup pak." Ucap Risa mencoba menghentikan lelaki yang berbadan besar itu yang masih memukul lelaki itu yang sudah tergeletak tak berdaya.
"Mas Aditya, tidak apa-apa?" Tanya Risa mencoba memapah Aditya menuju ke mobilnya.
ya Adityalah yang mempunyai luka-luka dibadangnya dan ia juga yang dihajar oleh keamanan Kafe karena ia mengirah Aditya bisa merusak kenyamanan Kafe apalagi badangnya yang kotor dan bauh.
"Tolongin pak bantu saya bawah ke mobil." Ucap Risa meminta tolong pada orang yang berada didekatnya. Namun orang itu tidak ada yang mau menolongnya.
Tak lama ada sebuah tangan membantunya untuk memapah Aditya.
"Mobil mbak dimana?" Tanya Pria itu pada Risa.
__ADS_1
"Disana mas." Tunjuk Risa pada sebuah mobil sederhana.