
Sesampainya di perusahaannya Chandrick langsung menaiki lift yang berhubung langsung ke ruangannya. Sesampainya di ruangannya Chandrick duduk di kursi kebesarannya dan dia membuka laptopnya.
Tok Tok Tok (Suara ketukan pintu dari luar)
"Masuk" Ucap Chandrick yang masi fokus dengan laptop didepannya.
"Katakan" Ujar Chandrick datar tanpa melihat asisten pribadinya sekaligus orang kepercayaan.
"Tuan ada yang mencuri data-data penting perushaan, Sehingga saham perusahaan menurun dan kita mengalami banyak kerugian tuan." Ujar Hanz menerangkan kondisi yang dialami perusahaan.
Chandrick memijit pelipisnya, karena dia harus turun tangan sendiri membereskan masalah yang terjadi di perusahaannya.
"Hanz cari tahu siapa yang berkhianat diperusahaan dan saya ingin secepatnya." Ujar Chandrick.
"Baik Tuan." Jawab Hanz dan dia pergi meninggalkan Chandrick di ruangannya.
Chandrick kembali menatap laptopnya. Dan dia cek CCTV di perusahaannya yang hanya dia tau dimana letak CCTV itu. karena CCTV itu langsung terhubung dengan laptop dan hpnya.
"Baiklah jika ada ingin bermain denganku, akan aku ikuti permainanmu." Ujar Chandrick menyeringai."
Tak terasa waktu terus berjalan menunjukkan pukul 5. Semua karyawan bersiap pulang begitupun Chandrick sang pemilik perusahaan.
Chandrick bersiap pergi kerumah sakit untuk menjenguk wanita yang ia tolong.
__ADS_1
Sesampainya diparkiran, Chandrick menaiki mobil kesayangannya dengan mengendari kecepatan sedang. Dia juga singgah untuk membeli sarapan untuk dia makan dirumah sakit bersama wanita yang dia tolong.
...****************...
Dirumah Sakit.
Ceklek
Chandrick memasuki ruangan itu dengan senyuman yang tidak pernah perlihatkan kepada siapapun
Chandrick duduk di samping brangkar wanita itu.
"Bagaimana keadaanmu." Ujar Chandrick masih menatap wanita itu yang masih terbaring.
"Baik, saya sudah baikan dan Terima kasih anda telah menolong saya." Ujar Wanita itu.
"Saya Cahaya tuan Chandrick." Ujar Cahaya pada Chandrick.
Ya Chandrick lah yang menolong Cahaya ketika Cahaya mengalami kecelakaan.
"Jangan panggil tuan, panggil Chandrick saja."
"handrick, bagaimana saya bisa sampai disini, Bahkan jauh dari tempat tinggalku."
__ADS_1
"Maaf Cahaya, saya terpaksa membawamu bersamaku, karena saya tidak menemukan identitasmu dan tidak tau harus menghubungi siapa. Karena saya juga harus buru-buru kembali ke negaraku jadi saya meminta dokter urus surat pindah rumah sakit ke negaraku. " Ujar Chandrick menjelaskan pada Cahaya.
"Tidak apa-apa justru saya berterima kasih telah menyelamatkanku, Walaupun mukaku berbeda dengan yang dulu." Ujarnya sedih.
"Maafkan saya, karena tanpa persetujuanmu saya menyuruh dokter melakukan operasi untuk wajahmu yang terkena luka bakar." Ujarnya merasa tak enak.
"Tidak apa-apa, kamu sudah melakukan hal yang benar. Saya sangat bersyukur bertemu orang sebaik kamu."
"Apa kamu sudah makan.?" Tanya Chandrick Dan Cahaya hanya menggeleng.
Chandrick mengambil makanan yang ia belli yadi lalu membukanya.
"Saya suapin ya." Ujar Chandrick meminta persetujuan Cahaya.
"Iya."
Chandrick menyuapi Cahaya dan dia juga menyuapi dirinya.. mereka makan sepiring berdua.
"Kamu tidak jijik, itukan sendok sudah masuk di mulut saya." Ujar Cahaya.
"Tidak, malahan nikmat, atau mau coba saya suapi melalui mulutku." Goda Chandrick yang membuat pipi Cahaya memerah.
"Tidak, terimakasih pakai sendok saja." Ujar Cahaya yang memalingkan mukanya malu.
__ADS_1
Setelah selesai makan Cahaya melamun ntah apa yang ia pikirkan. Sedangkan Chandrick duduk disofa dengan laptop dipangkuan karena dia memeriksa email yang Hanz kirim. Namun dia tak sengaja melihat Cahaya melamun, Lalu Chandrick mendekat dan memanggilnya yang membuat Cahaya terjingkat kaget.
...***Bersambung***...