Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 86


__ADS_3

"Maaf mas, yang punya nomor kecelakaan." Ucapnya memberitahu disebrang telpon


Deg...


Jantung Aditya seakang berhenti mendengar kecelakaan Keyla. Yang ia cemaskan anak yang dikandung Keyla.


"Hallo mas, mas masih disana." Panggil wanita itu disebrang telpon karena ia tidak mendengar suara Aditya.


"I.. iya Mba, kalian menuju rumah sakit mana?" Tanya Aditya bersamaan dengan cairan bening menetes di pipinya.


"Rumah sakit Harmonia." Balas wanita itu.


"Baik Mba, tolong jaga ya, sampai saya datang." Ucapnya lalu menutup telpon.


Skip


Aditya sudah sampai dirumah sakit sedangkan Keyla telah ditangani dokter untuk menyelamatkan nyawanya.


Dokter keluar dari ruangan operasi.


"Suaminya mana?' Tanya Dokter yang mengoperasikan Keyla.


" Saya suaminya dokter." Jawab Aditya.


Dokter itu menghela nafas panjang lalu menatap iba Aditya. "Maaf tuan anak yang dikandung istrimu tidak bisa diselamatkan bahkan rahimnya harus diangkat untuk menyelamatkan nyawa istri anda." Ucap doker itu panjang lebar.


"Lakukan apapun yang terbaik dok." Ucapnya berusaha tegar walaupun dalam hatinya menyalahkan Keyla atas kematian anaknya.

__ADS_1


Ceklek


Dokter keluar dari ruang operasi Aditya langsung menghampiri dokter itu.


"Bagaimanapun dok."


"Alhamdulilah operasi lancar.'


" Tuan ini Bayinya." Suster itu memberikan Bayi mungil yang sudah tidak bernyawa pada Aditya dan Aditya mengambil bayi itu dengan tangan gemetat.


Aditya hanya bisa menangis dan menyesal seandainya ia tidak bertengkar dengan Keyla tidak mungkin ia akan kehilangan anaknya. Namun nasi sudah jadi bubur tidak akan berubah.


"Dok Saya pulang dulu urus jenazah anak saya." Ucap Aditya masih menggendong jenazah anaknya.


"Baiklah, kami juga akan memindahkan istri anda diruang rawat." Ucap dokter.


Setelah Aditya selesai menguburkan anaknya, Aditya menangis dengan penuh penyesalan.


"Tinggalin ajah istrimu yang sudah tidak berguna itu." Ucap Ibu Aditya pedas.


"Tapi Bu.... "


"Tidak ada tapi-tapian, sekarang ia juga mandul seperti mantan istrimu yang sudah di alam bakah. masih banyak wanita yang mau sama kamu, Apa lagi sekarang kamu sudah sukses." Ucapan Ibu Aditya dengan memotong ucapan anaknya.


Aditya memikirkan tentang perkataan ibunya. Sekarang ia merasa bingung sendiri.


"Jangan banyak mikir, perempuan yang sudah tidak punya rahim tidak pantas dipertahankan." Ucap Ibu Aditya pedas.

__ADS_1


"Baiklah Bu, tapi setelah Keyla agak pulih ya bu.' Ucap Aditya pasrah.


3 hari kemudian Aditya baru menemui Keyla dirumah sakit.


Ceklek


Keyla menoleh kearah pintu ia melihat suaminya yang baru datang.


" Mas dari mana ajah si, kok baru datang." Ucal Keyla manja dan sedikit cemberut.


"Maaf Key, mas banyak kerjaan." Jawab Aditya sedikit ketus.


"Mas, maafkan saya, saya tidak bisa menjaga anak kita." Ucapnya dengan menangis.


"Tidak apa-apa itu mungkin sudah takdir." Jawab Aditya cuek. Keyla yang menyadari Aditya cuek padanya.


"Mas marah ya sama saya." Ucap Keyla dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Key, Saya kesini hanya ingin mengatakan sesuatu." Ucap Aditya.


"Mas mau katakan apa." Tanya Keyla penasaran.


"Keyla saya talak kamu mulai hari ini kamu bukan lagi istriku." Ucap Aditya tegas lalu pergi meninggalkan Keyla yang masih termenung.


Setelah kesadarannya kembali.


"Mas... Mas Aditya kenapa kamu lakukan ini kepadaku. Hu hu hu... " Ucap Keyla dengan menangis tersedu-sedu. "Saya benci kamu mas." Gimana Keyla.

__ADS_1


__ADS_2