Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 61


__ADS_3

Cahaya masuki salah satu ruangan yang akan ditempati ijab kabul. Semua orang berbisik-bisik dan mengagumi kecantikan Cahaya.


Acara ijab kabul pun segera dimulai terlihat raut wajah Chandrick terpancar kebahagiaan.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Chandrick alexander bin almarhum Dirly Alexander dengan saudari Cahaya aditama Binti almarhum aditama dengan mas kawin perusahaan PT. Drick Group Cabang di Indonesia dibayar tunai. Ucap pak penghulu.


Saya Terima nikah dan kawinnya Cahaya aditama binti almarhum Aditama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. Ujar Chandrick lantang.


"Bagaimana para saksi? sah. " Tanya penghulu pada semua saksi.


Sah!


Sah!


Sah!


Ujar semua secara serempak.


"Alhamdulillah." Ujar pak penghulu lalu melantunkan doa pada pasangan baru itu. Ia juga menjelaskan bait-bait pada pasangan pengantin baru itu.


Setelah penyerahan mahar, Chandrick dan Cahaya meminta mentanda tangani bukuh nika mereka.


Setelah selesai mentanda tangani buku nikahnya. Cahaya dan Chandrick naik ke pelaminan untuk menyambut tamu yang hadir.


Satu persatu tamu naik keatas pelaminan memberi selamat pada Chandrick dan Cahaya.

__ADS_1


Hampir 1 Jam mereka berdiri menyalami tamu yang hadir. Dan tamu yang hadir adalah kolega bisnis Chandrick. Chandrick memperhatikan wajah istrinya yang sudah terlihat lelah.


Chandrick memanggil Hanz melalui kode mata. Lalu Hanz mendekat kearah tuannya.


"Urus mereka semua, istriku sudah lelah dari tadi berdiri saya mau antar dia kekamar dulu." Ujar Chandrick lalu mengangkat Cahaya meninggalkan pesta. Cahaya langsung terpekik gaget lalu dia repleks mengalungkan tangannya keleher Chandrick.


"Mas turunin, malu dilihat orang." Cicit Cahaya lalu menyembunyikan wajahnya didada Chandrick karena malu.


Chandrick tetap diam dan menggendong Cahaya memasuki kamar hotel yang sudah ia bayar untuk semalam.


"Sayang kita sudah sampai, Chandrick menurunkan Cahaya dikasur dengan pelan." Ujar Chandrick lembut.


"Mau mandi.? " Tanya Chandrick pada Cahaya.


"Mas saya tidak punya baju ganti." Cicit Cahaya menunduk malu.


Cahaya hanya mengangguk.


"Sayang saya kebawah dulu menemui tamu dulu." Ujar Chandrick lembut dan mengusap kepalah Cahaya.


Setelah Cahaya masuk kekamar mandi membersihkan badanya, Chandrick keluar untuk menemui kolega bisnisnya.


"WA pengantin baru, kenapa turun tidak malam pertama dulu sama istri." Goda teman Chandrick yang baru datang.


Chandrick hanya mendengus kesal melihat temannya sekaligus orang kepercayaan dari Indonesia.

__ADS_1


"WA kakak ipar tidak ikut turun." Ujar Arsya yang celingak celinguk namun tidak menemukan istri sahabatnya.


"Ayo ikut beraamaku, ada ingin kusampaikan sama kamu." Ujar Chandrick dengan serius lalu berjalan lebih dulu dan diikuti Arsya dibelakang.


Chandrick memasuki salah satu kamar hotel bersama Arsya.


"Kunci pintunya." Ujar Chandrick tegas.


"Serius sekali, ada apa. Apa ada masalah?? " Tanya Arsya yang melihat kegusaran dari mukah sahabatnya.


"Istriku akan kembali ke Indonesia Lusa."


"Terus apa masalah, kalau dia kembali kenegaranya kamu bisa ikut, apalagi kamu juga punya perusahaan diindonesia yang tak kalah besar dengan disini."


Chandrick hanya menghela nafas panjang dan duduk disofa yang berada di kamar hotel itu. Dia memijit pelipisnya memikirkan istrinya yang akan kembali ke Indonesia.


"Apa ada masalah.?" Tanya Arsya hati-hati ketika melihat kegusaran wajah Chandrick.


Chandrick menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Istriku kembali ke Indonesia untuk menuntut balas pada orang yang menyakitinya. dan saya ingin kamu melindungi istriku disaat saya tidak ada bersamanya. Saya ingin kamu tetap bekerja di perusahaan ku menemani Cahaya." Chandrick menjelaskan pada Arsya mengenai kegusaran hatinya.


"Tenang saja, saya akan melingi kaka ipar." Arsya menepuk pundak Chandrick.


"Kembalilah ke kamarmu, Pasti kakak Ipar menunggumu." Ujar Arsya lagi dan diangguki oleh Chandrick.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2