
Keyla masih membungkam mulutnya. Namun Rara menyenggolnya.
"Key ditanya tu" Bisik Rara yang membuat Keyla terkejut.
"Buat apa lo mau ketemu sama saya." Tanya Daniel lagi sambil menatap tajam Keyla.
"Sa.. ya.. Sa.. ya.." Gagap Keyla karena takut menatap bos Mafia yang ada didepannya.
"Iya saya apa, bicara yang jelas." Bentak Daniel dengan mengebrak Meja yang membuat semua orang yang berada dalam ruangan itu terlonjak kaget.
Keyla menarik nafas dan menghembuskannya untuk membuat dirinya tenang.
"Saya ingin anda menghabisi seseorang." Ujar Keyla dengan satu kali tarikan Nafas.
"Apa yang saya dapat jika saya berhasil menghabisinya." Tanyanya sambil menatap Keyla Intens.
"Apapun yang kamu inginkan." Jawab Keyla tanpa ragu.
"Kalian keluarlah, saya ingin bicara berdua saja dengan dia." Ujar Daniel
Tanpa banyak bertanya mereka keluar dari ruangan Daniel.
Setelah mereka keluar dan pintu sudah tertutup rapat. Daniel mendekati Keyla.
"Kamu yakin memberikan apapun yang saya mau jika saya berhasil menghabisinya." Ujar Daniel dengan menyentuh pipi Keyla dan mengelusnya yang membuat Keyla meremang.
__ADS_1
"Iya saya yakin tuan." Jawabnya Mantap.
"Termasuk menyerahkan tubuhmu kepadaku." Ujar Daniel yang masih setia tangannya berada di pipi Keyla bahkan sampai mengusap bibir Keyla dengan cara sensual.
"Tapi tuan saya sudah menikah" Lirih Keyla.
'Itu si terserah kamu, Kalau setuju dengan yang kuminta akan saya lakukan. Tapi kalau kamu tidak setuju yaudah kamu cari orang lain saja yang mau membantumu." Ujar Daniel dan kembali ke tempat duduknya.
Keyla berfikir sejenak,
"Apa saya ambil saja tawaran dia, tapi kan s sudah menikah. Sekarang saya juga hamil, Adu gimana ni. Tapi hanya dia bisa melawan Cahaya." Batin Keyla.
"Bagaiman, keputusan ada ditanganmu."
Keyla hanya menelan Salivanya takut dan gugup.
"Tunggu tuan" Cegah Keyla.
"Jadi..."
"Iya saya mau, Tapi tuan saya hamil."
"Tidak masalah kalau kamu hamil. Bahkan lebih nikmat." Ujar Daniel fulgar yang membuat pipi Keyla memerah. "Ada fotonya orang yang harus ku habisi.' Ujar Daniel lagi dan kembali ketempat duduknya dan diikuti Keyla dibelakangnya.
" Ini Tuan" Menyerahkan foto Cahaya pada Daniel Lalu Daniel memandang Foto Cahaya kagum.
__ADS_1
"Cantik" Batin Daniel yang masih menatap foto yang ada ditangannya.
"Kenapa kamu ingin membunuhnya?" Tanya Daniel menatap Keyla intens lalu dia berdiri mendekati Keyla.
"Saya cuma nggak suka dia dan saya ingin dia mati dan tidak menganggu saya lagi" Ujar Keyla berapi-api dan Daniel bisa melihat dari mata Keyla ada kebencian mendalam.
"Sesuai keinginanmu saya akan menghabisinya." Ujarnya sambil mencium Rambut Keyla yang begitu harum.
Daniel memeluk Keyla dari belakang yang membuat Keyla menegang.
"Puaskan saya." Bisik Daniel.
Daniel membalikan badan Keyla, Lalu Daniel mencium bibir Kayla Namun tidak ada balasan Daniel berhenti mencium Keyla dan dia menatap Keyla intens yang masih diam.
"Balas ciumanku"
Daniel kembali mencium Keyla Namun kali ini Keyla membalas ciuman Daniel. Mulut keduanya saling bertautan, lidah masing-masing saling membelit membuat keduanya terbakar gairah.
Merasa Keyla Mulai kehabisan Nafas, Daniel melepaskan tautan mereka.
Daniel membawa Keyla meja panjang untuk menuntaskan hasratnya dan terjadilah hubungan terlarang mereka. Sedangkan Keyla tidak memikirkan apa yang akan terjadi Kedepannya yang terpenting keinginannya bisa terwujud.
...***Bersambung***...
Sorry kalau ada salah kata.
__ADS_1
Jangan Lupa Comen, Like dan Vote.