
Dikamar yang lain yang ada dirumah sakit ada seorang perempuan terbaring lemah dan tubuh kurus. Orang itu adalah Keyla. Dia terkena penyakit HIV karena seringnya bergonta ganti pasangan. Ia sudah hampir 2 bulan dirawat dirumah sakit namun belum ada perkembangan untuk kesembuhannya.
"Uangku sudah menipis dan aku belum sembuh juga. Sungguh malam nasibku aku sakit tidak ada yang menemani." Monolog Keyla dengan air mata menetes.
"Apa ini yang dinamakan Karma karena telah menyakiti Cahaya yang begitu baik padaku dan menjadi perusak rumah tangganya." Ucapnya lagi dan air mata menetes.
"Ya Allah jika memeng ajalku sudah dekat, ampunilah semua dosaku. hamba tahu, hamba sudah banyak berbuat dosa." Ucapnya sambil mengarahkan tangannya keatas. Tak lama dadanya terasa sesak dan sulit bernafas. Tak lama iapun menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit seorang diri tanpa teman dan tanpa saudara ataupun keluarga.
Begitupun juga Dengan Clara yang semakin menderita karna harus dipasung oleh orang tuanya karena sering membuat onar sehingga warga sekitar merasa terganggu karena ulah Clara.
"Nak makan dulu ya." Ucap Ibu Clara.
"Ibu Clara cantikkan bu, Kevin akan menikah denganku kan bu. hiks hiks hiks aku benci Cahaya bu, gara-gara dia kevin meninggalkanku.." Ucap Clara sebentar menangis sebentar ketawa. bahkan tidak memperdulikan makanan yang diberikan oleh Ibunya.
"Ibu.. jangan bilang siapa-siapa ya, aku punya rahasia." Ucap Clara yang sedikit berbisik.
__ADS_1
"Ibu, aku yang membunuh Clara dan memotong rem mobilnya supaya dia mati.. ha ha ha. " Clara kembali tertawa seperti orang kerasukan. Tak lama ia terdiam.
"Tapi bukan aku yang mengirim preman untuk menyerangnya." Clara kembali bersedih.
"Iya Sayang. Sekarang Clara makan ya." Ucap Ibu Clara dan menyodorkan sendok ke mulut Clara.
...****************...
Chandrick dan Cahaya sudah berada di negara kelahiran suaminya
"Iya sayan, aku susu memberhentikannya bekerja." Bohong Chandrick. pada hal Lisa ia kirim ke tempat terpencil agar tak menganggu keluarganya.
"Hubby, aku kekamar dulu, capek dan ngantuk." Tanpa mendengar jawaban suaminya ia melangkah kekamar bersama putri kecilnya.
mentari pun sudah berumur satu tahun. Dan mentari sudah bisa berjalan walaupun jalannya masih sering terjatuh.
__ADS_1
"Daddy... Daddy.." Panggil Tari pada Chandrick dan merentangkan tangannya agar Chandrick mengendongnya.
"Anak Daddy udah besar ya." Ucap Chandrick sambil mengendong putri kecilnya.
"Hubby baru pulang, maaf hubby aku tidak menyambutmu karena membuatkan susu untuk Tari." Ujar Cahaya merasa bersalah karena tidak menyambut suaminya.
"Cucu.. cucu.. Mommy Cucu.." Ucap Tari yang mau turun dari gendongan Chandrick karena melihat susu yang dipegang oleh Mommynya.
"Tidak apa-apa sayang, aku tau kamu sibuk mengurus Tari yang mulai aktif." Ucap Chandrick tersenyum dan langsung memeluk istrinya sambil mengelus kepala istrinya dengan sayang
"Sekarang kamu pergila istirahat biar aku yang menjaga Tari" Ucap Chandrick yang masih memeluk istrinya dengan sayang.
"Tapi Hubby, hubby yang harusnya iatirahat, Hubby juga pasti capek."
Dengan tiba-tiba Chandrick mengendong istrinya membawanya kekamar, agar istrinya bisa istirahat. Karena ia tahu istrinya lelah mengurus Tari seharian yang sangat aktif.
__ADS_1
Keluarga Cahaya dan Chandrick sangat harmonis dan selalu terlihat romantis. Apa lagi ketika Cahaya melahirkan seorang penerus keluarga Alexander membuat keluarga mereka semakin tampak bahagia. Walaupun perempuan ia tetap bisa menjadi penerus keluarganya. Karena bagi Chandrick biar perempuan yang penting memiliki otak cerdas.