Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 26


__ADS_3

Cahaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang Menuju ke apartemen Kevin.


satu jam Cahaya mengendarai mobilnya,dia sudah sampai di apartemen Kevin.


Sekarang Cahaya sudah berada didepan pintu Apartemen Kevin.


Tok Tok Tok. (Cahaya mengetuk Pintu Apartemen Kevin)


Ceklek (Pintu terbuka)


"Eh Ibu Bos, ayo masuk" Ujar Andre mempersilahkan Cahaya masuk kedalam.


Cahaya mengedarkan pandangannya didalam Apartemen Kevin, Namun dia tidak menemukan Kevin, dia hanya melihat teman-teman Kevin yang lagi nonton.


"Tuan Kevin ada dikamar" Ujar Andre


"Eh Ibu Bos, duduk disini ajah Ibu Bos." Timpal Nathan.


Sedangkan didalam Kamar Kevin mendengar kehadiran Cahaya, dia bersiap-siap menemui pujaan hatinya yang sedari tadi membuatnya galau.


Ceklek


Semua orang yang ada di dalam ruangan menoleh dan melihat Kevin sudah rapi dan segar wajahnya memancarkan kebahagiaan.


Kevin berlari kecil menghampiri Cahaya yang masih berdiri. Tanpa disangka Kevin memeluk Cahaya yang membuat Semua orang yang berada dalam ruangan kaget melihat kelakuan Kevin seperti anak kecil.

__ADS_1


"Mba kenapa baru datang, mba juga tidak jemput Saya dirumah sakit." Rengek Kevin yang masih setia memeluk Cahaya.


"Vin lepas dulu pelukannya, malu dilihat teman-temanmu." Ujar Cahaya yang pipinya memerah karena malu.


"Mba biarlah begini dulu, kangen." Ujar Kevin yang membuat temannya melongo mendengar perkataan Kevin.


Cahaya hanya terkekeh dan membalas pelukan Kevin.


"Lepas dulu ya pelukannya, Kakiku kesemutan berdiri."


Kevin terpaksa melepas pelukannya dan ikut duduk di samping Cahaya.


"Kamu udah baikan?" tanya Cahaya.


"Ibu Bos dia tidak akan baikan kalau Ibu bos tidak berada didekatnya." Ujar Nathan menatap geli Kevin yang bergelayut manja di lengan Cahaya.


" Vin" Tegur Cahaya membuat Kevin tersenyum dan memandang Cahaya. Seketika pandangan mereka bertemu.


"Eheeemm, Masih ada orang disini" Ujar Andre membuat Kevin mendengus.


"Ganggu orang ajah, pulan sana." Usir Kevin pada ketiga temannya.


"Vin tidak boleh begitu sama teman sendiri." Tegur Cahaya membuat Kevin cemberut.


"Ndak apa-apa Mba kita juga mau pulang kok." Ujar Andre dan diangguki lucas dan Nathan.

__ADS_1


Ketiga temannya meninggalkan Apartemen Kevin. Tinggalla Cahaya dan Kevin didalam Apartemen.


'Vin kok kamu kayak gitu sama teman-temanmu.?" Tanya Cahaya lembut.


"Mba tidak usah bahas mereka. mending kita bahas masa depan kita." Ujarnya yang membuat Cahaya menautkan kedua alisnya, Karena Cahaya bingung maksud perkataan Kevin.


"Mba" Kevin memegang tangan Cahaya dan membawa tangan Cahaya ke dadanya.


"Mba dengarkan retak jantungku, ketika saya berdekatan dengan Mba saya selalu deg degkan. Awalnya saya pikir hanya kagum sama mba, tapi ketika saya berjauhan sama mba ada rasa rindu dan ingin selalu didekat Mba. Ujarnya panjang lebar dan menatap Cahaya begitu dalam.


Sedangkan Cahaya masih diam membisu karena kaget mendengar penuturan Kevin. Setelah cahaya berhasil menguasai dirinya dia menatap Kevin.


"Vin, Mba tidak bisa membalas perasaanmu." Tolaknya Secara halus dan membuang muka tidak mau menatap Kevin. "Sebenarnya Mba juga ada ketertarikan sama kamu, cuma mba tidak pantas untukmu" Lanjutnya dalam hati.


"Kenapa Mba, apa ada yang Mba tidak suka dariku, Saya akan berubah demi Mba. Asalkan Mba tetap bersamaku." Cecar Kevin dan memegang Wajah Cahaya supaya mau menatapnya. Namun Kevin kaget melihat air mata Cahaya menetes. Kevin menghapus air mata cahaya dan mengecup mata cahaya merasa tidak ada penolakan dari cahaya, Kevin mengecup hidung dan turun dibibir Cahaya.


Kevin menatap Cahaya dengan Cinta.


"Mba tatap mataku, apa mba tidak menyukaiku." Tanya Kevin.


"Bukan gitu Vin, cuma saya tidak pantas untukmu."


"Apanya tidak pantas, Mba baik dan perhatian padaku itu sudah cukup buatku."


"Vin, saya sudah pernah menikah, dan suamiku berselingku karena saya tidak bisa melahirkan anak untuknya. umur kita juga beda jauh." Ujar Cahaya menjelaskan.

__ADS_1


"saya tidak peduli mengenai status mba, yang saya tau saya sayang sama Mba. Kalau masalah anak kita bisa berobat. dan konsultasi sama dokter." Ujar Kevin dan membuat Cahaya menangis terharu mendengar ucapan Kevin yang begitu dewasa.


...***Bersambung***...


__ADS_2