
Tok Tok Tok
"Masuk" Ujar Cahaya yang masih fokus dengan berkas-berkas yang ada di atas mejahnya.
"Maaf nona 30 menit lagi waktunya ketemu klien." Ucap Arsya mengingatkan Cahaya ketemu dengan klien Untuk kerja sama.
"Apa semua sudah kamu siapkan.?" Tanya Cahaya yang masih pokus berkas-berkas yang ada didepannya.
"Sudah Nona." Jawab Arsya.
Cahaya mendongak menatap Arsya didepannya. Lalu dia berdiri dan mengambil tasnya.
"Ayo, kita berangkat sekarang, takutnya nanti macet dijalan." Ucap Cahaya lalu berjalan keluar dari ruangannya diikuti Arsya dibelakang.
Tak lama mobil yang dikendarai Cahaya sudah berada di parkiran Cafe Bintang.
Cahaya dan Arsya sudah berada di dalam Cafe. Namun ada seseorang pelayan menghampiri mereka.
"Apa Nona dan Tuan mau ketemu dengan Tuan dirgantara?" Tanya pelayan Cafe itu sopan.
"Iya, Kita ada urusan dengan Tuan dirgantara." Jawab Arsya pada pelayan itu yang masih berdiri didepannya.
"Mari Nona saya antar."
Pelayan itu berjalan didepan dan diikuti oleh Cahaya dan Arsya dibelakang. Ternyata pelayan itu membawa mereka keruang VIP.
__ADS_1
Pelayan itu membukakan pintu kedua tamu penting tuannya.
"Silahkan masuk Tuan dan Nona. Tuan dir dirgantara ada didalam." Ucap pelayan itu mempersilahkan tamu tuannya masuk keruang VIP.
Cahaya hanya mengangguk sedangkan Arsya hanya menampilkan wajah datarnya.
Cahaya berdiri mematung melihat kedua orang yang bersama dengan Dirgantara. Cahaya berusaha menguasai emosinya dan menstabilkan perasaannya. Ia melangkah kembali dan menghampiri dirgantara yang sudah menunggunya.
"Selamat datang Tuan Arsya dan..."
"Nona Cahaya pemilik perusahaan Cabang Drick Group sekaligus dia juga CEO." Papar Arsya memperkenalkan atasannya.
Orang itu mematung mendengar nama Cahaya dan dia terus menatap Cahaya tak berkedip.
"Kenalin Putraku Namanya Kevin dia akan menggantikannku diperusahaan sedangkan disampingnya menantuku bernama Clara." Ujar dirgantara memperkenalkan Kevin sebagai penerusnya.
"Clara" Ucap Clara pada Arsya
"Arsya Asisten Nona Cahaya" Ucap Arsya membalas uluran tangan Clara.
lalu Clara beralih ke arah Cahaya. Namun Cahaya hanya menatap tangan Clara tidak berminat untuk menerima uluran tangannya.
"Sial Saya dicuekin." Ucap Clara dalam hati lalu menarik tangannya kembali menahan malu.
Clara menyenggol kevin.
__ADS_1
"Mas, jangan bikin malu. ingat dia itu Cahaya yang lain. Cahaya yang kamu cintai sudah mati karena kecelakaan Mobil." Bisik Clara geram melihat suaminya yang tidak bisa melupakan Cahaya.
Kevin menghela nafas lalu berdiri mengulurkan tangannya ke arah Arsya lebih dulu.
"Kevin." Ujar Kevin datar dan mengulurkan tangannya ke arah Arsya.
"Arsya." Ujar Arsya menyambut uluran tangan Kevin.
Lalu Kevin beralih kearah Cahaya yang dari tadi diam.
"Kevin" Mengulurkan tangannya kearah Cahaya.
Namun Cahaya hanya mengatupkan tangannya didada.
"Cahaya Alexander"
hampir 1 jam mereka mengadakan meeting dan mengenai kerja sama mereka.
"Iya Tuan Dirgantara, kalau ada yang perlu dibahas silahkan langsung ke asisten saya saja. Dan mohon maaf saya tidak bisa menemani anda makan, karena saya masih ada urusan. Permisi." Ujar Cahaya dan bersiap melangkah pergi dari ruangan VIP itu yang membuatnya sesak bersama orang yang pernah dicintainya sekaligus dengan orang yang hampir menghilangkan nyawanya.
"Nona Cahaya tunggu." Panggil Tuan dirgantara yay membuat langkah Cahaya terhenti. Cahaya berbalik melihat dirgantara menghampirinya.
"Ini undangan ulang tahun perusahaan." Dirgantara menyerahkan undangan pada Cahaya. Cahaya menerimanya dan tersenyum miring melihat undangan ditangannya.
...***Bersambung***...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment dan Vote