Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 36


__ADS_3

Daniel terus melawan, agar dia tertangkap oleh anggota Leo.


Bruk


Cahaya langsung memukul tengkuk Daniel membuat Daniel pingsan tak sadarkan diri.


"Angkat dia." Perintah Cahaya.


"Baik Nona."


Anggota Leo membawa Daniel ke mobil.


Sedangkan Andi dan Rara melihat bosnya tertangkap dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan bosnya.


"Kamu tenang saja, kita cari cara untuk menyelamatkan bos." Ujar Rara menenangkan Andi.


"Kita ikuti mereka, Kalau mereka lengah kita bisa menyelamatkan Tuan Daniel." Ujar Andi dan naik ke mobil diikuti Rara. Lalu Andi mengikuti mobil yang ada didepannya. Namun dia jaga jarak supaya tidak ketahuan.


Andi terus mengikuti mobil yang ada didepannya, namun persimpangan jalan dia bingung karena mobil yang dia ikuti berpencar.


"Kita harus ikuti mobil yang mana?" Tanya Andi yang sudah memberhentikan mobilnya.


"Ya ada Tuan Daniel la kita ikuti." Jawab Rara.


"Itu masalahnya saya tidak tau Tuan Daniel berada di mobil yang mana." Ujar Andi dengan memijit kepalanya.


"Kayaknya mereka tau kalau kita ikuti." Ujar Rara.

__ADS_1


Andi menghembuskan nafasnya kasar.


"Kita pulang dulu, baru kita menyusun rencana untuk menyelamatkan Tuan Daniel. Bukankah kamu bisa melacak Tuan Daniel dengan Chip yang ada ditubuhnya." Ujar Rara dengan menyentuh tangan pacarnya.


Andi mencium bibir Rara Sekilas. "Kenapa sampai saya lupa soal itu, kamu memang pintar sayang." Ujar Andi mengelus kepala Rara.


...****************...


Di pagi hari cahaya bersiap-siap untuk pergi ke markas Leo untuk melihat Tahanannya.


Cahaya menuruni tangga, Namun dia kaget ternyata diruang tamu Kevin duduk sambil memainkan Handphone nya. Cahaya menghampiri Kevin dengan senyum manisnya. lalu Kevin membalas senyum sang kekasih.


Cahaya duduk disamping Kevin. "Tidak bilang-bilang mau kesini.


" Kangen, Mau kemana, Ini kan weekend sayang." Ujar Kevin dengan menatap Cahaya dengan penuh cinta.


"Mau ke markas Leo." Balas Cahaya.


"Ayo mas kita sarapan dulu." Ujar Cahaya yang membuat Kevin mendelik tak suka dipanggil mas.


"kok mas si sayang, saya tidak suka panggilan itu." Ujar Kevin cemberut.


"Terus mau dipanggil abang." Ujar Cahaya menggoda Kevin.


"kok Abang, saya bukan Abang kamu." Ujar Kevin kesel.


"Lalu mau dipanggil apa?" Tanya Cahaya bingung dengan kekasihnya.

__ADS_1


"Panggil sayang, seperti waktu itu disaat saya datang menyelamatkanmu. Saya suka panggilan itu." Ujar Kevin yang membuat pipi Cahaya memerah karena malu.


"Malu, itu kan spontan karena senang atas kedatanganmu." Cicit Cahaya menunduk.


Kevin Mengangkat dagu Cahaya."Jangan menunduk sayang."


Cahaya menepuk pelang keningnya karena baru ingat sesuatu.


"Hampir lupa, ayo kita keruang makan, kayaknya bibi sudah menyiapkan makanan." Ujar Cahaya berjalan keruang makan dan diikuti Kevin


Setelah selesai makan Cahaya dan Kevin menuju ke markas Leo untuk melihat Tahanannya.


Sesampainya di markas Leo, Kevin hanya menatap kagum markas Leo yang kalah jauh markasnya. Markas Leo mempunyai pagar tinggi dan pengawal-pengawal yang sudah terlati. terbukti waktu mereka melawan anak buahnya Daniel begitu cepat melumpuhkan. Termasuk Daniel yang terkenal arogan dan kejam.


pengawal itu melihat kedatangan Cahaya mereka menunduk hormat lalu membiarkan Cahaya dan Kevin masuk ke dalam.


Cahaya Masuk kedalam markas dan dia melihat Leo duduk bersama teman-temannya.


"Nona Cahaya." Ujar Dicky orang kepercayaan Leo.


"kamu disini juga dik, Kamu bawa kemana Arga?" Tanya Cahaya menatap tajam dicky.


"Dirumah sakit Nona." Ujar Dicky menunduk


"Sekarang kamu kerumah sakit temani Arga, Kamu baru boleh meninggalkan dia kalau saya sudah datang." Ujar Cahaya.


"Baik Nona" Jawab Dicky patuh mengikuti perintah Cahaya.

__ADS_1


Cahaya duduk disamping Leo namun dengan cepat Kevin menarik Cahaya duduk disampingnya. Leo hanya terkekeh geli melihat kelakuan Kevin yang mulai posesif dengan Cahaya.


...***Bersambung***...


__ADS_2