
Daniel duduk diruang tamu dengan secangkir Kopi Karena dia menunggu Informasi dari Andi mengenai Identitas Cahaya..
Drarrr... Drarrr.... Drarrr...
Suara telpon Daniel berbunyi, lalu Dia mengangkatnya Karena yang menelponnya adalah Andi.
"Bagaimana Andi?" Tanya Daniel penasaran mengenai Identitas Cahaya.
"Tidak ada yang Aneh tuan, Nona Cahaya Itu pernah menikah sama Aditya. Dia bercerai karena Aditya ketahuan selingkuh dengan Nona Keyla."
"Kamu bilang Keyla..?" Tanya Daniel mengernyitkan Alisnya bingung.
"Iya tuan, Keyla yang pernah datang ke markas bersama dengan pacarku, yang meminta kita menghabisi Cahaya." Jawab Andi menjelaskan.
"Apalagi selain itu?"
"Tidak ada tuang, Cuma itu."
...****************...
Ceklek
Pintu terbuka seorang pelayan masuk kekamar Dimana Cahaya yang disekap dan tangan masih terikat.
"Nona ini saya bawakan makanan." Ujar pelayan itu menunduk.
"Bagaimana saya mau makan, tangan saya saja diikat. Lepaskan Ikatan saya dulu baru saya makan."
__ADS_1
"Tunggu ya nona saya tanya dulu tuan."
Tanpa menunggu Jawaban Cahaya, pelayan itu pergi menemui Daniel.
Tak lama kemudian Daniel dan pelayan itu masuk dikamar.
"Buka ikatannya bi" Ujar Daniel pada pelayan, lalu pelayan itu dengan cepat membuka ikatan tangan Cahaya.
"Ini Nona makan, dari tadi nona belum makan sedangkan ini sudah malam." Ujar pelayan itu Pada Cahaya, lalu Cahaya mengambil makanan yang pelayan itu bawah karena di butuh tenaga untuk menghadapi Daniel.
"Terimakasih bi" Ujar Cahaya.
Setelah selesai makan Cahaya ke kamar mandi, untuk mencuci mukannya agar segar.
Cahaya keluar dari kamar Mandi dia mengedarkan pandangannya pada seseorang yang masih menatapnya.
"Kenapa kamu masih disini?" Ujar Cahaya ketus.
"Emeng kamu siapa, maksa saya untuk menikah, ingat baik-baik ucapanku besok tidak akan ada namanya pernikahan. Ujarnya tersenyum smirk.
" Lihat ajah besok." Ujar Daniel lalu keluar dari kamar Cahaya.
Cahaya berfikir untuk meloloskan diri dan mencari asistennya yang juga diculik.
Cahaya menoleh ke jendela karena dia mendengar ada seseorang yang mencoba membuka jendela.
Cahaya kaget melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Ke... V.. in..." Ujar Cahaya berkaca-kaca.
"Sayang kamu tidak apa-apakan, mereka tidak menyakitimu.?" Tanya Kevin dengan meneliti badang Cahaya apa ada terluka.
"Tidak ada sayang, kok kamu bisa tau kalau saya ada disini." Tanya Cahaya heran.
"Karena ini" Ujar Kevin mengangkat tangan Cahaya dan menunjukkan Cincin yang melingkar si jari manisnya.
"Kok bisa."
"Nanti saya jelaskan sayang, yang penting kita bebas dulu." Ujar Kevin dan diangguki Cahaya.
"Vin bisa pinjam hpmu."
"Bisa sayang ini,"
"Kita keluar dulu dari kamar ini." Ujar Cahaya dan bersiap untuk keluar dari kamar tempat penyekapannya.
Mereka keluar melalui jendela tempat dimana Kevin Lewat.
Cahaya kembali kekamar untuk mencari sesuatu yang bisa dia kenakan. Tidak mungkin dia pake rok untuk turun kebawah apa lagi mereka berada di lantai dua.
Cahaya membuka lemari dan mengobrak-abrik lemari itu untuk mencari sesuatu. Cahaya menemukan Celana yang cocok untuknya, dia segera memakai celana itu.
"Ayo sayang kita turung, Bisa kan yang turung lewat sini."
"Saya bisa kok sayang, makanya tadi saya pergi cari celana supaya bisa melewati ini."
__ADS_1
Mereka pun berdua turun dengan lewat jendela dan Cahaya mengikuti Kevin dari belakang. Setelah mereka turun Kevin dan Cahaya bersembunyi di pohon besar supaya tidak ketahuan..
...***Bersambung***...