
"Apa setiap Divisi sudah hadir semua?" Tanya Cahaya pada Karyawan yang ada didepannya.
"Sudah Bu." Ujar karyawan secara bersamaan bersamaan.
"Selamat Pagi semua, Perkenalkan nama saya Cahaya Alexander. Kalian tetap bekerja disini cuma ada perubahan sedikit. Mulai dari pakaian kalian, Bagi kepala divisi arahkan anggotanya untuk berpakaian sopan dan tidak terlalu terbuka. Hari ini saya masih maklumi. Tapi besok kalau masih ada menggunakan pakaian kurang bahan saya tidak akan segang memecatnya. Kalian Pahamkan." Ucap Cahaya tegas.
"Iya bu." Ucap karyawan bersamaan.
"Saya juga berharap bantuan dari kalian semua. Membuat perusahaan yang saya pimpin semakin maju. Ucap Cahaya.
" ok baiklah semua Terima kasih atas waktunya dan kalian bisa kembali bekerja." Ucap Cahaya dan meninggalkan ruang meting bersama dengan Arsya.
Cahaya masuk ke ruangannya dan dia melihat-lihat ruangan yang akan dia tempati.
"Ar, saya ingin mengubah ruangan ini dan juga warna cetnya." Ucap Cahaya dengan melihat-lihat isi ruangan itu.
"Baik Nona, nanti saya panggilkan Orang untuk merenovasi ruangan Nona.
"Saya ingin foto pernikahan saya di pajam disitu."
"Ar, kamu handel dulu kantor, saya masih ada urusan yang harus saya selesaikan."
"Baik Nona, Nona tenang saja saya yang akan jendela semua."
Ketika Cahaya bersiap mau pergi, namun handphone berbunyi. ia melihat layar handphone, Ia tersenyum setelah mengetahui siapa yang menelpon.
__ADS_1
"Hallo Hubby." Sapa Cahaya pada Chandrick.
"Hallo sayang, bagaimana kabarmu.?" Tanya Chandrick dengan nada Khawatir.
"Baik Hubby, Kapan Hubby ke Indonesia?"
"2 hari lagi baru bisa ke Indonesia sayang."
"Ya udah deh, Semangat ya kerjanya hubby. Hubby saya tutup dulunya telponnya." Ucap Cahaya lalu dia menutup sambungan telponnya dengan Chandrick.
...****************...
Cahaya sudah berada di mobilnya dan menuju ke kafe bintang. Sesampainya di Cafe cahaya memperkirakan mobilnya. Lalu ia turun dari mobilnya untuk masuk kedalam Kafe.
"Maaf Nona saya tidak sengaja, saya lagi buru-buru." Ujar Orang itu dan pergi meninggalkan Cahaya Yang masih terdiam kaku didepan pintu Cafe
Deg
"Kevin" Satu kata keluar dari mulut Cahaya.
Cahaya nenghela nafas panjang Namun tanpa sengaja dia menatap incaran yang masih duduk di Cafe.
"Pucuk dicinta ulang pun tiba, Tikusnya datang sendiri kepadaku tanpa saya bersusah paya mencarinya." Cahaya tersenyum tipis menatap orang itu duduk sendiri di dalam Cafe.
Cahaya mengambil laptopnya dan meretas CCTV yang ada di Cafe agar apa yang ia lakukan tidak terlacak.
__ADS_1
Cahaya mengambil kertas yang berada dalam tasnya. Dan menulis sesuatu di dalam kertas itu.
"Mbak" Cahaya memanggil salah satu pelayan Kafe.
"Iya bu, mau pesan apa?" Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Nasi goreng seafood dan minumnya Jus jeruk saja." Ujar Cahaya lalu menyerahkan kertas itu pada pelayan. Namun pelayan mengernyitkan alisnya bingung maksud dari pelanggannya itu.
"Ini apa Mbak." Tanya pelayan itu sambil melihat kertas yang ada ditangannya.
"Berikan kertas itu pada perempuan yang duduk disana yang memakai dress warna biru. Tapi kamu jangan bilang kalau itu dari saya." Ujar Cahaya yang diangguki pelayan itu Lalu Caha memberikan pelayan itu uang 500.000 karena ia mau membantunya.
Pelayan itupun pergi dari hadapan Cahaya menuju kedapur untuk membuat pesanan Cahaya. Sambil menunggu pesanan Cahaya dibuat. Ia kembali keluar dan menemui perempuan yang memakai dress warna biru.
"Mbak, ini surat dari seseorang." Ujar pelayan itu menyerahkan sepucuk kertas itu pada Wanita itu.
"Dari siapa?" Tanya wanita itu pada pelayan yang masih berdiri didepan mejahnya.
"Tidak tau Mbak, orang itu memakai masker dan setelah menyerahkan surat ini, dia langsung pergi." Bohong pelayan itu lalu dia pergi dari hadapan wanita itu yang masih membolak balikan surat itu.
Dia membuka suratnya.
Deg
...***Bersambung***...
__ADS_1