
"Drick... " Panggil Cahaya geram.
"He he maaf sayang." Ujar Chandrick cengegesan. "Jadi apa rencanamu sayang." Tanya Chandrick lembut.
"Biarkan saya masuk keperusahanmu." Ujar Cahaya santai dengan memainkan kukuh tangannya.
"No, itu sangat berbahaya sayang, saya tidak ingin kamu kenapa-napa." Chandrick menetang keras keinginan Cahaya masuk ke kantornya.
"CK" Cahaya memutar bolah matanya malas mendengar ucapan Chandrick yang terlalu berlebihan.
"Terserah kamu saja, mau Terima tawaran ku saya bantu." Ujar Cahaya malas.
"Apa ada yang kamu butuhkan sampai kamu kekamarku." Tanya Chandrick penasaran.
"Pinjam Hpmu" Cahaya menadakan tangannya ke arah Chandrick.
"Untuk apa?
" Mau telpon asistenku yang berada di Indonesia." Cahaya kembali menadahkan tangannya.
"Apa kamu mau kembali kenegaramu." Tanya Chandrick dan itu membuat Cahaya kesel karena dari tadi Chandrick hanya bertanya dengan mengulur waktu.
"Jelas, saya akan kembali kenegaraku." Ujar Cahaya kesel dan keluar dari kamar Chandrick dengan perasaan dongkol.
Brak.
Cahaya menutup keras pintu kamar Chandrick yang membuat orang didalam terjungkal kaget.
__ADS_1
"Astaga Tuan, dia sangat mengerihkan kalau marah." Ujar Hanz yang masih mengelus dadanya karena kaget.
Sedangkan Chandrick hanya tersenyum tipis.
"Tuan apa kita tidak Terima tawaran Nona Cahaya saja."
Chandrick hanya diam mendengar ucapan asistennya.
"Begini tuan, kalau tuan menerima dia masuk diperusahaan,sebagai sekretaris tuan. Tuan bisa lebih dekat dengannya. Ujar Hanz mencoba mengambil hati tuannya agar gajinya tidak dipotong.
Tiba-tiba mata Chandrick berbinar senang. " Iya kamu bener Hanz, siapkan segalanya dan belikan handphone terbaru untuknya.
"Baik Tuan."
Hanz meninggalkan kamar Chandrick untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
...****************...
"Kenapa, bukannya kamu harus senang habis nikah, pengantin baru kok kesini." Ujar Andre menyindir.
"Biarlah itu kemauan orang tuaku, yang penting saya udah nikahin dia. Suatu saat kebusukan Clara pasti terbongkar." Ujar Kevin lesu.
"Bos, kenapa tidak nolak saja si, kamu kan bisa pergi dari rumah, walaupun orang tuamu mencoret kamu sebagai ahli waris. kamu tetap tidak akan jatuh miskin." Ujar Lucas geram dengan orang tua Kevin.
"Kalau Sayan nolak, Bunda mau bunuh diri, dan saya tidak mau kehilangan Bunda." Ujar Kevin menatap Teman-temannya yang berada di markas.
"Bos masih memikirkan Mba Cahaya." Ujar Nathan yang baru membuka suara.
__ADS_1
"Iya, Nama dia masih bertahta dihatiku. Dan saya berharap dia kembali." Ujar Kevin dengan memegang dadanya.
"Bos, bagaimana kalau cahaya kembali dan dia tahu bos sudah menikah sama Clara." Ujar Nathan.
Deg
Kevin terdiam setelah mendengarkan perkataan Nathan yang ada benarnya.
"Saya tidak tau." Ujar Kevin lesu dan berdiri ke kamarnya yang berada si markas karena dia malas pulang kerumah untuk ketemu istrinya.
...****************...
Kita kembali lagi ke Cahaya dan Chandrick.
Tok Tok Tok
Chandrick mengetuk pintu, setelah Cahaya mempersilahkan dia masuk. Dia pun membuka pintu dan duduk disamping Cahaya.
"Sayang, kamu masih ingin masuk keperusahanku kan" Tanya Chandrick yang dianggukinya Cahaya. Chandrick mencubit pipi Cahaya gemes.
"Apaan si, sakit tau." Rajut Cahaya pada Chandrick.
Cahaya kaget Chandrick tiba-tiba baring dikamarnya.
"Drick, kok baring di sini. pergi sana kekamarmu." Ujar Cahaya dengan kesel lalu Cahaya menarik tangan Chandrick keluar. Bukan Chandrick yang keluar malah dia yang terjatuh diatas tubuh Chandrick.
...***Bersambung***...
__ADS_1
Jangan lupa Coment, like dan Vote