Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 44


__ADS_3

*Dirumah sakit Jerman*


"Bagaimana kondisinya, apa sudah ada perubahan." Tanya pemuda itu yang bernama Chandrick seorang pengusaha dan terkaya no 1 didunia.


"Maaf tuan kondisinya masih seperti kemarin, dia masih koma." Ujar Dokter itu menunduk takut.


"Boleh saya menjenguknya." Tanya Chandrick pada dokter itu yang masih menunduk.


"Boleh tuan mudah, Tuan harus sering-sering mengajaknya ngobrol, walaupun dia koma, dia tetap bisa mendengar kita tuan." Ujar dokter itu dan Chandrick hanya mengangguk, Lalu dia pergi ke ruang perawatan perempuan yang ia tolong.


Ceklek.


Chandrick masuk kedalam ruangan perempuan yang masih belum sadar dari komanya, Chandrick memandang perempuan itu yang masih terlihat pucak. Lalu dia menarik kursi dan duduk disamping brangkarnya."


"Hai, kapan kamu sadar, tidak cape apa tidur terus. Sudah 6 bulan saya membawa kamu kesini dengan keadaan terluka parah. Kamu itu perempuan hebat yang pernah saya temui, walaupun kamu dalam keadaan terluka kamu tetap berusaha tetap sadar dan meminta pertolongan." Ujar pemuda dengan mengenggam tangan perempuan itu,


"Apa kamu tidak ingin membalas orang yang membuatmu celaka seperti ini, saya tau kamu wanita hebat. Ayo bangun kamu tidak akan sendiri saya akan bantu kamu membalas orang yang menyakitimu." Ujar Chandrick mencoba bicara dengan perempuan itu yang masih koma.


Chandrick merasakan tangan perempuan itu bergerak lalu dia memencet tombol sambil berteriak yang ada diruangan itu.


"DOKTER... DOKTER... DOKTER... " Teriak Chandrick.

__ADS_1


Tak lama dokter itu masuk ke ruang rawat dan memeriksanya. Chandrick agak menjauh dari brangkar agar dokter itu bisa bergerak leluasa untuk memeriksa pasien sudah 6 bulan tidak sadar dari komanya.


Setelah dokter selesai memeriksanya Chandrick menghampiri dokter itu yang masih berada dalam ruangan.


"Bagaimana dok, apa dia baik-baik saja." Tanya Chandrick khawatir.


"Tuan tenang saja dia sudah baikan. mungkin sebentar lagi dia akan sadar." Ujar Dokter dan pergi kembali ke ruangannya.


Setelah dokter itu pergi Chandrick kembali mendekati brangkar perempuan yang telah dia selamatkan. Chandrick masih setia menunggu wanita itu sadar sampai 1jam lamanya dia menunggu akhirnya wanita itu membuka matanya.


Wanita itu mengerakan tangannya namun dia merasa ada yang mengenggam tangannya sangat erat.


Pemuda itu terbangun karena merasakan ada pergerakan seseorang. dan dia melihat orang yang dia tolong sudah sadar.


"Apa kamu mau minum." Tanya Chandrick yang dianggukinya.


Chandrick mengambilkan minuman wanita itu dan menyendokkannya ke mulutnya.


"Ter.. ima.. ka.. sih.." Ucapnya terbata-bata.


"Iya, kamu istirahat dulu, jangan banyak bergerak dulu." Ujarnya lembut pada wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Chandrick.


Drrrt.... Drrrt... Drrrt...


Suara telpon Chandrick berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


"Ada apa?" Tanya Chandrick datar pada penelpon.


"Maaf tuan, ada masalah dikantor." Ujar sang Asisten Chandrick yang bernama Hanz.


"Emeng kamu tidak bisa menyelesaikannya." Ujar Chandrick dengan suaran pelan. Lalu dia menoleh ke arah brangkar dan melihat wanita itu tertidur.


"Maaf tuan, ada seseorang yang membocorkan data perusahaan. saya belum menemukan pelakunya." Ujar Hanz.


"Tunggu, saya akan segerah ke perusahaan." Ujar Chandrick lalu dia menutup telponnya.


Chandrick menyimpan handphonenya di saku celananya. Lalu dia mendekat di brangkar perempuan itu dan mengelus kepalanya.


"Saya pergi dulu, Setelah urusan saya selesai, saya akan kesini lagi." Ujar Chandrick dan pergi meninggalkan Cahaya yang masih tertidur pulas.


"Kalian jaga baik-baik disini dan jangan biarkan siapapun masuk selain dokter yang biasa rawat dia." Ujar Chandrick tegas pada pengawalnya yang berjaga didepan pintu ruangan perempuan yang ia tolong.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab serentak pengawal itu.


...***Bersambung***...


__ADS_2