Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 56


__ADS_3

Prok


Prok


"Brengsek, apa maumu, kenapa kamu menganggunya." Marah Chandrick.


"Hanya ingin bermain, tapi tak kusangkah wanitamu bukan orang lemah." Ujar orang itu santai Namun dimatanya menyiratkan kemarahan.


"Sial ternyata dia selama ini memata-mataiku." Ujar Chandrick dalam hati yang mulai cemas keselamatan Cahaya.


"Niko, jangan pernah bermain-main denganku, kalau kamu masih mau melihat matahari." ancam Chandrick yang tidak pernah main-main.


"Ayo sayang masuk mobil jangan hiraukan mereka." Ujar Chandrick yang diangguki Cahaya.


"Ingat Chandrick kamu tidak akan pernah bahagia, saya akan rampas semua yang kamu miliki termasuk wanitamu yang kamu sayang." Ujar Niko tersenyum licik.


Chandrick dan Cahaya sudah berada didalam mobil.


"Apa kita pulang saja, besok kita baru kebutik." Ujar Chandrick yang mengenggam tangan Cahaya.


"Kita langsung kebutik saja untuk ukur baju pengantin. Lebih cepat lebih baik bukan." Ujar Cahaya tersenyum manis.


"Jangan pernah tersenyum sama orang lain sayang." Ujar Chandrick sesekali melirik kearah Cahaya karena dia harus tetap pokus menyetir.


"Emeng kenapa?" Tanya Cahaya bingung.

__ADS_1


"Kamu terlalu cantik kalau tersenyum, Senyumanmu itu hanya untukku bukan untuk orang lain." Posesif Chandrick.


"Iya Mas, aku tidak akan tersenyum dengan orang lain." Ujar Cahaya terkekeh mendengar ucapan Chandrick.


Tak terasa mereka sudah sampai di butik terkenal.


"Ayo sayang kita turun kita sudah sampai." Ujar Chandrick yang turun lebih dulu dari mobil, Chandrick berlari kecil untuk membukakan pintu pada Cahaya. Chandrick mengulurkan tangannya dan Cahaya menyambut uluran tangan Chandrick.


Sesampainya di dalam butik Cahayapun melihat-lihat baju pengantin yang Cocok untuknya.


"Mba saya ingin gaun pengantin yang simpel dan tidak terlalu terbuka." Ujar Cahaya pada Karyawan butik itu."


"Tunggu ya Mbak saya ambilkan beberapa gaun pengantin yang Mba sebutkan." Ujar Karyawan itu lalu pergi mengambilkan baju sesuai permintaan Cahaya.


Chandrick menghampiri Cahaya. "Kenapa sayang apa kamu tidak menyukainya, Kita pindah kebutik yang lain saja."


Tak lama kemudian karyawan tokoh itu datang membawa beberapa gaun pengantin untuk dicoba oleh Cahaya.


Gaun pertama Cahaya membawanya keruang ganti untuk dia coba. Lalu dia berjalan kearah Chandrick.


"Bagaimana?" Tanya Cahaya pada Chandrick sambil memutar badangnya.


"Ganti, jelek terlalu terbuka bagian belakang."


Cahaya pun kembali keruang ganti dan memakai baju kedua.

__ADS_1


"Kalau yang ini bagaimana." Ujar Cahaya lagi dan memperlihatkan baju yang dipakai Cahaya namun belahan dadanya agak terbuka.


"Ganti."


"Mas baju seperti apa yang harus saya pakai, capek bolak balik ganti baju." Ujar Cahaya kesel.


"Baju yang agak tertutup depan belakang, karena saya tidak suka milikku dilihat orang lain. Ujar Chandrick menekankan kata milik.


Cahaya hanya mendengus kesal dan memilih baju yang agak tertutup sesuai permintaan calon suaminya.


" Ini kayaknya cocok de, Semuanya tertutup depan belakang," Ujar Cahaya pada diri sendiri. Cahaya memakai baju ketiga yang menurutnya sesuai dengan permintaan calon suaminya.


"Bagaimana? " Tanya Cahaya pada Chandrick. Namun Chandrick hanya diam karena terpesona melihat kecantikan Cahaya walaupun tanpa Make up.


Sedangkan Karyawan tokoh hanya tersenyum melihat Chandrick tak berkedip menatap Cahaya.


"MAS BAGAIMANA INI BAGUS TIDAK." Teriak Cahaya yang kesel pada Chandrick.


"Ba.. bagus sayang" Ujar Chandrick salting sekaligus malu. Karena ketahuan memandang Cahaya tak berkedip.


"Mba antarkan baju ke alamat ini ya." Ujar Cahaya pada Karyawan tokoh.


"baik Mba."


Cahaya dan Chandrick sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke mansion. Didalam mobil Cahaya tertidur pulas karena lelah dari tokoh emas baru lanjut lagi memilih gaun pengantin sungguh melelahkan.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2