
RUANGAN MEETING
"Pak bagaimana kelanjutan perusahaan ini kalau pemimpin kita sudah tiada bahkan tidak ada penerusnya." Ucap salah satu pemegang saham.
"Bagaimana Pak Aditya yang jadi penerusnya bukankah dia suaminya Ibu Cahaya." Ujar salah satu juga pemegang saham diperusahaan Cahaya yang sudah dibayar oleh Aditya. Untuk mengangkat dia sebagai pengganti Cahaya sekaligus pancingan agar Cahaya muncul.
Brak
"Tidak akan ada yang menggantikan posisi Bu Cahaya. Apa lagi dengan laki-laki brengsek itu, saya tekankan sekali lagi kalau ia sudah bercerai bahkan penceraian mereka sudah lama." Ujar Arga tegas dengan tangan mengepal dan menatap tajam Aditya yang tidak tahu malu.
"Emeng ada bukti kalau saya dan Bu Cahaya sudah bercerai." Ucap Aditya tak tahu malu.
"Iya, apa Pak Arga mempunyai bukti?"
Diruang meeting semakin memanas. dan perdebatan masih berlanjut.
"Non Cahaya, kenapa belum datang si." Ucap Arga dalam hati.
"Bagaimana Pak Arga, Serahkan saja jabatan CEO pada Pak Aditya." Ucap pemegang saham yang sudah dibayar Aditya.
Brak
__ADS_1
Pintu didobrak dari luar siapa lagi pelakunya kalau bukan Cahaya.
Cahaya berjalan dengan anggun bersama suaminya yang menggandeng tangannya.
Sedangkan semua yang berada diruang meeting menatap heran. kenapa orang terkenal bisa datang diperusahaan Aditama yang masih diatas perusahaan Drick. begitulah semua pemikiran yang berada diruang meeting.
"Selamat datang Bu Cahaya" Ujar Arga menunduk.
Lalu Arga beralih pada Chandrick dengan berjabat tangan. "Selamat datang tuan."
Chandrick membalas jabat tangan Arga dan mengangguk.
"Perkenalkan Saya adalah Cahaya Aditama" Ucap Cahaya lantang.
"Kamu jangan berbohong, Mana mungkin kamu Cahaya selalu pemilik perusahaan ini." Ujar Argo pemegan saham yang berada diperusahaan Cahaya.
Aditya hanya natap Cahaya penuh damba. Bahkan ia tak menyadari kalau perut Cahaya agak membuncit.
"Arsya berikan bukti pada mereka semua." Ucap Cahaya pada Arsya.
Arsya pun memberikan sebuah Map kepada salah satu pemegang saham dan Arsya juga memutar sebuah Video melalui Proyektor. Video itu dimana Cahaya kecelakaan dan harus di oprasi plastik karena mukanya rusak total.
__ADS_1
"Maafkan kami Bu Cahaya, telah meragukanmu." Ucap Aryo menunduk.
"Saya tidak butuh orang-orang seperti kalian semua." Ucap Cahaya tegas.
Sedangkan Aditya hanya diam dengan memperhatikan Cahaya yang tambah cantik menurutnya.
"Cahaya.... " Panggil Aditya lalu berlari mau memeluk Cahaya. Dengan Sigap Chandrick menarik Cahaya masuk ke pelukannya.
"Jangan pernah menyentuhnya, karena dia milikku bahkan ia sedang mengandung anakku buah cinta kami." Ucapan Chandrick membuat Aditya terdiam kaki. Lalu ia beralih menatap perut Cahaya yang agak buncit.
"Bu.. bukankah kamu mandul, ke.. kenapa sekarang perutmu keliatan agak buncit." Ucap Aditya tidak percaya apa yang ia dengar.
Cahaya hanya terkekeh mendengar ucapan Aditya. "Saya tidak mandul mas, buktinya saya masih bisa hamil dengan suami yang sangat mencintaiku bahkan ia sangat meratukanku. " Ucapan Cahaya membuat Aditya diam seribu bahasa.
"Sayang, kembalilah padaku, saya berjanji akan membahagiakanmu dan menerima kamu apa adanya." Ujar Aditya tidak tahu malu.
"Buat apa saya kembali kepadamu. yang jelas saya punya suami yang sangat mencintaiku dan lebih dari segalanya." Ucap Cahaya sinis.
"Kamu mau keluar sendiri atau mau ku seret dan dipermalukan." Ucap Cahaya tegas sedangkan Aditya hanya mengepalkan tangannya.
"Sayang, beri saya kesempatan satu kali lagi. Saya masih sangat mencintaimu." Melas Aditya agar Cahaya mau kembali kepadanya...
__ADS_1