
Di pagi hari seorang bangun dari kasur king sizenya. Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Cahaya dan Aditya tapi dengan perasaan yang berbeda dan tujuan berbeda.
Cahaya menantikan Hari ini sangat antusias. Karena dia ingin bebas secepatnya dari laki-laki seperti Aditya. Walaupun sebenarnya di hatinya masih ada rasa cinta untuk Aditya. bahkan selama ini dia tidak pernah menuntut apapun dari Aditya. Tapi apa yang ia berikan hanya luka yang tak berdarah.
Sedangkan Aditya berharap nanti dipengadilan bisa membujuk Cahaya untuk membatalkan tuntutan nya. sejujurnya dia masih ada rasa dengan Cahaya, namun dia tidak bisa meninggalkan Kayla. Egois memeng dia sungguh egois dia ingin memiliki keduanya.
Aditya datang bersama ibunya sedangkan Kayla tidak diijinkan ikut. Karena bisa merusak rencana mereka berdua. Ini adalah sidang pertama mereka.
Mereka duduk menunggu diruang sidang 1, dimana ruang sidang 1 yang akan digunakan untuk menggelar sidang perkara gugatan cerai Cahaya dan Aditya.
Sudah hampir 30 menit kedatangan Aditya ke pengadilan Agama. dia celingak celinguk mencari Cahaya, Sesekali dia menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"dit cari siapa sih?" Tanyanya dan mengikuti arah pandang Aditya.
"Cari Cahaya bu, tapi kok belum datang ya" ujar Aditya yang tidak berhenti menoleh ke kiri ke kanan yang terus mencari Cahaya berharap dia bisa melihatnya.
15 menit kemudian Cahaya datang bersama pengacaranya. Aditya melihat kedatangan Cahaya diapun bangkit untuk menemu Cahaya. Namun tanpa mereka sadari Kayla melihat mereka dari jauh. Untuk memastikan persidangan perceraian Cahaya dan Aditya, apa mereka bener-bener akan pisah atau malah sebaliknya.
__ADS_1
"Ya, bisa bicara sebentar" Ujar Aditya lirih sambil melirik pengacara Aditya yang berada disampingnya.
Bu Tika mengerti maksud dari Aditya, diapun berdiri memberikan waktu sepasang suami istri itu bicara.
"Bu Tika, mau kemana?" Ujar Cahaya memegang tangan Tika"
"Saya tidak akan kemana-mana. Bicaralah dengannya." Ujarnya lalu berlalu pergi di tempat duduk yang lain. tidak jauh dari tempat duduk cahaya.
"Apa Lagi yang ingin kamu bicarakan." Ucap Cahaya tanpa melihat Aditya.
"Apakah kita tidak bisa memperbaiki hubungan kita, maksudku bisakah kita kembali seperti dulu."
"Bisa kalau kita mencoba." ujarnya yakin.
Cahaya terkekeh mendengar ucapan Aditya yang menurutnya lucu.
"Mas Aditya lalu kamu mau kemanakan Kayla dan anak dikandungnya." Ujarnya sinis dan membuat Aditya terdiam.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Aditya diam. "Bisakah kita Hidup bersama-sama dan saya akan adil dengan kalian." ujarnya percaya diri.
"Maaf mas, saya tidak bisa berbagi suami dengan wanita lain." Ujarnya dengan tegas tidak bisa dibantah.
"Kembalilah ketempat dudukmu jangan ganggu saya lagi"
Aditya kembali duduk didekat Ibunya dengan perasaan gelisah. Karena waktu jadwal yang ditentukan sudah dekat. Suara panggilan pengeras suara yang ditujukan Aditya dan Cahaya. Aditya datang tanpa pengacara sedangkan Cahaya datang bersama pengacara dan sahabatnya Risa. Karena Cahaya tidak mempunyai kedua orang tua. orang tuanya sudah tidak ada semenjak kecelakaan 5 tahun yang lalu.
Majelis hakim memasuki ruang sidang
"Saudara penggugat silahkan konfirmasi identitas saudara. Nama saudara Cahaya Aditama umur 30 tahun, status menikah tinggal dijln kenanga No xxx. Apa semua data itu bener.?"
"Bener yang mulia"
"Apa saudara Cahaya hari ini sehat. Tidak dalam paksaan atau tekanan."
"Iya yang mulia, saya dalam keadaan sehat. dan tidak dalam tekanan." Ucapnya dengan tegas.
__ADS_1
...***BERSAMBUNG***...