Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 46


__ADS_3

"Maaf kalau saya mengagetkanmu." Ujar Chandrick merasa tak enak sama Cahaya.


"Tidak apa-apa drick." Jawab Cahaya dengan tersenyum.


"Apa yang kamu pikirkan sampai panggilan ku tidak kamu dengar." Tanya Chandrick pada Cahaya.


"Saya hanya memikirkan seseorang yang berusaha melenyapkan ku, dan saya akan mencarinya setelah saya sembuh." Ujar Cahaya yang mengepalkan tangan. Namun dia tersentak kaget Chandrick memegang tangannya dan tersenyum padanya.


"Jangan khawatir saya akan membantumu. kalau boleh saya tau Kenapa kamu bisa terjatuh kedalam jurang." Tanya Chandrick penasaran yang menimpa Cahaya.


Cahaya memandang langit-langit kamar di rumah sakit lalu dia menoleh kearah Chandrick dan tersenyum.


FLASHBACK


Cahaya berlari keluar dari rumah orang tua kevin lalu dia menaiki mobilnya. Cahaya menyalakan mobilnya dan keluar dari rumah orang tua Kevin. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa melihat arah manah ia lewat. Namun dari arah belakan ada yang mengikutinya dan terjadilah akai kejar-kejaran dijalanan yang jarang dilewati orang.


Cahaya menambah kecepatan mobilnya dan dia mengambil pistol yang selalu dia bawah. Cahaya berusaha membidik musuhnya dibelakan.


Dor


Dor


Dor


Tembakan Cahaya mengenai ban mobil musuhnya, sehingga mobil musuhnya oleng dan menabrak pohon.


Cahaya terus melajukan mobilnya. sehingga sampai di tikungan mobilnya tidak bisa ia kendalikan. Sehingga dia jatuh kejurang dengan mobilnya. Cahaya berusaha keluar dari Mobilnya.

__ADS_1


Sebelum Cahaya keluar dari mobil, dia melepaskan Cincin pemberian Kevin dan menyimpannya disamping mobilnya.


"Biar kamu menganggapku sudah mati Vin, Maaf saya tidak bisa bersamamu lagi. Saya tidak bisa menikah tanpa ada restu dari orang tua. Maaf Vin." Cuman Cahaya meneteskan air matanya dan menatap Cincin pemberian Kevin. Lalu dia menjatuhkan Cincin itu disamping mobilnya. Namun tanpa Cahaya ketahui pistolnya juga ikut terjatuh disamping cincin itu.


Cahaya Keluar dari mobilnya, namun baru beberapa langkah dia keluar dari mobil, Mobilnya meledek dan membuatnya terpental, Sehingga ia tak sadarkan diri.


Namun dalam mimpinya ada seseorang yang memberikan semangat untuk dia tetap bertahan hidup supaya dia bisa membalas orang yang berusaha membunuhnya. akhirnya Cahaya membuka kembali matanya dan mencoba bangun dan merangkap naik keatas untuk meminta pertolongan.


Setelah Cahaya berhasil naik dan dia melihat mobil yang akan melintas. Dia berusaha berdiri dan menghalangi jalan mobil itu.


Brak.


"Tuan, saya nabrak sesuatu." Ujar Hanz.


"Turun Lihat Hanz." Ujar Chandrick tanpa menoleh pada Hanz.


Namun setelah melihat orang yang ia tabrak. ia kaget karena orang yang ia tabrak begitu memprihatinkan banyak luka-luka ditubuhnya bahkan mukanya juga sudah rusak


Hanz buru-buru menghampiri tuanya yang masih ada di mobil.


Chandrick mengerutkan alisnya, melihat asistennya yang panik.


"ada apa?" Tanya Chandrick.


Hanz bersusah paya menelan salivanya. "Tu.. Tu.. Tuan Orang yang saya tabrak sangat terluka parah dan dia kritis.


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Chandrick turun dari mobil dan melihat orang yang ditabrak asistennya. Chandrick mendekati orang itu dan membalikannya, dia begitu syok melihat orang itu yang dipenuhi luka-luka seluruh badannya. Bahkan mukanya sudah tidak bisa dikenali.

__ADS_1


Chandrick mengangkat orang itu dan membawanya ke mobil.


"Hanz kita kerumah sakit yang paling dekat."


"Baik tuan."


Cahaya sudah ditangani oleh dokter berkat bantuan Chandrick.


"Tuan kita harus kembali."


"Sebentar, tunggu dokter dulu keluar, saya harus tau bagaimana kondisi wanita itu." Ujar Chandrick yang masih menunggu didepan UGD.


"Aneh, baru kali ini tuan peduli sama orang." Batin Hanz.


Ceklek


Chandrick menghampiri dokter itu yang menangani Cahaya.


"Bagaiman dok, apa kondisinya baik-baik saja."


"Dia kritis, sebaiknya anda membawanya keluar negeri untuk pengobatannya. Karena rumah sakit kami belum lengkap alatnya." Terang dokter itu pada Chandrick.


"Siapkan pemindahannya dok. saya akan membawanya keluar negeri." Ujar Chandrick.


Dokter itupun menyiapkan pemindahan Cahaya kerumah sakit yang lebih bagus.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2