Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 13


__ADS_3

"Kamu suka?" Ucap Kevin tanpa menoleh.


"Iya sayabsuka, Thanks."


Kevin menaikkan alisnya, "Untuk"


"Terimakasih, karena kamu telah membawaku kesini, saya bisa lihat keindahan alam yang begitu menyejukkan hati. Ujar Cahaya senyum yang membuat Kevin terpesona.


"dan saya bisa melupakan sedikit masalahku" Ujarnya Sendu.


"Tidak perlu berterima kasih, saya senang melihat Mba bahagia. Mba cantik kalau tersenyum." Gombal Kevin Yang membuat kedua pipi Cahaya merona. membuat jantungnya berdetak lebih kencang.


"Aduh ini kenapa ya, padahal ini bukan pertama kalinya saya digombalin sama cowok, tapi kenapa disaat Kevin yang mengucapkan kata-kata manis dadaku berdebar sangat kencang, sedangkan sama suamiku sendiri saya biasa saja " Batin Cahaya melamun dan menggelengkan kepala.


"Mba kenapa?" Tanyanya bingung.


"Mba Ti.. tidak Apa-apa vin." Ucapnya gelagapan


"Yakin Mbak tidak Apa-apa?


Drrrtt.... Drrrtt... Drrrtt...


" Vin, mba angkat telpon dulu ya." Ucap Cahaya menghindari pertanyaan Kevin.


"Iya Mba" Jawab Kevin dengan mengangguk.


Cahaya agak menjauh dari Kevin untuk mengangkat telpon. Tanpa dia sadari, Kavin terus memperhatikan Cahaya yang sedang menelpon dengan serius.


"Hallo, Assalamu'alaikum Bu Tika" Sapa Cahaya


"Walaikum salam, lagi sibuk ga?"


"Tidak, saya cuma pergi liburan di bali, sekalian refresing. Oh iya Bu, apa sudah ada perkembangan gugatan ceraiku?"


"sayabmemeng mau mengabari tentang gugatan ceraimu. Surat panggilan sidangmu ada sama saya."

__ADS_1


"kapan jadwal sidangnya."


"Sesuai dengan surat undangan yang saya pegan si 2 Hari lagi Bu, sidangnya jam 9 pagi"


"Ok, saya akan usahakan datang di persidangan. dan Terima kasih ya atas informasinya. Walaikum salam. "


setelah mereka selesai berbincang melalui telpon. Cahaya berjalan kearah Kevin.


"Siapa yang nelpon, kok serius amat sampai menjauh dari saya?"


"Bisa antar saya ke hotel untuk mengambil barang-barangku." Ucap Cahaya merasa tak enak.


Kevin menautkan kedua alisnya, tidak mengerti maksud dari ucapan Cahaya.


"Vin bisa kan antar saya ke hotel." Tanyanya lagi kepada Kevin.


"Bisa, kamu mau kemana?"


"Balik kejakarta"


"Ayo, saya antar ke hotel dan saya juga antar kamu kebendara."


"Tidak Terima penolakan."


Cahaya hanya pasrah ditarik tangannya menuju mobil.


...****************...


Satu jam kemudian Mereka sudah sampai ke hotel. Cahaya membereskan barang-barangnya yang ada di hotel itu, sedangkan Kevin menunggu Cahaya diluar kamar.


20 Menit Cahaya keluar dari kamarnya dengan membawa kopernya.


"Sudah selesai" Tanyanya dan diangguki Cahaya.


"Ayo... " Ajaknya.

__ADS_1


"Kemana?" bingung Cahaya.


Kevin meneput jidatnya. "Antar kamu kejakarta."


"Tidak usah Vin, saya bisa sendiri kok. "Tolaknya.


" Ayo... "


Kevin kembali menarik tangan Cahaya menuju mobilnya.


...****************...


Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.


"Tunggu ya mba, Sebentar lagi ada orang yang jemput kita." Ucap Kevin yang diangguki Cahaya.


"Vin kenapa kamu mau mengantar saya sampai ke Jakarta?"


"Diam" Kevin hanya diam mendengar pertanyaan Cahaya, Karena dia bingung apa sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Vin.... " Cahaya menepuk pundak Kevin yang terjingkak kaget.


"A.... a.. Iya Mba" Ucap Kevin gugup. Mba tadi mengatakan apa sama saya.


"Kenapa kamu mau mengantar..... "


"Mba itu mobilnya sudah datang, ayo..." Ucap Kevin memotong perkataan Cahaya yang membuatnya mendengus kesal.


Dia hanya mengikuti Kevin dari belakang.


Kevin berhenti mendadak yang membuat Cahaya menabrak punggungnya.


"Adu..... " Ujar Cahaya mengelus jidatnya " Vin kenapa sih tidak bilang kalau berhenti. ini jidatku sakit banget." Ucapnya kesal.


"Salah Mba sendiri, kenapa jalan dibelakang ku, Kenapa tidak jalan di sampingku. Ujar Kevin yang tak mau disalahkan

__ADS_1


...***Bersambung***...


Jangan lupa coment, like dan Vote


__ADS_2