
"Ayo sini, Mba itu bukan pembantuku yang jalan dibelkangku." Menarik lembut tangan Cahaya untuk berdiri disampingnya. dia menggenggam tangan Cahaya.
"Vin, lepasin tanganku, malu dilihat orang kayak mau nyebrang jalan pegangan tangan." Ucap Cahaya sambil melirik sana sini.
"Mba tidak perlu malu, tidak usah pikirkan perkataan orang." Ujarnya Tetep kekeh mengenggam tangan Cahaya. "Ayo mba" Ajaknya.
"Tapi Vin... "
"Ya udah, ni udah terlepas kan." Ujarnya pasrah sambil memperlihatkan tangannya. Cahaya hanya tersenyum melihat kelakuan Kevin.
"Dasar Boca" Ucapnya mengelus kepala Kevin.
"Ya elah mba saya bukan Boca. bahkan saya sudah bisa bikin bocah."
Cahaya mengeplak Kepala Kevin Karena kesel dengan ucapannya.
"Ayo jalan, dimana mobilnya?"
"Itu.. "
SUASANA DI DALAM MOBIL
"Ndre"
"Iya Tuan" Ucapnya sopan.
"Ndre berapa kali saya bilang jangan panggil saya tuan." Geplak kepala Andre dengan kesal.
"Ha... ha... ha.. Ya elah Vin begitu ajah marah"
"Diam" Bentaknya kesal.
Cahaya hanya menatap bingung keduanya dan Kevin menyadari itu.
"Ya dia teman aku, namanya Andre." Ucap Kevin Memperkenalkan Andre Ke cahaya. Cahaya hanya mengangguk tanpa menimpali perkataan Kevin.
"Ndre kita singga direstoran dekat sini?
"Ok Vin"
__ADS_1
"Mbak ndak apa-apakan kalau kita singgah makan dulu" Tanyanya.
"Iya Vin"
15 menit kemudian mereka singgah di restoran yang cukup mewah.
"Ayo Mbak" Tanpa sadar Kevin menarik tangan Cahaya masuk kedalam restoran.
"Vin... " Panggilnya Stengah berbisik.
"Iya Mba, ada apa?" Tanyanya polos.
"Tangannya Vin"
"Emangnya tangan mba kenapa?" mengerutkan keningnya bingung yang masih setia menggenggam tangan Cahaya.
Andre hanya menggeleng melihat kelakuan temannya.
"Tangannya dilepas Vin, saya bisa jalan sendiri." Ucapnya ketus dan menahan malu.
Kevin melongoh melihat kepergian Cahaya.
Kevin mendengus kesal
"Sudah pesan" Tanya Kevin yang langsung duduk dekat Cahaya.
"Belum Vin"
"Mbak" Panggil Kevin kepada salah satu seorang pelayan.
"Iya tuan, mau pesan apa?"
"Beef Steak Monalisa dan minumnya Es teh ajah" Ucap cahaya.
"Samain"
"Chicken Steak minumnya Lemon tea" Ujar Andre.
"Beef Steak monalisa 2, Chiken Steak 1, Es teh 2 dan Lemon 1. itu saja." Ujar pelayan.
__ADS_1
"Iya itu aja dulu" Ujar Kevin.
"Baik, Mohon ditunggu ya Pak, bu." Setelah mendapat anggukan dari pelanggannya diapun berlalu pergi untuk menyiapkan pesanannya.
"Mba" Panggilnya.
"Hmmm"
"Mba mau diantar kemana ni?"
"keapartemen aja" Ujar Cahaya dan diangguki Kevin.
"KEVIN..... " Teriak seorang gadis dan langsung memeluk Kevin.
"Lepas" Bentaknya.
"Vin kok gitu si, saya kan kangen sama kamu" ujarnya Manja.
"LEPAS, DAN JANGAN PERNAH MENYENTUH SAYA DENGAN TANGAN KOTORMU ITU." Bentaknya dan melepaskan Tangan perempuan itu yang melingkar dilehernya.
"Vin, sebentar lagi kita akan menikah apa kamu tidak bisa membuka hatimu untukku." Ucapnya sendu.
"Tidak, dan tidak akan pernah. Kamu pikir saya tidak tau semua kelakuan kamu."
Deg
"Vin, Kita sudah dijodohkan. Mau tidak mau, kamu akan tetap menikah denganku." Ucapnya tak tau malu.
"Clara... Clara... Kita tidak akan pernah menikah, karena saya akan menikahi perempuan yang saya cintai. Mengerti." ucapnya penuh penekanan.
Tampa malu Clara langsung duduk didekat Kevin, yang membuat Kevin agak risih dekat dengannya.
"Vin, kita ini sudah dijodohkan oleh kedua orang tua kita." Ujarnya manja dan masih setia bergelayut manja dilengan Kevin.
"LEPAS, dan saya tidak peduli tentang perjodohan itu." Menghentakan tangan Clara yang memegang lengannya dan membuat Clara terjatu dikursi.
...***BERSAMBUNG***...
JANGAN LUPA LIKE, COMEN DAN VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH